"Apa?! Gimana bisaa?"
Siena langsung Berteriak keras sambil berkacak pinggang tepat setelah Dev mengatakan kepada kami semua bahwa CapsFly yang kami tumpangi ini kehabisan bahan bakar, padahal jujur, Baru saja Aku menghembuskan nafas lega selega leganya saat kami kembali dari Stasiun kereta dengan membawa makanan banyak untuk Persediaan beberapa hari kedepan
"Astaga Siena, ya bisa lah, kita naik ini emang ada persiapan nya? Ha? Perbekalan, makanan, minuman, Pakaian, Kebutuhan lain, bahkan Bahan bakar pun kita tidak menyiapkannya."
Dev membela dirinya, Tangan kirinya ada dipinggang sementara tangan kanannya sibuk memijat pelipisnya dengan pelan, tak lupa kakinya yang tak bisa diam berjalan mondar mandir kesana dan kemari
"Bukan gitu maksud aku, setiap hari, Anak anak lain naik CapsFly Kayak nya juga nggak ada Bahan Bakarnya, trus darimana ceritanya CapsFly ini kehabisan bahan bakar?"
Siena kembali bertanya sambil bersungut sungut, Selalu saja begitu Ekspresinya saat bertengkar dengan Dev, beberapa kali ia mendengus sebal sambil Memperhatikan sudut sudut CapsFly
"Iya juga, setahu aku, CapsFly berjalan dari tenaga aliran magnet di Jalurnya, gimana kalau kita cek ke depan."
Louis mengusulkan, Aku menoleh ke arahnya kemudian berdehem, Setuju, Seyn juga mengangguk angguk kecil, kemudian diikuti Siena dan yang terkahir Dev dengan Dengusan singkat sebelum kemudian membuka Sekat antar ruang
Kami semua masuk kedalamnya, Kukira, keadaan disini lebih baik daripada di Ruang Penumpang yang menurutku sedikit sempit, ternyata sama sekali tidak, disini hanya ada proyektor sentuh dengan berratus bahkan lebih tombol tombol kecil yang kini tengah menyala kerlap kerlip, Dan hanya ada kursi putar satu di tengah tengahnya, Ukuran ruangannya juga lebih kecil daripada Ruang Penumpang
Aku menganga sambil Memperhatikan sekitar, melihat tombolnya saja sudah bingung seperti ini, bagaimana bisa Dev mengendalikan CapsFly ini dengan wajahnya dan tampangnya yang sangat sangat mudah dan senang Seperti mengemudikan mobil remote kuno yang selalu ia mainkan dulu, Apa dia sudah terbiasa mengemudi Kendaraan seperti ini?
"Kalian ikut aku, Lihat ini." Ucap Dev sambil melambaikan tangannya ke arah kami, menyuruh kami untuk menghampiri nya
Aku sempat terkesiap sebentar sebelumnya mengikuti yang lain yang saat ini tengah melangkah lebih dekat ke arah tombol tombol kecil
"Kalian lihat, Tombol disini semuanya NonAktif, Jadi kusimpulkan saja kalau Bahan Bakar CapsFly nya sudah habis."
Dev menjelaskan dengan entengnya seolah olah kami hanya Menaiki Bus Listrik prabayar biasa untuk Mengelilingi Bukit yang ada di Kota, Aku mengernyit sambil Memperhatikan Sederetan tombol yang baru saja ditunjuk Dev dan mengatakan bahwa tombol tombol ini Non Aktif, alat reseptor Getaran dan angin yang seharusnya terletak di Atas Pojok Sederetan tombol ini tidak menyala lampunya seperti yang lain
Tapi apakah benar Bahan Bakarnya habis?
"Tunggu, Aku tidak yakin kalau bahan bakarnya habis, kalau saja memang benar benar habis, semua Alat yang menggunakan Listrik di dalam CapsFly akan mati dengan sempurna, bukan hanya sebagian seperti ini, Tombol tombol yang lain reseptor nya masih menyala, Bahkan jika kalian sadar, Pintu CapsFly tadi terbuka untuk kita secara otomatis, Kita lihat bagian jalurnya, mungkin ada sesuatu."
Louis berbicara banyak, lagi lagi menjelaskan kepada kami semua termasuk Dev layaknya seperti Seorang guru terhormat
"Biar aku saja yang melihatnya, Berbahaya sebenarnya jika kalian disini."
Dev kembali membalas Sambil menekan beberapa tombol lalu memperhatikan Proyektor jalur didepannya tanpa memperdulikan kami yang masih disini, sama sekali tidak mengendahkan ucapan Dev
KAMU SEDANG MEMBACA
My World
FantasyFantasi & (minor)Romance -------------------------------------------- Seharusnya, Tahun ini adalah tahun yang akan bersejarah bagi kami karena tinggal beberapa bulan lagi kami akan menjalankan Ujian Nasional Tapi secara tiba tiba, layaknya disihir...
