Chapter 15

89 10 17
                                        

Kelabu.

Awan yang terdapat disekitar mobil cahaya yang kami tumpangi berwarna kelabu, Mendung, tanda akan turun hujan.

Selama tiga puluh menit semenjak kami meninggalkan Daerah Buangan Limbah, Louis mengendarai mobil Cahaya dengan netral, tak terlalu cepat tak terlalu lambat, dan berada di ketinggian sekitar lima puluh meter dari permukaan tanah

Hal itu membuat kami bisa melihat Bangunan Bangunan di Sekitar Wilayah Perbatasan yang sudah hancur di bawah sana dan Memperhatikan beberapa bangunan pencakar langit yang biasanya digunakan Pusat Informasi atau Pusat Pengawasan Perbatasan Daerah menghitam karena bekas Letupan bom dan Hancur setengah entah bagaimana caranya, dan juga Mayat mayat yang bergelimpangan di bawah sana, tetapi untungnya, Kami tidak mencium bau anyir darah atau lainnya karena posisi kami yang cukup tinggi dari permukaan tanah

Kadang sempat terpikir di benakku, kalau saja kami tidak menerima Tawaran dari Bu Andin untuk membersihkan Bunker, Pasti kami sudah pulang dirumah dan Setidaknya bisa menyelamatkan yang lain, Jika saja kami tidak membersihkan Bunker dan tidak ada dikelas saat itu, Mungkin peristiwa ini tidak pernah terjadi

Tapi mungkin saja kami juga mati tertembak atau Ikut di Bawa paksa oleh para Tentara Bertopeng Hitam itu, Jika saja Kami memilih Ketua Divisi yang benar saat pemilihan beberapa tahun yang lalu, pasti saat ini Negeri kami menjadi Negeri yang aman dan Damai, Sejahtera, Dan Masyarakat semua bahagia

"Kita sudah hampir sampai, sekitar lima puluh meter kedepan, Kita sudah masuk ke Daerah Desa Ujung Utara."

Louis yang tiba tiba berbicara memecah keheningan diantara kami semua, membuatku terkejut sebentar dan menoleh ke arah depan sebelum akhirnya menolehkan Kepalaku ke arah kaca mobil disamping ku lagi

Mendung tebal berwarna keabu abuan masih terlihat jelas, mungkin sebentar lagi akan turun hujan seperti yang kupikirkan tadi, Angin yang berhembus juga lumayan kencang, Di depan sana aku dapat melihat Sebagian Bangunan pencakar langit milik Perusahaan perusahaan di Desa Ujung Utara meskipun terhalang Awan awan, Kepulan asap juga terlihat masih menghitam

Pernah aku membaca di buku Evolusi Teknologi terbaru, kalau Desa Ujung Utara adalah satu satunya Desa dengan teknologi yang hampir menyamai Teknologi Kota, jadi wajar saja jika ada begitu banyak Gedung Gedung besar dan tinggi layaknya di Kota, yah, Setidaknya itu hasil sementara karena aku juga yakin kalau perkembangan Teknologi akan terus berjalan

"Kita turun atau tidak? Kalau di SLS,  mereka sudah sampai di Desa kecil samping Desa Ujung Utara meski baru masuk ke Perbatasan."

Dev yang ada dikursi depan samping Louis Meminta pendapat, tangannya berkali kali memainkan SLS yang sedari tadi dipegangnya, melemparkan keatas kemudian menangkapnya dan melakukannya berulang ulang, meskipun begitu, pandangannya tetap lurus ke depan

Aku menghembuskan nafas pelan sambil kembali mengalihkan pandanganku ke arah jendela, kami sudah hampir sampai, Bangunan Pencakar Langit yang tinggi itu sudah tampak lebih jelas

"Sebenarnya Tentara Bertopeng Hitam itu mau membawa semua Masyarakat ke mana? Kenapa mereka seperti mau menjelajahi Negeri sendiri?"

Gumamku pelan, namun karena Keadaan disini sangat hening, Mereka semua jadi menoleh kearahku, tapi tentu saja tidak dengan Louis, ia tetap Menghadap ke depan, yah, meski sesekali ia melihatku lewat kaca yang terdapat didalam mobil

"Aku tidak tahu, yang aku tahu, sekarang aku lapar, haus, capek."

Siena yang ada dipaling ujung menjawab, Ia menghembuskan nafas setelah itu, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Jendela di sampingnya, sama sepertiku sebelumnya

My WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang