Yoongi menatap Taehyung dari atas ke bawah seakan-akan meminta kejelasan mengenai kehadiran alien itu dirumahnya. Taehyung hanya diam dan tidak mampu menatap manik milik Yoongi.
"Jadi---"
Yoongi memutuskan ucapannya sambil duduk disalah satu kursi diruang tamu. "Kau ingin bertemu Jimin, makanya kau datang kesini"
Taehyung mengangguk.
"Kau yakin ingin bertemu Jimin setelah Jimin mencampakkan orang kau sukai?"
"Aku hanya ingin kejelasan. Aku merasa seperti orang bodoh, tidak ada yang peduli padaku termasuk Namjoon-samchon"
"Jimin rindu padamu, ia ingin kembali tapi tidak bisa. Dia ingin melihatmu tapi dia tidak mampu. Dia ingin mendengar suaramu tapi ia takut. Aku tau kau akan kecewa dengannya"
"Pertemukan kami"
Yoongi tersenyum, "Baiklah"
...Brorderschap...
Koridor rumah sakit dipenuhi dengan keramaian seperti biasanya. Beberapa dokter datang ke salah satu lab khusus dirumah sakit itu.
"Bagaimana kondisinya?" tanya salah satu Dokter senior, dokter Wen.
"Cukup baik. Beberapa saraf tertentu melemah membuatnya kehilangan alat geraknya. Namun, masih ada kemungkinan untuk melatihnya terapi berjalan" jawab beberapa dokter junior.
"Bagaimana dengan indranya, apakah ada masalah?"
"Tidak. Pendengaran, penglihatan masih cukup berfungsi dengan baik sedangkan pengucapannya sedikit memburuk"
Dokter Wen mengangguk sambil memeriksa beberapa laporan yang diserahkan oleh beberapa dokter disana. Ia menatap lekat beberapa angka persentase disana.
"Kemungkinan kehilangan 25% ingatan dalam jangka waktu sebulan? Bukankah itu cukup gila?"
Dokter Wen melemparkan laporan itu dan mengecek beberapa titik-titik merah yang muncul dilayar komputer. "Sebentar lagi, tuan Park Jimin akan mengalami masa-masa yang berat. Saya harap kalian sebisanya mengurangi kadar kestressan pasien"
...Broederschap...
"Yak! Aku tidak memintamu untuk mengantarku ketempat kerjamu, paboya"
Taehyung merengek kesal melihat tingkah Yoongi yang berjalan mendahuluinya masuk ke rumah sakit.
"Diamlah. Lagipula dimana sopan santunmu pada seorang noona"
"Bukan begitu. Maksudku jika kau tidak bisa meninggalkaan tugasmu, kau hanya perlu memberiku alamat Jimin saja"
Yoongi diam tanpa ada keinginan untuk membuka mulut untuk menyangkal ucapan Taehyung. Yeoja itu justru terus berjalan tanpa menanggapi pertanyaan-pertanyaan kecil namja yang lebih muda itu.
Taehyung bingung. Mengapa Yoongi menjadi seperti ini? Mengantarnya ke tempat yang bukan ia maksud. Taehyung ingin bertemu Jimin, oleh karena itu ia meminta Yoongi mengantarnya.
Yoongi justru berhenti disalah satu ruangan khusus yang cukup besar. Taehyung diam menatap Yoongi dengan dalam.
"Ja-jangan bilang Jimin ada disana, Noona"
Yoongi diam. Menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya, "Nyatanya ia berbaring disana, Tae"
Dengan buru-buru Taehyung membuka pintu geser itu. Ia melihat sosok yang ia rindukan terbaring lemas tak berdaya yang menoleh ke arahnya dengan tatapan kaget.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broederschap [COMPLETED]
Fanfic"Kita bahkan tidak terlihat seperti saudara" "Lalu!? Kau---" "Aku akan mengakhirinya. Jangan menyerah tentang apapun. Kau memiliki segalanya" ●●● Dalam diriku, aku tidak ingin kehilangan semua milikku. Aku memang egois, terutama mengenaimu. Kita sam...
![Broederschap [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/125837481-64-k955894.jpg)