7. Terbongkar

467 68 5
                                        

September, 13rd 20XX
Kau yang meletakkan cuka diatas luka.

Air hujan tak kunjung menghilang. Padahal ada sedikit harapan agar hujan itu segera reda. Hembusan nafas kasar terdengar menghiasi rintik-rintik hujan.

"Kau tidak ingin mengantar eomma?"

Namja yang sedari tadi menatap rintik hujan itu menengok ke arah orang yang ia sayangi melebihi dirinya sendiri itu.

"Sebenarnya apa yang terjadi pada pahlawan eomma ini, hem?"

"Taehyung bertengkar dengan Jimin"

Seokjin mengelus kepala Taehyung penuh kasih sayang. Menyalurkan semua kasih sayangnya kepada satu-satunya anak yang berada disampingnya.

"Masalah Jungkook? Padahal Jungkook sudah tidak mempermasalahkannya"

Taehyung mengangguk, "Aku yang salah"

"Tidak ada yang salah diantara kalian. Eomma tau, mungkin ini yang terbaik untuk kalian. Mungkin juga Jungkook bukan jodoh kalian"

"Ne, eomma. Aku benar-benar hampir gila rasanya"

Seokjin kembali mengelus kepala Taehyung berharap rasa bersalah Taehyung mencair bersama hujan.

"Yoongi. Kau bilang pacar Jimin bernama Yoongi?"

Taehyung mengangguk.

"Ternyata dunia itu sempit ya"

"Maksud eomma?"

"Lupakan. Taksi sudah datang"

...Broederschap...

Namja tampan itu mulai melakukan recording. Ya, Namja tampan bernama Kim Namjoon. Dia masih bekerja sebagai rapper dan produser tentunya.

Hubungannya dengan kedua sahabatnya juga masih berjalan dengan baik. Terkadang meteka saling memberi kabar satu sama lain.

Hari ini hujan, Namjoon masih dipenuhi kekhawatiran luar biasa karena Jimin sama sekali belum menghubunginya bulan ini. Seingatnya ada konflik diantara si kembar itu.

"Fokus, Joon"

Suara berat Hoseok menyadarkan Namjoon yang sama sekali belum memulai untuk mengerap. "Kau baik-baik saja? Jika tidak mungkin kita bisa tunda recordingnya"

Dengan cepat Namjoon menggelengkan kepalanya, "Jimin tidak memberiku kabar apapun, tapi kudengar Irene noona sudah mengurusnya disana. Aku sedikit lega"

"Sekarang lanjutkan, Joon. Bukankah kau ingin cepat selesai?"

Namjoon mengangguk dan bersiap memulai recordingnya kembali. berusah menghilangkan perasaan cemas dan resah yang akan membuat pekerjaannya semakin kacau. Namun, perasaannya benar-benar masih kacau.

...Broederschap...

Namja yang sedang duduk diikursi roda itu menikmati indahnya pemandangan padat di China. Hampir setiap hari, ia melihat pemandangan yang sama. kepadatan didekat rumah sakitnya. setiap hari pula sang ibu senantiasa menengoknya dengan penuh kasih sayang.

Yoongi sedikit bersyukur, Jimin berubah banyak akhir-akhir ini. Awalnya memang aneh, sebab namja manja itu berubah menjadi sedikit pengerian. mungkin ia masih merasa bersalah menarik Yoongi kedalam masalahnya.

Seperti biasa, Yoongi jua membantu Jimin terapi berjalan meski itu adalah hal yang sulit. Jika kau tanya bagaimana kabar dia sejak bertengkar dengan Taehyung, maka jawabannya Jimin sudah lupa. Ya, kabar buruknya adalah ingatan Jimin yang mulai memudar. Jimin masih ingat Taehyung dengan jelas, Namun ada beberapa kenangannya yang menghilang.

Broederschap [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang