15

2.1K 230 3
                                        

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 tetapi seorang lelaki masih ber cudling ria dengan selimutnya.  Seperti biasa, pria berambut coklat itu baru akan bangun setelah mendengar teriakan~

"LEE MINHYUK BANGUN ATAU KUGUYUR KAU DENGAN AIR?!"

~Istrinya yang membangunkannya dengan cara tidak elit.

Ya Tuhan, Minhyuk juga ingin dubangunkan dengan morning kiss atau mungkin sebuah suara halus yang tepat berada di telinganya bukan malah teriakan bernada tinggi yang menyapanya di pagi hari.

Melihat Minhyuk tidak segera bangun, dengan cepat Hyura menghampiri suaminya itu.

"LEE MIN~ eeeeehhhh"

Sebelum menyelesaikan ucapannya, Minhyuk menarik istrinya itu dengan cepat ke pelukannya.

"Ya! Lepaskan aku tuan, atau aku akan~

"Kau selalu mengancamku Hyu, dan ancamanmu tidak pernah kau lakukan"

"Kali ini aku serius tuan Lee" Balas Hyura mantap.

"Kau membangunkanku dengan cara tidak elit. Tidak bisakah kau halus sedikit? bangunkan aku dengan morning kiss, atau dengan usapan di kepalaku"

"Jika aku membangunkamu dengan cara itu, kau tidak akan bangun! Tidurmu akan semakin pulas bodoh!"

Balas Hyura yang masih dipeluk oleh Minhyuk

"Mulutmu Hyu, Sekali lagi kau mengataiku. Akan kucium kau" Ucap Minhyuk, masih dengan mata tertutup.

Hyura sedikit ngeri dengan perkataan Minhyuk barusan. Ingatkan Hyura untuk tidak mengatai Minhyuk lagi.

"Bangunlah Min, ini sudah pagi. Aku juga harus bekerja" Suara Hyura tidak setinggi tadi.

"Kau mencintai pekerjaanmu?"

Mata Minhyuk telah terbuka dan digunakannya untuk menatap Hyura yang ternyata menunduk.

"Jangan menyuruhku untuk berhenti"

"Hei hei ada apa dengan nada suaramu? tadi sangat tinggi sekali, tapi sekarang? seperti tidak keluar"

"Diamlah" Balas Hyura yang masih menunduk dalam pelukan Minhyuk.

"Lihat aku Hyu. Hei lihat akuuu"

dengan terpaksa Hyura melihat suaminya itu

"Aku tidak menyuruhmu untuk berhenti bekerja. Aku tidak mau mengambil kebahagiaan istriku. Tapi bisakah kau tidak pulang larut malam?"

"Kau tidak melarangku?"

Mata Hyura berbinar.

Minhyuk hanya menjawabnya dengan gelengan.

"Kalau begitu, mandilah tuan Lee"

_________________________________________

Hyura memasuki ruang prakteknya dan meletakkan jas Putihnya di kursi. Hari ini jadwalnya tidak terlalu padat, Sehingga dia bisa pulang lebih awal dan berniat memasakkan Minhyuk sesuatu. Kasian Minhyuk, selalu memakan makanan tidak sehat.

Seperti biasa, Hyura sedang berdebat dengan Sungjae soal makanan.

"Sungjae harus makan sayur" Bujuk Hyura

"Tidak mau! Sayur pahit"

"Yang ini tidak pahit, Ayolaaaaah Sungjae"

"Tidak mauuuuuu"

"Kau harus makan sayur dan minum obat agar cepat sembuh"

"Aku akan makan, tapi tidak sayur"

"Cepat makan! nanti dokter belikan es krim mangga untukmu"

"Melon"

"Iya iya melon"

_________________________________________



Matahari telah menenggelamkan dirinya beberapa jam yang lalu. Tetapi seorang pria masih duduk di kursinya sambil ditemani setumpuk kertas didepannya.

Lelaki itu mengecek ponselnya, ada 10 panggilan tak terjawab dan 5 pesan. Semua itu dari istrinya.


Lee Hyura

Lee Minhyuk yang terhormat, kuharap kau pulang saat makan malam
03.00 pm

Min, kau sudah pulang?
06.56 pm

Min, kau tidak pulang?
Aku memasakan banyak makanan untukmu
07.34 pm


cepatlah pulang! kau tega membiarkan sup buatanku dingin?
08.03 pm

Dengan ini bisa kusimpulkan, kau lembur
Aku akan makan semua makanan ini sendiri
09.45

setelah membaca pesan dari Hyura, Minhyuk segera keluar dari kantornya dan pulang kerumah. Dan lagi, selama di mobil dia menyiapkan telinganya untuk segala omelan Hyura.

Sekarang pukul 11 malam, pesan terakir Hyura kurang lebih 1 jam yang lalu. Minhyuk benar benar akan terkena omelan istrinya.

________________________________________

Setelah membuka pintu, Minhyuk langsung ke ruang makan dan mendapat meja makan telah kosong. Apakah benar Hyura menghabiskan semuanya? Ya Tuhan, Minyuk lapar sekarang.

Setelah mengecek dapur, Minhyuk segera ke kamar dan mendapati istrinya itu sedang bermain dengan ponselnya. Hyura terlihat serius.

"Hyu" Panggil Minhyuk

"Diamlah Min, aku sedang serius"

Triple kill, penta kill

Ya Tuhan, Minhyuk sabar



_________________________________________

Pagi menjelang, kali ini tidak ada teriakan Hyura. Karena Minhyuk bangun tepat waktu. Hyura heran dengan Minhyuk, kenapa jika hari libur dia bisa bangun pagi?

Kali ini suasana meja makan sedikit mencekam, Karena Hyura sedang dalam mode galaknya.

"Hyu kau marah?"

"Tidak bisakah kau mengabariku jika ingin lembur Min? kirimlah 1 pesan yang berisi jika kau lembur. Kau hanya perlu menulis Lembur. Hanya 6 huruf"

Itulah yang Minhyuk suka dari Hyura, dia akan blak blakan ketika berbicara. Tidak membuat Minhyuk menebak nebak apa salahmya. Hyura akan langsung membicarakannya ketika ditanya. HANYA ketika ditanya.

"Aku tidak membuka ponsel ku, maafkan aku Hyu"

"Ya aku maafkan"
Balas Hyura datar

"Apakah aku haru mencari sekretaris lagi? pekerjaanku semakin banyak"

"Bagus kalau kau mencari lagi. Aku kasian pada Irene. Dia kurang cahaya matahari karenamu!"

"Aku akan mencarinya nanti"


_________________________________________

sebenarnya diriku ini lupa, Hyura dokter spesialis atau Psikolog

diriku juga lupa, apa peran Kihyun disini...

diriku juga lupa, berapa tokoh anak anak yang berpartisipasi disini....

karena semua itu ditulis secara acak dan random

Mau lebaran ge, ga niat meet up + bukber? alwaysgreentea

Just Me [Lee Minhyuk]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang