Page | o3

3 0 0
                                    

Seorang gadis mencoba menenggelamkan dirinya ke dalam laut. Perlahan-lahan tubuhnya semakin ditarik ke dasar lautan.

Lalu seorang pria berenang kearahnya, mencoba untuk menyelamatkan gadis itu. Pria itu hampir berhasil meraih tangan gadis itu, tapi.....

Dirman tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah serta tubuh yang penuh keringat akibat mimpi buruk yan dialaminya. Saat ia mencoba untuk bangun, ia merasakan sakit di bagian perutnya dan ia baru ingat kalau perutnya sedang terluka karena tertembus peluru akibat serangan beberapa hari lalu.

Dirman masih belum ingat benar dengan kejadian malam itu, saat ia dan kawan-kawannya yang lain mencoba menyerang rumah salah seorang Jendral Jepang. Dirman hanya ingat bahwa salah satu rekan yang ia percaya telah mengkhianati misi mereka.

Pria itu mengerang kesakitan saat mencoba bangun dari tempat tidurnya. Lalu seorang perempuan masuk ke kamarnya dengan membawa sebuah obat yang diraciknya sendiri, perempuan itu bertanya apa yang sedang Dirman lakukan.

"Fatma?"

"Apa yang mau kau lakukan? Padahal lukamu belum sembuh benar." celoteh perempuan bernama Fatma itu, sementara Dirman hanya terdiam memperhatikan apa yang akan gadis itu lakukan. Tiba-tiba Dirman dibuat terkejut karena Fatma yang tiba-tiba memintanya untuk membuka baju.

"APA?!"

"Cepat buka bajumu."

Dirman hanya terdiam, ia masih belum tersadar dari rasa terkejutnya akibat ucapan Fatma, "tidak mau buka? Kau ini mau sembuh atau tidak?"

Jadi tanpa persetujuan pria itu, Fatma langsung membuka pakaian Dirman sampai sebatas perut saja agar ia bisa memberikan obatnya pada luka di perut pria itu. Sesaat Dirman hanya terdiam, ia merasa malu pada dirinya sendiri dengan apa yang ia pikirkan tadi, "kudengar orang-orang Jepang itu mulai mencurigaimu."

"Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu."

"Bagaimana bisa aku tidak khawatir."

Dirman menatap Fatma yang sedang serius mengoleskan obat pada perutnya, setelah gadis itu selesai Dirman kembali merapikan pakaiannya. Fatma tidak kunjung beranjak dari duduknya, ia hanya menatap Dirman berharap kalau yang ia lihat sekarang bukanlah mimpi.

Sebenarnya Fatma sangat khawatir kehilangan pria itu. Melihat Dirman terluka begitu parah semalam, membuat Fatma sangat takut dan juga cemas kalau ia akan kehilangan pria itu.

Dirman yang melihatnya melamun, memanggil Fatma berkali-kali sambil menggerakkan tangannya tepat di depan wajah Fatma, "Kau kenapa?"

"Tidak."

Ingin sekali rasanya Fatma membawa pria itu lari, ke tempat yang aman di pegunungan. Membangun keluarga kecil yang bahagia. Fatma ingin mengatakan hal itu, jika saja ia bisa

"Utari..." Fatma mendengar suara Dirman yang menyebut nama Utari dan perempuan yang disebut namanya itu sedang berdiri di depan pintu mengamati Dirman dan Fatma.

Fatma berjalan keluar sementara Utari berjalan masuk menghampiri Dirman. Jika sudah seperti itu tidak ada yang bisa Fatma lakukan, karena status Utari yang merupakan istri Dirman.

Sementara dirinya hanya perempuan yang sudah pria itu selamatkan dari kejaran pihak Jepang dan diperbolehkan tinggal disana, karena dirinya yang hanya sebatang kara dan tidak memiliki tempat tinggal.

│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫ █ ♪│▌♫

Dirman meletakkan tangannya di bahu Utari, saat gadis itu mencoba untuk menempelkan bibirnya pada bibi milik Dirman, "maaf Utari."

Gadis itu sudah tidak terkejut lagi dengan sikap Dirman yang selalu menolak sentuhannya dengan alasan kalau umur Utari yang masih terlalu muda. Sebenarnya bukan itu alasan yang sebenarnya, Utari tahu kalau pernikahan yang dilakukannya tidak didasari dengan cinta, melainkan paksaan dari ayahnya. Namun, bukan berarti Utari tidak mencintai Dirman.

Justru ia sangat mencintai pria itu, karena itulah ia memaksa ayahnya agar menikahkannya dengan Dirman. Bahkan ayahnya sendiri juga sempat menentangnya karena umur keduanya yang terpaut cukup jauh dan umur Utari yang masih terlalu muda untuk menikah. Namun, pada akhirnya pernikahan itu tetap terjadi seperti keinginan Utari.

Utari berharap bisa menjadi milik Dirman seutuhnya, tapi Pria itu tidak pernah sekalipun memberikan hatinya dan bahkan belim pernab sekalipun menyentuhnya sejak mereka menikah.

"Utari..."

"Iya?"

"Pergilah ke kamarmu dan istirahatlah. Kau tidak perlu menemaniku, aku bisa menjaga diriku sendiri."

Meski Dirman berkata seperti itu. Namun, Utari sendiri tidak berpikir demikian. Meski umurnya masih mudah, tapi ia bukan lagi anak-anak. Ia tahu apa yang Dirman pikirkan. Dirman mencintai Fatma, setelah ia pergi maka Fatma bisa datang ke kamar Dirman. Utari pikir, Dirman sungguh pria yang licik.

"Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku. kau juga istirahatlah."

Dirman hanya mengangguk sekali, lalu setelah Utari pergi, ia langsung memposisikan dirinya terlentang diatas tempat tidur dan bersiap untuk tidur. Namun, masih ada saja hal yang membuatnya terjaga. Sekali lagi ia terpikirkan tentang Fatma.

Jujur saja Dirman memang Menyukai Fatma. Ia masih menyukai perempuan itu meski 5 tahun sudah berlalu. Jauh sebelum ia bertemu dan menikahi Utari, Dirman lebih dulu menyukai Fatma dan ingin menikahi gadis itu.

Dulu Fatma dikenal sebagai kembang desa di kampungnya, parasnya benar-benar cantik dan sifatnya juga sangat baik membuat Dirman sampai jatuh hati padanya. ia pernah menjadi pria yang beruntung karena memiliki Fatma. Namun, takdir membuatnya harus menikahi Utari dan pindah ke kota.

Namun takdir juga mempertemukan mereka kembali, Dirman menyelamatkan Fatma yang akan dijual oleh para pihak Jepang untuk di jadikan budak. Karena Fatma yang sudah tidak memiliki tempat tinggal dan hidup sebatang kara, atas izin Utari Fatma pun tinggal di rumahnya. Menemani keseharian Utari agar gadis itu tidak kesepian.

Alasan kenapa ia mau menikahi Utari, hanya untuk membalas budi karena ayah Utari sudah membantunya selama ini.

Karena keadaan yang sedikit rumit itu, tidak ada yang bisa Dirman lakukan. Disaat negara sedang dijajah seperti ini perasaan pribadinya tidaklah penting. Tapi mungkin suatu hari nanti, saat tanah air mereka sudah merdeka, ia akan membawa gadis itu bersamanya.

‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎

PRAY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang