Jam menunjukkan pukul 19.30 malam, acara hampir di mulai. Semua orang sudah ada di pesta itu termasuk Syakir dan Danis.
Mereka berdua memakai jas yang bagus sambil menatap ke atas tangga, mungkin mereka lagi nungguin aku.😊
Tak lama kemudian, aku turun dari tangga perlahan karena rokku lumayan besar. Sambil menatap mereka berdua yang sedang melongo melihatku. Dengan baju warna pink disertai dengan jepit rambut yang juga berwarna pink, sepatunya juga selaras dengan bajuku. Semuanya terkagum saat melihatku di pesta terutama mereka berdua yang dari tadi menatapku terus.
Aku duduk di kursi ruang tamu sambil ngobrol dengan Veve.
"Gak nyangka, Sabyan bisa secantik ini yah? ",puji Veve padaku.
"Biasa aja Ve, lagian bukan aku aja kok yang cantik, tapi semuanya, termasuk kamu",jawabku sambil tersenyum padanya.
Veve menjadi malu atas perkataan ku tadi.
Jam menunjukkan pukul 8 malam. Acara akan segera dimulai. Yang menjadi pembawa acaranya adalah Sinta.
"Test test satu dua tiga"Suara Sinta sambil memukul mic nya.
"Baik, para sahabat ku semuanya, aku mengadakan acara pesta ini karena kita menyambut kehadiran dua cowok yaitu Danis dan Syakir, tidak hanya itu aku juga ingin bersenang senang dengan kalian semua. Kita semua memang jarang berpesta, tapi gak papa kan kalo kita melakukannya sekali saja di rumah ini... "
Semua orang pun bersorak atas kerja sama Sinta yang ingin mengadakan pesta di rumah ini.
Hal pertama yang kami lakukan adalah berdansa di tempat itu, semua mendapatkan pasangannya masing masing. Tapi aku bingung, aku harus kencan dengan siapa, Danis atau Syakir.
Tiba tiba Danis menemuiku, dan menundukkan kepalanya sambil mengulurkan tangannya padaku.
"apakah kau ingin berdansa denganku sayang? ",tanya Danis.
Aku bingung untuk menjawabnya, tapi tubuhku lemah oleh perkataan Danis, yasudah aku mengiyakannya.
"Iya, aku mau".
Aku memegang bahu Danis, dan Danis memegang pinggangku. Entah kenapa, aku merasa geli. Kami pun saling tatap tatapan sambil berdansa.
Tak lama kemudian, aku kehilangan fokus dan aku hampir jatuh , tapi tidak, Danis segera menangkapku dan memegangi pinggulku erat sampai wajah kami berdua bisa terlihat jelas. Jantung ku berasa berdetak tak karuan, tubuhku lemah dalam pelukannya. Aku tidak bisa apa apa lagi.
Danis pun melespakanku dari dekapannya.
"Kamu gak papa? ",tanyanya dengan khawatir.
"aku gak papa kok, untung saja kamu segera nolong aku, kalo enggak.... "belum aku lanjutkan perkataanku. Dia sudah memotong nya.
"gak usah dilanjutin ya! ",jawab Danis dengan penuh kelembutan.
"ee iya... ".
Aku melihat Syakir tidak jauh dari kami. Tapi, kulihat dia sedang mengepalkan tangannya kuat kuat, hingga wajahnya marah menatap kami berdua.
Apa dia cemburu dengan kami berdua? "batinku.
Tak lama, Syakir langsung pergi begitu saja dan tidak mengatakan apapun. Hatiku menjadi tidak enak melihatnya seperti itu. Aku merasa bersalah kepada sahabatku, karena telah membuatnya marah. Aku pun lari untuk menemuinya.
***
Kenapa ya sama Syakir??
Moga gak papa yah.
Kepo nih gimana selanjutnya.
Vote and comentarnya.
Next
