22. Leave Me

22 2 0
                                    

Aku mendatangi Tae ha hyung yg sedang duduk disofa menungguku. Dia memasang wajah yg serius. Aku tidak bisa menebak apa yg akan ia katakan.
Bukan..

Aku takut utk bisa menebak apa yg akan ia katakan. Terlalu takut.

"ada apa hyung.? "tanyaku perlahan.

Dia menyodorkan sebuah kotak berwarna merah padaku." apa ini? "

" bukalah. "

Aku membukanya. Dari Hana. Aku sedikit tersenyum sebelum aku menyadari ada sesuatu yang salah. Kenapa harus melalui perantara pamanya.?. Dia bisa memberikan ini langsung padaku.

Isi kotak ini adalah 2 boneka kecil.

. Ah ini adalah kesukaan nya. Ada secarik surat juga dibawahnya.

Kyungsoo oppa. Mianhe..

Saat ini aku benar-benar minta maaf. Karena aku harus pergi. Benar-benar pergi darimu. Jadi, jangan pernah kau menungguku. Karna semua itu akan sia-sia. Karna aku tidak akan kembali.

Berbahagialah...

Jangan pernah tanyakan alasan kenapa aku pergi. Bukan karena aku tidak mencintaimu. Bukan. Tapi, karna aku benar-benar mencintaimu. Aku takut sesuatu yg tidak bisa aku lalui. Aku tidak lagi bisa menunggumu.

Hae chan oppa mendatangiku. Dia mengatakan kalau dia mencintaiku. Aku harus pergi dengannya. Aku bahagia, oppa. Jadi, kau juga hatus bahagia. Aku tidak bisa terus menerus menahan mu.

Dan boneka ini. Kau pasti tau ini adalah boneka kesayangan ku. Ini boneka pertamaku saat aku kecil.

Aku bukan ingin memberikan ini padamuTapi, kau harus memberikan ini pada orang yg akan kau cintai. Sampaikan padanya kalau boneka ini dari oranga yg pernah mencintaimu.

Aku percaya kalau kau bisa oppa. Nyanyian mu itu bisa membantu semua orang yang membutuhkan nya.

Utk terakhir kalinya. SARANGHEO...
. . . . . . . . . . . Kim Han Na.

Aku menatap kedua boneka yg ada di tanganku. "apa Hae chan benar-benar bisa membuatnya bahagia?"

"kalau itu yg dipikirkan Hana. Pasti mereka bisa melalui itu semua. "

" apa aku yg terlalu menyakitinya? Aku terlali lama membuatnya menunggu. Aku juga tidak tau sampai kapan aku harus membuatnya menunggu. Apa lebih seperti ini? ". Aku menundukkan kepalku dalam. Menyembunyikan aliran air yg mengalir dipipiku.

" ani kyungsoo. Hana slalu ingin kau bahagia. Jadi, jangan kau sakiti dirimu seperti ini. Hana sudah memilih jalannya. Jadi jangan kau menunggunya lagi. Kau harus maju kedepan. "

Aku menarik nafas dalam. Ahh... Akhirnya dia meninggalkan aku juga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
10 tahun kemudian.

Aku tidak pernah tau lagi harus kemana... Aku berada dirumah. Tapi, aku benar-benar tidak berada dirumah.

Berbagai macam wanita yg orang tua ku carikan utk ku semua tidak ada yg seperti aku cari.

Aku menginginkan Hana. Hanya Kim Hana yg bisa benar-benar membuatku gila. Sudah 10 tahun dia meninggalkanku. Tapi, belum juga aku bisa melupakan dia?
Mungkin saja dia sudah sangat bahagia sekarang.

"kau masih memikirkan dia Hyung? "tiba-tiba Kai duduk disampingku.

" aku benar-benar tidak bisa melupakan dia Kai. Aku tidak tahu hatus melakukan apa lagi sekarang. "

Kai merangkulku." aku memiliki kabar tentangnya. Kalau kau mau mengetahui nya. Kau temuilah temanku. Dia berada di Jepang sekarang. Kalau kau mau, kau bisa ikut denganku kesana. Aku akan menemuinya minggu depan. Bagaimana? "

Aku diam. Masih pantaskah aku menemuinya? Tapi, aku sangat ingibtau keberadaannya. Setidaknya. Aku aku harus tau bagaimana kabarnya." baiklah


. Aku ikut denganmu. Tapi , apa dia benar-benar mengenal Hana.? "

" sangat mengenalnya... "

" baiklah.. "
.
.
.
.
.

you're my place home. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang