A Bun segera menghentikan meditasi penyembuhannya.
Segera ia menghampiri tubuh gurunya, Pendekar Kaki Kilat.
Ketika ia meraba denyut nadinya, ia terkejut karena denyutnya sangat lemah!
Ditotoknya beberapa jalan darah untuk memperlancar peredaran jalan darah gurunya.
Lalu ia pun memberi minum obat untuk penguat tubuh dan tenaga.
Kaki Kilat pun meminumnya.
A Bun kemudian membawa gurunya ke ruang meditasi Pendekar Kaki Kilat sendiri.
Setelah membaringkan tubuh gurunya, A Bun memberikan minum.
Pendekar Kaki Kilat akhirnya bisa sadar kembali.
Ia tersenyum kepada muridnya ini,
"Terima kasih A Bun, untuk pertolonganmu" Kaki Kilat mengucap syukur karena muridnya ini memang murid yang berbakti kepada gurunya, walaupun bakatnya terbatas dan lebih berhasrat ke pengobatan.
"Guru, apa yang terjadi?" A Bun meminta penjelasan.
"Ha... ha.... Manusia berusaha, namun Tuhan menentukan... Kamu ingat beberapa bulan lalu guru kembali dari perjalanan keliling dunia persilatan?" Kaki Kilat mengingat-ingat kembali.
"Tentu saja guru. Sejak itu guru tidak pernah keluar dari ruang meditasi" A Bun menjawab pasti.
"Saat itu saya pulang dengan luka dalam yang cukup parah sehingga harus memulihkan kondisi di dalam ruang meditasi dan tidak dapat melatih jurus-jurus silat kepada kalian" Kaki Kilat menjelaskan.
"Siapa orang yang bisa membuat guru terluka seperti itu?" A Bun terperanjat.
Karena setahu A Bun, gurunya adalah salah satu pendekar paling top di dunia persilatan.
Lawannya bisa dihitung dengan jari tangan.
"Orang ini memang tidak pernah dikenal sebelumnya. Melihat dari logat dan postur tubuhnya, ia bukanlah orang sini. Ia berasal dari luar. Guru tidak tahu tepatnya, karena sepertinya ia campuran dari beberapa etnis. Ia menantang guru lewat surat yang ditujukan ke perguruan, sehingga guru pun datang ke tempat yang telah ditentukan. Nama orang itu adalah George. Sama sekali tidak ada gelar karena dunia persilatan tidak mengenalnya. Namun ilmunya sangat mengejutkan!" Kaki Kilat menjelaskan.
"Maksud Guru, ia bisa menandingi guru?" A Bun menduga.
"Betul. Saya bahkan sudah mengerahkan seluruh jurus andalan perguruan. Hanya dengan pengalaman dan tenaga dalam yang sudah matang, saya berhasil mengalahkan dia! Itu pun dengan pengorbanan yang sangat besar karena guru menderita luka yang tidak ringan!" Kaki Kilat menambahkan.
"Wah luar biasa... muncul pendekar yang tiba-tiba memiliki ilmu yang mumpuni!" A Bun benar-benar terkejut.
"Guru berhasil mengalahkan dia, namun ia berjanji akan kembali menuntut balas!" Kaki Kilat mengutarkan bagian yang masih perlu diperhatikan.
"Wah akan sangat berbahaya kalau ia datang lagi dan telah mencapai puncak ilmunya!" A Bun menduga-duga.
"Benar sekali. Sekarang ini guru telah terluka sangat parah yang tidak bisa lagi disembuhkan. Pertempuran melawan Wei Xie di saat guru sedang sakit menyebabkan luka yang ada tak tersembuhkan. Namun guru terpaksa turun tangan kalau tidak perguruan kita akan hancur dan para murid diperkosa oleh penjahat cabul itu. Lebih baik saya mati daripada hal itu terjadi" Kaki Kilat menjelaskan asal-usul lukanya.
"Ah... guru telah mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan kami semua. Sungguh budi guru sangat besar!" A Bun separuh bersyukur separuh bersedih.
A Bun tahu ini adalah pertemuan terakhir ia dengan gurunya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tarian Sepasang Kekasih
AcciónKisah bersambung ini hanyalah rekaan semata dan hanya untuk mengisi waktu belaka. Kisah ini dibuat dengan gen-re silat. Maklum penulis sangat suka baca cerita silat. Di samping itu kisah ini memang berlatar kisah kehidupan cowo penyuka sejenis alias...
