Part 9

256 11 0
                                        

A Sun ditemani sang monyet Yeti tinggal bersama dalam ruangan di gua tersebut.

Setiap hari A Sun merawat luka sang monyet dengan telaten.

Lama-kelamaan luka Yeti tersebut membaik.

Alat kelamin yang terluka parah pun sekarang sudah membaik.

Luka dalamnya sudah mulai sembuh.

Kondisi yang membaik memungkinkan sang Yeti sudah dapat bangkit dan bergerak.

Lalu A Sun membawa sang Yeti ke tempat semedi dan mengajarinya untuk melakukan meditasi.

Sang Yeti pun mengikuti apa yang dilakukan A Sun.

Ternyata hasilnya membuat sang Yeti membaik.

Secara bergantian mereka menggunakan tempat meditasi itu dan memperoleh manfaat yang memuaskan.

Baik A Sun dan Yeti pun pulih seperti sedia kala.

Sang Yeti pun sangat gembira.

Ia sepertinya ingin membalas budi kepada A Sun.

Ia melayani A Sun sebagai majikannya.

A Sun makan, mandi , buang air di tempat itu.

Ia tidak malu untuk melepaskan semua pakaiannya untuk mandi.

Baginya Yeti hanyalah sesosok binatang saja.

Namun anehnya sang Yeti seperti mengerti tubuh manusia.

Mungkin memang mirip dengan tubuhnya sendiri.

Saat A Sun mandi, ia pun ikut mandi.

A Sun senang juga punya teman untuk bermain.

Mereka berdua bisa bermain-main air.

Ia seperti nya bisa memahami manusia.

Ia menikmati bermain bersama dengan A Sun.

Tenaga Yeti ini juga sangat besar.

Saat ia bermain, ia bisa menggendong tubuh A Sun dan membawany a lari ke sana ke mari.

Mereka benar-benar menikmati kebersamaan.

Saat acara mandi, mereka berdua saling memandikan.

Karena tubuh Yeti besar dan banyak bulunya, cukup lama juga untuk A Sun membersihkannya.

Saat memeriksa tubuh Yeti, A Sun mempelajari bahwa hawa murni Yeti yang awalnya hilang sama sekali, namun anehnya sekarang hawa murninya telah kembali.

Bagaimana mungkin hawa murni yang sudah hilang bisa didapat kembali secepat itu?

Sepertinya Yeti memiliki bakat alamiah untuk memulihkan hawa murninya.

A Sun mempelajari keanehan ini.

Memang apa yang terjadi dengan Yeti ini sangat aneh.

Ia benar-benar seperti manusia.

Hanya tubuhnya saja berukuran raksasa.

Dipenuhi dengan bulu-bulu.

Tapi ia bisa menangis dan tersenyum senang.

Sayang bahasanya berbeda dengan bahasa manusia, jadi ia tidak mengerti bahasa Yeti.

Barangnya pun seperti manusia.

Hanya ukurannya lebih besar dan panjang!

A Sun pernah melihatnya saat barang itu mencapai ukuran puncak.

Tarian Sepasang KekasihCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang