Awalnya A Sun tidak mengetahui ketagihan Siaw Hung akan tubuh para brondong.
Ia hanya melihat penderitaan Siaw Hung semata.
Siaw Hung berusaha menenangkan tubuhnya agar tidak memberontak.
Tubuhnya gemetar dan meronta-ronta ingin dipuaskan.
Beruntung ia sudah memakan barang Wei Xie yang sangat besar sehingga untuk sementara bisa memuaskan tubuhnya sementara waktu. Namun setelah itu efek sampingnya muncul.
Saat efek sampingnya muncul, maka yang timbul penderitaan.
Ia tahu ia perlu dipuaskan dan di sana ada brondong yang siap untuk memuaskannya.
Namun tidak mungkin ia 'memakan' A Sun.
Orang yang telah begitu baik dan selama ini menolongnya, serta satu-satunya sahabatnya.
Pertentangan antara kebutuhan fisik nya dan keberadaan orang yang disayanginya terus muncul di dalam dirinya.
Kalau ia mengikuti kemauannya, ia ingin melahap saja A Sun.
Tapi ia sadar tidak boleh ia melakukannya.
Pada awalnya ia bisa mengatasi pertentangan ini, karena kebutuhan fisiknya itu masih lemah.
Namun semakin hari kebutuhan itu semakin terasa dan meningkat!
Ia seakan-akan sudah tidak kuat lagi menahannya.
Kalau sudah seperti itu, ia seperti orang gila.
Ia hanya bisa membuat dirinya lupa ingatan.
Ia ingin agar saat itu datang, ia sedang tertidur atau pingsan.
A Sun yang heran dengan perilaku Siaw Hung menanyakan hal itu.
Ia bermaksud menolong, hanya tidak tahu caranya.
"Ko Hung apa yang sedang terjadi? Kenapa tubuh Koko seperti kejang-kejang?" A Sun bertanya.
"Eh.... Tidak apa-apa adik Sun." Siaw Hung mengelak memberikan jawaban.
Namun karena berkali-kali tubuh Siaw Hung seperti itu, A Sun mendesak jawaban Siaw Hung.
"Ko Hung.... Koko harus jujur. Apa yang sedang terjadi? Kenapa tubuh Koko kejang-kejang seperti itu?" A Sun mendesak.
"Eh..... Ini gara-gara Koko melatih jurus Menghisap Keperjakaan" Siaw Hung akhirnya mengaku setelah terus ditanya A Sun.
"Koko bisa jelaskan lebih rinci?" tanya A Sun lagi.
"Ilmu Menghisap Keperjakaan adalah ilmu yang menuntut orang yang melatihnya untuk mendapat hawa murni dari orang yang masih perjaka secara rutin. Kalau Koko tidak melakukannya , maka tubuh Koko akan mengalami kejang-kejang seperti adik Sun lihat" Siaw Hung dengan malu menjelaskan.
"Astaga!! Ilmu apa seperti itu? Buat apa Koko belajar ilmu seperti itu? Lebih baik Koko buang saja ilmu itu!" A Sun mengusulkan.
"Eh.... Karena Koko ingin cepat-cepat menguasai ilmu yang tinggi." Jawab Siaw Hung
"Tapi bukannya Koko bisa berlatih jurus-jurus perguruan kita saja?" A Sun bingung.
"Benar. Hanya Koko ingin cepat-cepat bisa mengalahkan A Han!" jawab Siaw Hung.
"Eh... untuk apa begitu Ko?" A Sun minta penjelasan.
"Dia telah menghancurkan hidup Koko!" Siaw Hung terdiam.
"Maksud Koko?" A Sun bingung.
"Kamu tidak tahu, selama ini saya telah dihina, diancam dan bahkan diperkosa oleh A Han dan para begundalnya di perguruan!" Siaw Hung mengungkapkan unek-uneknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tarian Sepasang Kekasih
AksiKisah bersambung ini hanyalah rekaan semata dan hanya untuk mengisi waktu belaka. Kisah ini dibuat dengan gen-re silat. Maklum penulis sangat suka baca cerita silat. Di samping itu kisah ini memang berlatar kisah kehidupan cowo penyuka sejenis alias...
