Sambil menunggu Siaw Hung mendusin, A Sun mempelajari reaksi Siaw Hung tadi.
Ia sudah mendapat banyak masukan tentang kondisi Siaw Hung.
Ia bertekad akan mencoba mengatasinya.
Pertama berkaitan dengan hawa racun di dalam tubuh Siaw Hung
Baru saja ia berhasil membantu Siaw Hung mengeluarkan racun dari tubuhnya
Tampakanya sudah berhasil.
Siaw Hung tidak perlu sampai menghabisi korbannya dengan menyodominya dan mengeluarkan racun di dalam tubuh korban.
Itu pasti penyesatan dari pencipta ilmu itu yang memang merupakan seorang datuk sesat yang ingin membunuh para brondong demi kepuasan batin belaka.
Betapa mengerikan manusia yang kejam.
Mereka memang ingin merusak sesama dengan kekejaman mereka.
Hanya aliran darah di kepala dan selangkangan Siaw Hung yang belum berhasil diatasi.
Ini membuat nafsu Siaw Hung sangat hebat.
Itu yang membuatnya seperti tidak sadarkan diri.
Tadi ia hanya berhasil meniadakan gejalanya saja.
Bagaimana kalau sampai terjadi lagi dan dia kalah?
A Sun memang tidak mengetahui kejahatan ilmu ini.
Selama orang yang melatihnya belum mendapat kepuasan, nafsunya akan timbul kembali.
Bahkan lebih dahsyat!
Memang ilmu ini diciptakan oleh penjahat maka siapa pun yang melatihnya akan mengikuti kemauan si penciptanya
Itu menjadi pelajaran bagi siapapun juga.
Jangan sembarang belajar ilmu yang tidak benar.
Dampaknya mungkin sampai selamanya.
Setelah timbul korban barulah nanti disesali.
Sambil menganalisa kondisi Siaw Hung, A Sun menyiapkan makanan.
Sangat sederhana, karena yang ada hanya tumbuh-tumbuhan dan ikan.
Ia pun memanggang ikan yang berhasil ditangkapnya.
Tanpa bumbu apa pun ikan dibakar di atas api.
A Sun hanya menutupi ikan itu dengan daun-daunan.
Di samping itu, A Sun pun memetik buah-buahan yang ada di sana.
Memang menu sehari-harinya hanya itu saja.
Bahan yang memang benar-benar terdapat di jurang itu.
Namun ia sudah bersyukur bahwa semuanya itu cukup tersedia.
Bahkan air yang ada pun sangat jernih dan bisa diminum!
Saat A Sun sedang menyiapkan makanan, Siaw Hung terbangun.
Hidungnya dapat mencium bau harum masakan yang dibakar.
Karena ia memang belum makan, maka perutnya keroncongan.
Mencium baru harum makanan membuatnya terbangun.
Segera A Sun dan Siaw Hung menikmati makanan yang sudah tersedia.
Walaupun lauknya sederhana, tetapi karena dimakan dalam kondisi lapar, maka mereka sangat menikmatinya.
Mereka makan tanpa memperhatikan bahwa tubuh mereka sama sekali tidak tertutup apapun
KAMU SEDANG MEMBACA
Tarian Sepasang Kekasih
AksiKisah bersambung ini hanyalah rekaan semata dan hanya untuk mengisi waktu belaka. Kisah ini dibuat dengan gen-re silat. Maklum penulis sangat suka baca cerita silat. Di samping itu kisah ini memang berlatar kisah kehidupan cowo penyuka sejenis alias...
