OS 011 - It Hurts

3.1K 277 73
                                        

Ibuku menjadi janda saat aku berusia 10 tahun. Hidup kami menjadi serba kekurangan semenjak ditinggal pergi oleh ayah, oleh karenanya ibu mulai mengikuti kencan buta untuk mencari suami yang bisa mencukupi kebutuhan kami. Kemudian ibu bertemu dengan seorang pria kaya.

Pria itu dua tahun lebih tua dari ibuku, tetapi masih belum menikah dengan alasan terlalu terbuai oleh pekerjaan yang digelutinya. Ibu membawanya ke rumah dan memperkenalkannya kepadaku. Kami bertiga bercengkrama dengan baik. Pria itu ramah dan terlihat cerdas, aku tidak keberatan bila dia menggantikan posisi ayahku.

Dua minggu setelah itu mereka menikah. Pergi bulan madu ke luar negeri tanpa mengajakku. Aku dititipkan di rumah nenek dan kakek tiriku. Meski hanya kakek dan nenek tiri, kedua lansia itu sangat baik dan mereka merawatku sepenuh hati, seolah aku ini cucu kandung mereka.

Kehidupanku jauh lebih baik. Aku disekolahkan di sekolah terbaik. Sebagai rasa syukur dan ucapan terimakasih, aku selalu mendapatkan posisi pertama dalam ujian, menjadi siswa paling cerdas untuk membanggakan mereka.

Dua tahun penuh ibu dan ayah tiriku tidak pulang ke Jepang, hanya sesekali dalam seminggu mereka melakukan video call denganku. Mereka meminta maaf karena tidak ada disisiku dan berjanji akan segera kembali dengan membawa hadiah besar untukku. Aku tidak keberatan dengan ketidakhadiran mereka, hanya dengan memberikan fasilitas yang mumpuni aku sudah sangat berterimakasih.

Lalu saat musim dingin datang, hadiah yang mereka janjikan berhasil mengguncang hatiku. Kala itu aku tengah duduk di meja belajar, berkutut dengan rumus fisika. Suara ketukan pintu mengganggu konsentrasiku. Aku menghentikan kegiatan dan berjalan ke pintu. Saat ku buka ada ibu dan ayah tiriku yang berdiri bersisian. Tapi bukan itu yang menjadi fokusku, melainkan pada buntalan dalam pelukan ibuku. Ada bayi berkulit kemerahan tengah tertidur dalam gendongan ibuku.

Mulut kecil itu agak terbuka, memperlihatkan gusi tanpa giginya yang terlihat rapuh. Hidung kecilnya sangat lucu, begitu mungil dan menggemaskan. Aku melihat pada ibuku. "Itu...?"

Ibu tersenyum lebar, dia terlihat begitu bahagia. "Ini hadiah untukmu. Ibu memberikan adik kecil untukmu," ucapnya saat itu.

Aku ikut tersenyum, tanganku terulur untuk menyentuh pipi gembil adik kecilku, merasakan kelembutan pipinya melalui sentuhan tangan. Saat kulit tanganku menyentuh pipinya dia membuka matanya. Sepasang mata cantik memandang polos ke arahku. Matanya seperti langit musim panas, membawa siapapun yang melihatnya pada kehangatan. Senyumku kian melebar.

Aku memang selalu mendamba seorang adik, tapi aku tak pernah menyangka kalau sebegitu kuatnya kebahagiaanku saat mendapatkannya. Aku merasa seperti separuh jiwaku yang hilang telah diketemukan.

"Senang melihatmu bahagia." ayah tiri menepuk kepalaku pelan. "Kau harus menjadi kakak yang baik untuk Naruto."

"Naruto?"

"Itu nama adik kecilmu, Itachi-niichan," ucap ibuku menggoda, aku membalasnya dengan senyum senang. Tanganku terus mengelus-elus pipi Naruto-ku yang halus.

Naruto... kau adalah milikku.

...

Disclaimer :

Characters © Masashi Kishimoto

FanFic © Okada Hikami

ItaNaru! |Yaoi! |Incest! |Bromance!

Special for ZerOrenji

Maafkan karena ini tidak mellow seperti yang kamu inginkan ☹

Nggak tau ni rated m atau bukan :v

ONESHOOT (ItaNaru!) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang