OS 012 - I Love U

2.7K 276 19
                                        

Disclaimer :

Characters © Masashi Kishimoto

FanFic © Okada Hikami

Seorang pria mengaku cinta kepadaku. Dia sering memberiku hadiah dan pesan-pesan manis. Tapi aku tidak mengenalnya. Bagiku dia hanya orang asing yang keberadaannya baru aku ketahui.

Uchiha Itachi. Begitu dia menyebutkan namanya. Seorang senior dari jurusan sains.

Dia pria yang tampan. Dengan wajah rupawan yang dia miliki kuyakin akan ada banyak wanita mengantri untuk bisa bersamanya. Tapi aku tidak tahu mengapa dia malah memilihku yang jelas-jelas seorang lelaki, sama seperti dirinya.

Aku bukan gay, tapi aku tidak membenci mereka. Bagiku itu pilihan dan bukannya penyakit yang mesti ditakuti atau dibenci, apalagi sampai dijauhi.

Hari ini dia kembali datang. Tubuh jangkungnya berdiri di ambang pintu kelasku. Tangannya melambai kepadaku. Dan dibibirnya yang tipis terlihat senyum manis.

Aku bergerak mendekat. Tengadah untuk melihat pada sepasang mata cantiknya yang seperti batu onyx. Aku selalu merasa dicintai tiap kali melihat kedalam matanya. Dia memandang aku seolah aku ini sesuatu yang paling berharga, yang dia jaga dengan seluruh hidupnya. Perasaan dicintai ini terkadang menciptakan desir aneh pada dadaku.

"Ayo pulang bersama," ajaknya. Aku menganggukkan kepala dan melihat pada jam dinding di atas papan tulis, itu baru menunjukkan pukul 12 lebih beberapa menit. Masih ada beberapa jam lagi menuju waktu pulang. "Tidak sekarang tentu saja," katanya, membuat aku menoleh kembali padanya.

Aku terkekeh kecil. Aku sempat berpikir dia akan mengajak bolos. "Apa senpai sudah makan siang?" aku bertanya basa-basi, yang tak kusangka akan dia jawab dengan gelengan kepala.

"Aku malas ke kantin dan ibu tidak membuatkan bekal," ucapnya dengan wajah merengut. Tangannya yang besar berada di atas perutnya sendiri, mengusap-usap seperti orang kelaparan.

Malas ke kantin, tapi dia begitu bersemangat mengunjungiku. Itachi memang pria yang menarik dan unik.

Aku menarik tangannya yang berada di atas perut dan membawanya menuju tempat dudukku. Aku sempat melihat dia memandang pada tangannya yang dipegang olehku, dan senyuman kembali muncul di atas bibirnya. Entah mengapa aku merasa bahagia tiap kali melihat dia tersenyum.

Aku memintanya untuk duduk di kursiku. Aku membalik kursi yang ada dihadapan mejaku hingga berhadapan dengan Itachi. "Ada bento buatanku sendiri di dalam laci meja. Ambil dan makanlah," kataku padanya.

Itachi terlihat senang. Dia mengeluarkan bento dari laci dan membuka tutupnya. Tadi pagi aku membuat dua bento yang awalnya akan aku berikan pada Kiba sebagai ucapan selamat ulang tahun dariku, tapi anak itu absen hari ini. Mungkin bento itu memang sudah ditakdirkan untuk masuk kedalam perut Itachi.

Dia dengan lahap memakan bento itu sampai beberapa kali tersedak. Untung kelasku tidak pernah kekurangan air. Kami memang sengaja menyediakan stok minuman di dalam kelas.

"Ah, kenyang sekali. Makanan buatanmu enak sekali," pujinya, terlihat begitu puas. "Apa kau bersedia bila aku meminta untuk dibuatkan bento?" dia membuat mimik penuh harap.

Aku tak tega bila harus membuatnya bersedih dengan penolakanku. "Tentu saja tidak."

Aku pernah membuat dia kecewa dengan menolak pernyataan cintanya. Cukup sekali aku melihat wajah sendunya, aku tidak ingin melihatnya lagi.

ONESHOOT (ItaNaru!) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang