"Jadi, kamu haise, saudara kembarnya kaneki?" tanya Touka berusaha sopan.
Haise malah tertawa ringan.
"Saudara kembar? Haha, bukan begitu. Si kaneki itu cuma parno karena kemarin kena serangan panik, jadi biarkanlah dia istirahat dulu. Jadi aku yang menggantikannya, " Haise berbicara seolah-olah itu sudah jelas.
Touka kebingungan akan menjawab apa, namun Haise malah melanjutkan berbicara.
"Jadi, ada keperluan apa kamu kesini, Touka?"
"Aku mau mengajak Kaneki mengerjakan kerja kelompok biologi. Aku dan dia satu kelompok lagi. "
Haise bersiul ringan.
"Wow kamu sering sekali dapat tugas kelompok sama Kaneki. Jangan-jangan kalian jodoh."
"Bu-bukan! Kami cuma teman! "
"Bercanda, bercanda. Ayo, masuk ke rumah saja, Touka. Biar kita bisa mengobrol di dalam, " Haise membukakan gerbang rumahnya.
"Terima kasih atas tawarannya, Haise. Tapi sepertinya Kaneki tidak ada. Jadi aku berencana mau pulang saja. "
"Secepat itu? Ayolah. Aku janji akan membantumu mengerjakan tugas biologi. Aku yakin Kaneki tidak keberatan. Please." Haise memohon kepada Touka dengan mata memelas.
Sial, Haise kelihatan imut sekali. Pikir Touka.
"Ehem. Kurasa, kalau sebentar saja tidak apa-apa? "
Haise tersenyum riang dan langsung menarik tangan Touka agar masuk ke dalam rumah.
"Yes, okee ayo silahkan masuk."
Touka mengikuti Haise masuk ke dalam rumah. Terlihat rumah sederhana namun bergaya modern.
"Ayah dan ibu masih bekerja di kantor, jadi aku sendirian disini . Tapi sepertinya ibu akan pulang sebentar lagi. " jelas Haise
" Tunggu sebentar ya, aku mau menyiapkan meja buat belajar, " ujar Haise sembari naik ke tangga lantai dua.
Touka memperhatikan foto keluarga yang tergantung di dalam rumah. Nampak pak Amon berdiri dengan gagah, disampingnya juga ada sesosok wanita cantik berambut blonde yang disanggul kecil, paras wanita itu terlihat seperti boneka barbie. Di tengah tengah pak Amon dan istrinya, nampak Kaneki yang kelihatannya masih usia SMP. Rambut Kaneki yang putih tersisir rapi, dan Kaneki mengenakan setelan jas berwarna hitam, ia terlihat tersenyum malu malu di hadapan kamera.
Aneh sekali. Kenapa tidak ada foto haise? pikir Touka.
Foto yang tampak hanyalah foto Kaneki. Kaneki sedang dipeluk ibunya, Kaneki yang sedang foto berdua dengan pak Amon, kaneki yang tersenyum saat meniup kue ulang tahun. Dimana-mana tidak ada foto Haise.
"Touka. Maaf lama, aku lupa menaruh meja dimana. " ujar Haise nyengir sambil menaruh meja lipat kayu di atas karpet ruang tamu.
"Ah, iya. Nggak apa-apa, Haise."
Touka diam sejenak sebelum memutuskan untuk bertanya kepada Haise.
"Haise, wajahmu kan sangat mirip dengan Kaneki. Tapi kenapa tidak ada fotomu disini? " tanya Touka.
"Apa? Sudah jelas ada. Itu semua fotoku."
"Tapi tidak ada yang memakai kacamata disini. "
Haise terlihat terdiam sejenak sebelum berkata.
"Daripada membahas foto itu ayo kita mulai kerjakan tugas biologinya. Oya, aku bikin sirup loh buat kita. Kuharap kamu suka." kata Haise.
Touka menghela nafas.
"Baiklah. "
Akhirnya Touka menghabiskan waktu
mengerjakan tugas kelompok di rumah Kaneki, namun kali ini dia bersama Haise. Haise benar-benar percaya diri dan sering mengajak Touka mengobrol.Apa benar haise itu saudara kaneki? Tapi sifat mereka benar benar berbeda, batin Touka.
Tanpa terasa hari sudah semakin sore dan tugas kelompok Touka pun selesai.
"Hari sudah sore. Aku pamit pulang dulu, ya? "ujar Touka.
"Hee? Pulang sekarang? Cepat sekalii.."
"Iya maaf, nanti aku dicariin Ayato, adikku. Aku juga belum memasak untuk makan malam. "
"Kuantar pulang ya?"
"Tidak usah, aku naik ojek saja. "
"yakin kamu bisa pulang sendiri?" tanya Haise cemas.
"Iya, tenang saja. "
"Oh, bentar." Haise berjalan menuju meja makan dan membungkus beberapa potong brownies kukus.
"Ini untukmu dan adikmu, Ayato kan? Ini buatanku sendiri dan tadi kamu makan bolu ini lahap sekali hehe".
Wajah Touka merona merah.
"I.. Itu cuma karena aku butuh enwrgi untuk berpikir! "
Tiba-tiba Touka teringat sesuatu.
"Haise?"
"Ya? "
"Kalau ketemu sama Kaneki tolong sampaikan permintaan maafku karena Ayato sudah memalaknya ya? Oya, kalau bisa aku kepengen Kaneki bertemu dengan Ayato biar saling minta maaf."
Wajah Haise terlihat mengeras sebentar sebelum akhirnya tersenyum lembut.
"Tentu, dengan senang hati aku akan menyampaikan pesanmu pada Kaneki "

KAMU SEDANG MEMBACA
Me and my other self (tokyo ghoul fanfiction)
FanfictionDiculik dan disiksa oleh Yamori si human trafficking membuat Kaneki hampir gila. Beruntung Amon si polisi mau mengadopsinya bersama istrinya, Akira. Walau dengan psikis yang sangat bermasalah, Kaneki mencoba memulai hidup baru, dan ia bertemu dengan...