Ken

439 57 6
                                    

Kaneki memperhatikan wajah Touka yang sedang menulis.

"Apa? " tanya Touka agak galak.

"Ti-tidak ada apa-apa." Kaneki memalingkan wajahnya dari Touka, wajah Kaneki merona merah .

Kenapa aku melihat wajah Touka terus? Tapi dia memang cantik sih, imut juga.

"Aku kadang heran kenapa kita satu kelompok terus, " kata Touka tiba-tiba .

"Touka tidak mau sekelompok denganku lagi?" entah kenapa Kaneki merasa hatinya sakit.

"Tidak apa-apa. Kalau kebetulan kita sekelompok lagi hanya karena kita sebangku, kamu bisa saja bilang ke guru kalau mau ganti kelompok. Atau sekalian saja pindah tempat duduk? " saran Kaneki

Touka memukul bahu Kaneki dengan pelan dan memandang Kaneki dengan sebal.

"Bukan begitu maksudku, Kaneki! Aku tidak masalah sekelompok dengan siapa saja. Hanya saja aku merasa tidak enak padamu."

Kaneki memandang Touka dengan tatapan bertanya tanya. Membuat Touka menghela nafas dan melanjutkan berbicara.

"Maksudku, kamu anak baru disini. Tapi adikku, Ayato sudah memalakmu. Ayato juga sepertinya berbohong bilang kamu memukuli dia. Terus pas kerja kelompok matematika malahan aku membuatmu... Apa ya? Tiba tiba menangis dan teriak? Aku merasa itu salahku. Dan aku mau minta maaf tapi malah ketemu sama haise bukannya kamu. "

"Jadi Kaneki, aku minta maaf kalau aku ada salah dan tidak sengaja juga pernah membuat mu down."

"Eh, Touka tidak perlu minta maaf. Itu bukan salahmu. So-soal waktu kerja kelompok matematika, maaf aku tidak bisa menjelaskan. Tapi apa yah? Eerm, aku punya problem sendiri dengan angka-angka. Sedikit trauma, jadi aku bertingkah seperti itu. "

"Jadi bukan karena aku?" tanya Touka.

"Bukan, tenang saja, " Kaneki menggaruk bekas luka sayatan di punggung tangannya secara refleks.

Tenang saja Touka, itu cuma efek si jason sialan itu kok. Ujar Kaneki dalam hati

Sekilas Kaneki melihat kalau Touka memperhatikan Kaneki menggaruk bekas luka di punggung tangannya,  tapi Touka seperti memutuskan untuk mengabaikannya.

"Oke, tapi untuk masalah dengan Ayato aku masi merasa bersalah. Tapi tadi pagi Ayato sudah kuberitahu untuk menemuimu di kantin istirahat nanti. Aku akan memaksa adik kurang ajar itu minta maaf padamu. "

Kaneki mengangguk setuju.

"Baiklah. Tapi sebelum ke kantin aku ijin, eerm ke toilet dulu, nanti aku akan menyusul"

****

Kaneki mengendap ke toilet sekolah setelah bel tanda istirahat berbunyi. Perlahan Kaneki masuk ke toilet laki-laki dan melihat ada sekitar dua anak laki-laki keluar dari bilik. Setelah memastikan tidak ada orang di toilet, diam-diam Kaneki mengunci pintu masuk utama toilet. Kaneki lalu berjalan menuju wastafel dengan cermin sedang diatasnya dan menatap cermin lekat lekat.

"Ken? Aku tau kamu disana. Bisa kita bicara sebentar? " tanya Kaneki sembari menatap cermin.

"Ken? Ini penting! Kumohon keluar sebentar."

Perlahan Kaneki melihat kalau bayangannya di depan cermin terlihat sedikit berubah. Wajah tetap sama, namun raut muka yang sebelumnya terlihat cemas sekarang berubah menjadi datar dengan sorot mata yang dingin.

"Oh hai, Kaneki. Ada perlu apa anda dengan saya? Biasanya anda cuma mencari Haise saja, " tanya Ken dengan nada dingin.

"Masalah kamu berantem sama ayato kemarin-kemarin. Bisa ceritakan lebih lengkap?"  tanya Kaneki.

Me and my other self (tokyo ghoul fanfiction)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang