Hide And Kaneki

451 53 4
                                    

"Jadi, Touka kerja kelompok dengan mu dan saat kerja kelompok pertama kamu berubah jadi shiro dan saat kerja kelompok kedua kamu berubah jadi haise?" tanya Hide.

Kaneki mengangguk lemas.

"Apakah.. Apakah Touka bertemu dengan Ken? Atau lebih buruk lagi..si centipede kun? "

"Sudah kubilang untuk tidak menamai nya si centipede kun, aku masih belum tau nama dia siapa. Tidak, Touka tidak bertemu Ken.. Tapi.. Eer sepertinya ken malah membuat Ayato babak belur."

"Kayaknya aku pernah dengar Ayato, tapi aku lupa. Dia siapa ya? "

" Ayato. Adik Touka. " Jawab Kaneki muram.

Hide melongo terkejut.

"kenapa semua jadi menyambung ke Touka? Dan kamu berubah sampai,  let's see,  tiga kali di waktu kurang dari seminggu ini?"

Kaneki hanya mengangguk membuat Hide menatap Kaneki dengan cemas.

"Sudahkah kamu meminum obatmu? "

"Sudah."

"Apakah kamu mendengar suara-suara aneh di kepalamu lagi?"

"Hanya saat hari pertama sekolah."

"sekarang? "

" Setelah itu tidak mendengar lagi, tapi aku malahan berubah terus. "

"Seriusan kamu masih mendengar suara suara lagi? Suara siapa? Yamori? Rize? Keduanya? Atau malah suara Ken? Shiro?"

"DIAM! " Bentak Kaneki tiba-tiba membuat Hide terkejut.

Kaneki terlihat menatap marah Hide sejenak namun segera kembali ke tatapan normal.

"Maafkan aku, aku hanya merasa.. panik."

Hide mengangguk. Dia sudah paham dengan perubahan mood Kaneki yang bisa berubah cepat bagai jentikan jari.

"Tak apa. Aku tahu pasti berat bagimu untuk mencoba masuk sekolah umum. Aku juga terlalu mendesakmu, jadi aku minta maaf. Aku cuma khawatir. Maaf ya, kaneki? "

Mendengar Hide meminta maaf malah membuat Kaneki merasa malu. 

Hide sudah banyak membantuku sementara aku malahan membentaknya. Padahal Hide masih mau berteman denganku setelah kejadian itu.. Satu persatu kuku ku dicabut, satuz dua, badanku disilet perlahan, kelabang masuk ke mulut dan aku menggigit kelabang itu dan mengunyahnya..apa boleh buat, aku lapar sekali.. Krunch krunch .. Lapaaar lapaar aku bisa makan apa saja..daging yang enak..Apa cairan merah-merah  di tanganku?Haha.. hahahahha

"Wooii woooi!!!! Kanekiii!!! " Hide mengguncangkan badan Kaneki.

Kaneki mengerjapkan matanya dan bingung melihat kedua mata Hide di depannya.

"Hide?hm?kenapa kamu disini?" Tanya Kaneki.

"Tentu saja aku disini, karenaa kita sedang jalan kaki ke sekolah bersama seperti biasa! Kamu yakin mau berangkat sekolah hari ini? "Hide terdengar cemas.

"Aku tidak apa. Ma-"  kaneki ingin mengucapkan maaf lagi namun sudah ditepis hide.

"Ssst, tidak usah minta maaf. Aku paham kondisimu."

Kaneki merasa malu bertatap muka dengan Hide. Hide merasakan itu, lalu berusaha untuk mengganti topik.

"Tapi kamu beruntung sob. Touka itu cantik dan populer looh. Aku heran dia masih jomblo. Hehe, aku pernah mengajaknya jalan tapi ditolak mentah-mentah,man."

"Serius?"

"Ya benar. Tapi sejauh pengamatanku dia bukan cewek yg suka menggosip dan bisa dipercaya. Salah satu alasan aku sempat tertarik dengannya sih. Jadi menurutku kamu nggak usah khawatir, aku rasa dia ga akan cerita tentangmu ke orang lain"

Sejenak Kaneki ragu, tapi dia ingat kalau Hide pandai mengobservasi orang lain dan fakta kalau Touka bukan ember bocor membuat Kaneki sedikit lega.

Hide tersenyum melihat Kaneki sudah terlihat tenang.

"Sudah bicarakan dengan dr. Arima? "

"Sebenarnya aku  ingin konsultasi . Tapi aku tidak mau bikin ayah ku cemas."

"Oke. Kutemani saja kamu ke dokter arima sepulang sekolah bagaimana? Habis itu kamu main yuuh ke rumahku. Kita marathon nonton film avengers! "

"Kamu punya file filmnya?"

Hide tersenyum senang

"seminggu ini aku berjuang wifian di wifi cafe demi mendownload film film itu. Bagaimana? Oke? "

Kaneki mengangguk senang.

Me and my other self (tokyo ghoul fanfiction)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang