Kaneki sedang duduk di kursi kantin dan memegang sebuah buku ketika ia melihat Touka seperti menyeret Ayato menuju tempat duduk Kaneki.
"Kaneki, ini Ayato. Dia yang kemaren kemaren malak kamu. Ayato-sini! Ayo minta maaf ke Kaneki!" paksa Touka sembari menarik tangan Ayato.
"Oi! Lepas, kak Touka! Aku bisa jalan sendiri! " gerutu Ayato.
"Eerm.. Ha-halo Ayato?" sapa Kaneki gugup.
"Nah sekarang, minta maaf Ayato! " perintah Touka.
"Bah! Ngapain juga aku minta maaf ke dia. Apakah kakak tidak lihat kalau sebenernya dia sehat walafiat? Justru badanku kan yang babak belur sama bocah rambut putih ini!" protes Ayato.
"Stop berbohong dan minta maaf sajalah Ayato. "
"Kakak.. Tidak percaya padaku?" Ayato terbelalak kaget.
Touka menggebuk bahu Ayato.
"Apapun alasannya, tp ini dimulai dari dirimu yg memalak Kaneki kan? Cepat minta maaf dan jadi aku bisa terlepas dari rasa bersalah. "
"Uukh, oke! oke! Hey rambut ubanan, aku minta maaf." ujar Ayato.
Ayato melihat kalau Kaneki tidak merespon dan malahan terlihat seperti melamun.
"Ah, maaf Ayato. Tadi kamu bilang apa? Maaf tadi aku tidak memperhatikan," ujar Kaneki dengan nada minta maaf.
Normalnya Ayato akan marah marah ketika tahu saat berbicara tidak diperhatikan, namun entah kenapa Ayato merasa sedikit merinding saat memandang mata Kaneki yang ternyata terlihat agak kosong. Apalagi ketika Ayato mengingat perkataan Kaneki saat menghajarnya dulu.
"sst, diam sebentar. Saya akan mematahkan tanganmu. Jangan khawatir, tidak akan sakit karena Saya melakukannya dengan cepat. Jangan bersuara. "
Mengingat kembali perkataan Kaneki dengan sorotan mata Kaneki yang dingin dan kosong membuat Ayato merasa merinding. Untung saja perkelahian Ayato dan Kaneki langsung dilerai oleh guru BK.
"Mak-maksudku aku minta maaf karena sudah memalakmu, rambut putih! " ulang Ayato dengan sedikit gugup.
Kaneki mengedipkan kedua matanya namun tersenyum lembut.
"Iya, tidak apa-apa. Terima kasih sudah meminta maaf. Eerm, la-lain kali jangan ulangi lagi."
Kaneki menjawab dengan nada lembut dan sedikit gugup namun Ayato membelalak tidak percaya.
"Sialan! Aku sudah meminta maaf padamu! Seharusnya kamu juga minta maaf padaku, bangsaat! Badanku memar memar dan luka parah gara-gara dihajar dirimu! Aku tahu dirimu marah tapi kamu terlalu berlebihan! "protes Ayato.
"Ta-tapi itu bukan salahku. Bu-bukan aku yang menghajarmu." ujar Kaneki.
"Bukan salahmu gimana, Sialan?! Jelas jelas dirimu yang menghajarku!"
BUAK
"Aduh, sakit kakaak! "protes Ayato ketika Touka menggebuk dirinya lagi.
"Diam dan jangan ngotot kenapa, Ayato. Sudah kubilang kamu mengada-ada. Nggak mungkin Kaneki melakukan hal itu."
"Tapi kaak-"
"Sudah! Aku sudah bosan dengan masalah ini. Maaf ya Kaneki, adikku menuduh kamu yang nggak nggak. Terima kasih sudah mau memaafkan Ayato. "
Kaneki memegang dagunya dengan nervous.
"Eerm i-iya. Tak apa."
Ayato memperhatikan gerak gerik Kaneki.

KAMU SEDANG MEMBACA
Me and my other self (tokyo ghoul fanfiction)
FanfictionDiculik dan disiksa oleh Yamori si human trafficking membuat Kaneki hampir gila. Beruntung Amon si polisi mau mengadopsinya bersama istrinya, Akira. Walau dengan psikis yang sangat bermasalah, Kaneki mencoba memulai hidup baru, dan ia bertemu dengan...