***
Suara adzan subuh pun berkumandang para santri bergegas menuju masjid untuk menunaikan ibadah sholat. Sementara itu kila masih tertidur pulas yang kemudian Nisa beserta teman temannya itu membangunkan kila.
"Heeii kila bangun yuk, udah adzan nih. Kita sholat dulu" kata alya "Kilaaa...kilaaa.. banguuuunnn... Ada kebakaran ... kebakaran.... Kila ... kila... " Lanjut alya
" Mana kebakaran... Mana... Mana" kila terbangun dan mencari dimana letak kebakaran nya dengan wajah tegang.
" Hahaha orang gaada kebakaran sii " ejek alya
" Aiiihhh reseeeenyaa , udah ahh mau tidur lagi " kata kila
"Eeh no.no.no kamu wudhu sekarang dan kita sholat okey. " Kata Nisa
" Gaaa ahh kalian aja. Aku masih ngantuk"
" Ko nunda sih, sholat itu ga sampe 1jam la. Kamu disini diajarkan buat mandiri- "Nisa pun menasehatinya akan tetapi kila malah tidur karena ocehan temannya itu menurut dia tidak penting.(ini salah satu kebiasaan kila:(( )
Nisa beserta teman temannya itu kewalahan menghadapi kila tidak bangun, mereka pun meninggalkan kila yang masih tertidur itu.
∆∆∆∆∆
Suasana dipagi hari ini sangat cerah yang diselimuti udara yang dingin. Tidak seperti di Jakarta selalu dan selalu panas. Membuat kila betah disini. Pukul 06.54 kila terbangun dan menengok ke samping kanan dan kiri sudah tidak ada teman temannya. Ia menuju jendela yang sudah terbuka.
"Huuuh udaranya sejuk dan dingin. Biasanya jam segini tuh bunda udah masak, tapiii:((
Itu gaakan terjadi buatku saat ini. Aku disini buat bahagiakan orang tuaku-" seketika Nisa dan Alya mengetuk pintu sambil mengucapkan salam . "Assalamu'alaikum " seru mereka berdua
"Waalaikumsalam kalian dari mana saja. Ko pada sepi ya? Yang lainnya kemana? " Tanya kila
"Yang lainnya pada mandi. Cepat kamu mandi gih" suruh nisa
" Nanti ahh kamar mandi nya kan ga banyak jadi pasti pada ngantri" kata kila
" Ya sudah, kalau selesai mandinya kamu ke ruang belajar kelas A yahh " kata Nisa
"Okee" kila meng- OKE kan kepada Nisa dan Alya. Akupun melanjutkan lamunanku, tetapi ada saja halangan nya yang membuat ku buyar.
"Assalamu'alaikum" entah suara dari mana asal nya. Aku menengok dilain arah tetap saja tidak ada orang yang memanggilku.
"Eh- siapa kamu ko ga ada wujudnya sih"sambil mencari suara itu berada. " Jangan iseng deh ya" dengan nada satu oktafnya.
Doooooorrrr
"Ayaaaamm ayaam jingkrak jingkrakan " latah kila sambil menutup telinganya itu dengan mata tertutup
" Bwaahahaha haha-" suara ketawa itu? Siapa yang berani menertawaiku.
" Hei kenalin gua hesi anak baru disini" ucapnya sambil mengulurkan tangannya itu kepada kila.
" Astaga untung aja jantung gua ga copot.kalau copot tanggung jawab lu." Sinis kila kepadanya " nama gua Aqilla mashel Putri Haikal" ia membalas sambil mengulurkan kembali tangannya itu.
"Btw ya lu ngapain coba di jendela gitu udah gitu ngelamun lagi" tanya hesi
"Ngapain aja kek suka suka" sinisnya
" Yaelaah maaf kali. Baperan amat shel" ucapnya.
" Bodo amat lah.. gua mau pergi dulu mau mandi" kata kila sambil menutup jendela kamarnya dan siap siap untuk mandi.
•••••
Suasana dikelas begitu ramai. Bel masuk berbunyi waktunya belajar. Suara yang tadinya kaya pasar hening seketika karena lonceng bel bunyi. Kamipun menunggu kehadiran guru. arah dari luar pintu kelasku terdengar suara yang ingin masuk ke kelas ya itu gurunya.
Wajah kila kini tegang yang sambil bertanya tanya kepada dirinya itu " dia itu yang semalam bukan".
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh pagi" salam ustadz Abdul Aziz
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ustadz" jawabnya
"Oke sekarang buka buku kalian pelajari ilmu fikih tentang thaharah saya kasih waktu 20 menit lalu kalian maju satu persatu ya" ucapnya.
" Apa apaan nih baru masuk tugasnya udah ribet aja sih" kila pun memutar bola matanya dan bertanya kepada Nisa yang berada disebelah kanan nya itu.
" Nis, itu guru namanya siapa? " Tanya kila
"Ooh itu ustadz Abdul Aziz. Emang nya kenapa ? " Jawab Nisa dan memutar pertanyaan kembali kepada kila.
" Ngasih tugas ribet banget sih. Lagi pula aku kan baru ikut belajar hari ini" celetuk kila dengan muka melasnya itu.
" Udah gpp sekarang kamu belajar berdua ya sama aku soalnya kan kamu belum punya bukunya" kata nisa
" Huuufft-" kila dengan muka melasnya itu.
"Bismillah aja kila supaya kamu bisa " ucap Nisa.
Setelah 30 menit mereka sudah siap maju kedepan. Silih berganti akhirnya gilirannya kila maju. Ia pun memberanikan diri untuk menjelaskan apa yang kila sudah dibacakan oleh ia.
" A- a- Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh saya akan menjelaskan materi ilmu fikih tentang taharah. Arti dari taharah ini berarti bersuci dari hadas dan najis serta merupakan amal penting dalam hukum islam.
Menurut bahasa: Tharah artinya suci atau bersih. Dan Menurut istilah: Taharah adalah suci dari hadats dan najis.
Ada beberapa Macam-Macam Air yaitu Air yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci:
1. Air sumur
2. Air hujan
3. Air sungai
4. Air laut
5. Air salju atau air es bila telah mencair
6. Air embun
7. Air mata air
Akhirnya kila bisa melewati tugasnya ini. Tidak disangka sangka ternyata kila membuat para santriwati riuh bertepuk tangan kila pun kembali duduk kembali ke tempat duduk nya itu. Sebelum itu juga ustadz Abdul Aziz memanggilnya dan bertanya.
" Afwan ukhti nama anti siapa? Apakah murid baru disini? " Ustadz Abdul Aziz pun bertanya
" Nama saya Aqilla mashel Putri Haikal pa ustadz, ya memang saya pindahan dari Jakarta. Dua hari yang lalu saya sudah disini" jawab kila
" Saya kagum sama kamu bisa menghalalkan materi ini padahal kamu baru belajar pertama kali nya" ustadz aziz terkagum dengan kila karena kecerdasan kila untuk menangkap suatu pelajaran memang sangat hebat.
" Ya sudah kamu kembali ke tempat duduk Aqilla" ustadz aziz menyuruh nya kembali untuk duduk.
Mata pelajaran hari ini sudah selesai para santri nenginggalkan kelas nya masing masing..
- SKIP -
Assalamu'alaikum teman teman
Bantu share yaa ceritaku
Kira kira aku update berapa kali?? Komen nya aku tunggu
Jangan lupa kewajiban nya buat vote, Comment dan share
Syukron jiddan...
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Cinta Seorang Santri
Historia Cortaseburuk-buruknya seseorang dimasa lampau, ia akan merubahnya dimasa depan. tentu dengan cerita yang dibawakan ini akan menjadi pelajaran bagi kita, bahwasanya jika kita niat merubahnya dengan, ikhtiar, ikhlas, berdoa dan mau berusaha insyaallah kita...
