Seperti biasanya dipagi hari ini santriwati ataupun santriwan pada sibuk yang satu membereskan kasur, mengantri dikamar mandi, mengecek jadwal yang akan dipelajari diharinya itu, dan banyak lagi. Itulah kebiasaan kami yang selalu pontang panting kesana kemari entah tujuan kita itu apa. Tapi dibalik semuanya kami bisa menginspirasi banyak orang karena apa? Apa yang kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari ataupun pelajari ilmu pengetahuan kelak kita akan memberitahukannya didalam ribuan orang dan disitulah kami berada ditengah- tengah.
Kini aku masih diranjang dengan keadaan yang belum mandi sudah beberapa hari lalu, mukaku kusam, aroma bau dari sekujur tubuhku mulai terasa dan lainnya. Aku disini hanya menuruti perintah layaknya disebuah rumah sakit.
" Assalamu'alaikum kila gimana kabarmu" suara itu datang menghampiriku ya itu mereka nisa dan alya
" Waalaikumsalam Alhamdulillah sudah membaik aku rindu deh btw ko kalian belum masuk ke kelas" jawab kila pada mereka
" Syukurlah kalau begitu aku senang dengarnya, aku sama nisa nyempatkan waktu buat datang kesini siapa tau kamu sembuh " kata alya pada kila
" Ya sudah kalian ke kelas gih nanti telat loh" kata kila pada mereka itu
" Iya deh aku ke kelas dulu ya, semoga kamu cepat sembuh dan bisa bermain sama kita lagi ya gak nis" kata alya dengan menyenggol sikunya nisa
" iya" ringis nisa pada alya dengan mengganguk seadanya
" Ya sudah kita pergi dulu ya assalamu'alaikum" pamit mereka pada kila sebelum itu mereka mengucapkan salam padanya
" Waalaikumsalam" jawabnya
Setelah mereka pergi tak lama kemudian kakaknya datang sambil membawa makanan.
" Assalamu'alaikum cantik" salam kakaknya pada kila
" Waalaikumsalam guanteng" jawab salam kila pada kakaknya itu sambil cengengesan
" Kenapa ketawa " kesal kila dengan kak Al yang menertawakannya padahal tidak ada yang lucu
" Gpp ko de, nih makan" kak Al menyodorkan sebuah makanannya pada kila supaya sembuh dan bisa ceria kembali
" Suapin ya" rengek Kila sambil mengedipkan matanya pada kak Al
" yaudah sini Kamu tuh ya centil untung aja sama kakak kalau sama orang lain beuh kaka paling depan deh" cerocos kak Al
" Weh weh weh ga nyadar yak kalau ngomong, belum aja aku serobot wkwk" ketawa yang tadinya biasa saja dan menganggap itu lelucon tapi ini lebih ia keluarkan dan tak tahu saja kalau ada seseorang yang sudah membuat adiknya ini jatuh cinta.
" Gitu ya ga cerita sama kakak" ledeknya
" Kepo yak, hihi nanti aja suatu saat aku kasih tau" katanya lagi pada kak Al
" Sekarang pokonya" ucap kak Al tak mau mengalah darinya
" Nanti kak aku akan jawab dari pertanyaannya yak" gerutunya itu pada kakaknya
" Yo wess" memasang muka lesunya
Mereka bercakap cakap kembali dengan canda tawanya. Memang sih mereka kalau disatukan jadinya ya begini, adiknya terlalu receh walaupun itu bikin ketawa satu sama lain dan kakaknya pun sebaliknya yang selalu so cool didepan wanita padahal tidak seperti itu, alexi tipikal pria yang akrab dengan temannya, jahil, cuek dan masih banyak lagi.
Tidak terasa mereka berbincang bincang hampir satu jam setengah dengan celotehan receh dari mereka.ini adalah waktunya alexi bergegas pergi ke kota, karena jarak yang ditempuhnya tidaklah memungkinkan untuk sampai tujuan. Alexi berpamitan kepada kila tetapi kila berusaha menariknya ya yang dilakukan pada alexi saat itu adalah alexi mencoba buat menenangkan adiknya itu dan mencoba memahaminya karena saat ini alexi sedang berusaha buat masa depannya terutama keluarganya itu dan akhirnya kila luluh dengan perkataan kakaknya, alexi pun mengambil tas yang berada disampingnya lalu ia meninggalkan kila diruangan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Cinta Seorang Santri
Short Storyseburuk-buruknya seseorang dimasa lampau, ia akan merubahnya dimasa depan. tentu dengan cerita yang dibawakan ini akan menjadi pelajaran bagi kita, bahwasanya jika kita niat merubahnya dengan, ikhtiar, ikhlas, berdoa dan mau berusaha insyaallah kita...
