adil berjalan di lorong sekolahnya dengan santai sembari memainkan handphone ditangan nya.
"woi adil"panggil mita,adil yang merasa namanya dipanggil pin menengok
"apaan?"tanya adil
"nanti kerumah ya,ajak tasya. kasian diungkep mulu sama lo"ucap mita tertawa,adil buru buru menoyor kepala mita
"norak lo ah,gampang"balas adil
"udah ada kemajuan belum?"tanya mita,adil yang ingin buru buru bercerita malah memutar arah jalan nya dan menarik tangan mita.
"eh bego,gua mau ke kelas tai. ngapain ke kantin"ucap mita,tapi adil tetaplah adil. adil menarik paksa tangan mita hingga duduk disalah satu bangku yang ada di kantin."banyak kemajuan seminggu ini"ucap adil bersemangat,mita menedengarkan dengan cermat
"pas gue balik kerja,dia kebangun karena gua benerin posisi tidurnya. dia langsung narik tangan gue dan naro diatas perutnya sambil bilang pengen martabak ih yallah mita,lo gak liat muka dia ihhh itu ya pengen gua sosor aja rasanya"ucap adil dengan riang,mita tertawa melihat adil seceria itu.
"gue rasa tasya udah tau kalo lo suka sama dia"ucap mita,adil tampak berfikir"sahabat yang sama sama terus sama gue dari orok sampe SMA akhirnya jadi istri gue mit. gak nyangka ih,ya allah"ucap adil gemas.
"gue ke kelas dulu lah,gila gue lama lama deketin orang yang lagi jatuh cinta"ucap mita seraya bangkit dan berjalan
"mit"panggil adil,mita menengok saat dipangil
"minggu besok kita ke dufan yuk"ajak adil
"demi apa!ayo woi ikut,wegelaseh udah lama kita gak hangout bertiga!"ucap mita heboh
"eh tapi naik apa?si manis kan udh gak ada"tanya mita yang kembali dulu"tayo"
***
adil masuk ke kamarnya sekitar jam 4 sore,ia sengaja tidak memberi tahu tasya bahwa ia tidak kerja hari ini."adil!"ucap tasya,adil langsung membalikan badan nya saat tasya melihatnya.
"nakal banget ya,katanya kerja tapi jam segini udah pulang"ucap tasya berkacak pinggang,adil membalikan badan nya dan membentuk jarinya huruf 'v'. adil membaringkan badan nya diatas tempat tidur.
"udah minum susu?"tanya adil,tasya menggeleng. adil langsung bangkit dari tidurnya dan keluar. tak lama ia kembali dengan segelas susu hamil ditangan kanan nya."bunda gak peka ya,orang anak ayah haus juga"ucap adil,adil mendekatkan wajahnya ada perut tasya. tasya meminum susu itu hingga tandas
"orang bunda nya baru bangun ya,ayahnya aja yang gak tau"saut tasya dengan nada mengejek,adil yang gemas menarik hidung tasya
"kerumah mita yuk,dia tadi nyuruh kesana"ajak adil,tasya menggeleng.
"gue malu,kalo ditanya sama tante renata"ucap tasya,adil mengusap kepala tasya pelan
"tante renata udah tau ceritanya sya,dia gak benci lo kok. yuk,mandi dulu tapi"ucap adil membuat tasya mengangguk
"gendong"ucap tasya manja sembari mengangkat tangan nya.
"yok,naik"balas adil sembari menunduk,memberi aba aba agar rasya naik ke punggungnyabeberapa jam kemudian tasya dan adil sampai dirumah mita,mita senang dengan kedatangan adil dan tasya.
"tante renata udah tau ya kalo gue sama adil nikah?"tanya tasya dengan sedikit ragu,mita tersenyum
"mama tau semuanya,dan dia gak benci kok sama lo. dia titip salam sama lo sebelum pergi tadi"ucap mita
"ini keripik nya ada lagi gak?enak soalnya hehe"ucap adil,mita memutar bole matanya.
"abis dil abis"ucap mita
"eleh mita pelit awas aja kalo minta anter balik gak bakal-"
"ngancem ya?tasya liat suami lo dih,kek bocah"potong mita yang membuat tasya tertawa"dia memang bocah"ucap tasya tertawa tanpa sadar ia memegangi perutnya. mita melihat perut tasya ia,terlihat sedikit membuncit.
"berapa bulan si sya?"tanya mita,tasya tersenyum dan mengusap perutnya.
"jalan 4"jawab tasya tersenyum
"bentar lagi hambamu punya anak ya allah,jadi ayah juga akhirnya"ucap adil dengan konyolnya,tak lupa dengan gaya khas orang berdoa.
"adil setresnya gak ilang ilang dih"kata mita"non mita ada temen nya diluar katanya-"
"mitaa gue mau ambil-eh?tasya?"ucapan bi enah terpotong oleh indah yang baru saja masuk. skak mat. ia melihat tasya mengusap ngusap perutnya yang sudah terlihat membuncit.
"jadi bener lo hamil?"ucap indah,tasya menunduk.
"tasya udah nikah sama gue,udahlah ndah."saut adil. indah ikut duduk bersama adil tasya dan mita."jangan lupain satu fakta bahwa gue sepupuan sama farhan ya dil"ucap indah bersedekap dada. astaga adil baru sadar?
"bukan nya gue gatau kalo lo hamil anak farhan,cuma ya gue diem aja. gue takutnya omongan gue nyakitin atau kayamana sya. maafin farhan ya sya,atau enggak lupain aja. gue yakin adil sayang banget kok sama lo dan anak lo"ucap indah membuat tasya kembali mengangkat kepalanya.
"ndah,jangan kasih tau siapa siapa ya. gue malu"ucap tasya,memegang tangan indah. indah tersenyum
"enggak sya,jagain ponakan gue ya?adil juga,gue titip tasya. jagain ya?"ucap indah dengan mata yang berkaca kaca,adil mengangguk
"pasti"ucap adil,indah akhirnya menjatuhkan air mata itu.
"farhan bego banget si,gue kesel deh sama sepupu gua yang itu ih"ucap indah kesal sendiri"eh,jadi kan kita ke dufan minggu ini?"ucap mita
"kalian mau ke dufan?"tanya indah dan diangguki oleh mita dan adil
"gue ikut dong,naik mobil gue aja."ucap indah
"oke,nanti lo kerumah gue aja"ucap adil
"gue ikut gak sih?"ucap tasya yang membuat adil gemas
"kemana suami pergi,istri harus ikut dong"balas adil,yang membuat gelak tawa diantara mereka. hingga membuat indah berkata dalam hati."maafin gue yang gak bisa kasih tau satu pernyataan ya sya,maafin farhan"

KAMU SEDANG MEMBACA
artasya
Romance"gue selalu iri dengan bulan yang selalu bisa membuat dunia terang,walaupun tidak seterang matahari"ucap tasya "kenapa harus iri,lo bersinar dengan cara lo sendiri sya"ucap adil