kafka menidurkan rio di kamarnya,rio adalah ponakannya. anak dari kakak perempuan nya. kakaknya meninggal saat melahirkan rio,dan suaminya pergi entah kemana. itu alasan kenapa rasanya kafka ingin sekali berteman dengan tasya,karena ia yakin tasya adalah korban hamil diluar nikah selain kakak perempuan nya.
wajah tasya tidak bisa hilang dari fikiran kafka,putih tanpa jerawat,tidak memakai lipstik liptint atau apalah untuk memerahkan bibir,natural. pantas saja adil,suaminya sangat mencintai nya.
"gila"ucap kafka saat ia berfikir bahwa dirinya menyukai tasya,ia langsung menggelengkan kepalanya dan ikut rio berebah di kasurnya.***
adil pulang dengan keadaan lelah,ia duduk di ruang keluarga sembari mengipas ngipaskan tubuhnya yang berkeringat.
"adil.."ucap tasya manja,adil menatap ke sumber suara. ia melihat tasya mengenakan tanktop putih yang membuat dalaman nya kelihatan dan hotpans.
"gue gabisa tidur"ucap tasya lagi,adil menelan saliva nya. ia mendekati tasya
"gue mandi dulu,lo di kamar aja"ucap adil yang membuat tasya mengangguk. lalu masuk ke kamarnya. adil buru buru mandi lalu kembali ke kamarnya,ia melihat tasya bergerak ke kanan dan ke kiri seperti orang gelisah. adil juga melihat kening tasya berkeringat.adil naik ke atas ranjang dan mengusap keringat di dahi tasya.
"kenapa?"tanya adil,tasya memandang adil dengan tatapan memohon
"gabisa tidur dil"ucap tasya,adil tersenyum
"sini"ucap adil,tasya bangkit dan menaruh kepalanya dipaha adil yang sedang duduk menyendar di kepala tempat tidur. adil mengusap pelan rambut tasya,dia belai dengan sayang.
"lain kali jangan pakai baju terbuka gini ya,sya"ucap adil pelan,mata tasya yang tadinya tertutup kembali terbuka.
"kenapa?"tanya tasya
"gue laki laki normal,rasa ingin liat tubuh lo lebih banyak dari ini pasti ada. gue gak mau nyakitin lo atau pun anak kita,jadi jangan ya?"ucap adil,tasya mengangguk.
"dil"panggil tasya
"hm?"ucap adil"elusin perutnya,sini lo nya tiduran"kata tasya sembari bangkit laku terlentang,adil mengikuti semua kemauan tasya. ia tidur menghadap tasya yang membelakangi nya dan mengusap pelan perut tasya yang sedikit membuncit.
"tadi susu nya diminum gak?"tanya adil,adil tidak mendapat jawaban. yanga dil dengan hanyalah suara nafas yang teratur,adil yakin tasya sudah tidur. adil membalikan badan tasya agar menghadapnya,ternyata benar tasya sudah tidur. adil mencium kening tasya,lalu memejamkan matanya menyusul tasya dialam mimpi. adil merasakan tasya memeluknya dan menempel di dadanya. ia sangat nyaman berada di posisi yang seperti ini.***
pagi ini tasya dan adil kembali kedokter ananda untuk cek up. telinga tasya sudah cukup terbiasa mendengar bisikan bisikan ibu ibu yang juga ingin memerikasakan kandungan mereka. kandungan tasya sudah memasuki minggu ke 16."hai tasya"sapa dokter ananda saar tasya dan adil duduk di kursi konsultasi.
"gimana masih ngerasain morningsick?"tanya dokter ananda,tasya menggeleng
"udah gak kaya dulu,tapi sekarang malah mageran gitu"ucap tasya,ananda tersenyum
"itu memang biasa dialami ibu hamil,gak banyak fikiran kan?"tanya ananda lagi
"enggak"ucap tasya
"yaudah tasya tiduran brankar ya,kita mau usg"ucap dokter,tasya mengangguk lalu naik ke brankar yang dibantu oleh adildokter ananda mengoleskan semacam gel di perut tasya dan menempelkan alat yang bergerak kesana kemari,mata tasya mengarah ada monitor dihadapan nya.
"janin nya sehat,beratnya juga normal. tapi belum kelihatan jenis kelamin nya"ucap ananda,mata tasya berkaca kaca melihat gambar calon anaknya. adil mengusap pelan tangan tasya lalu menggenggamnya.
"dil.."ucap tasya memandang adil,adil hanya mengangguk lalu tersenyum"sehat terus nak,kamu harus liat bunda seneng pas liat kamu"
setelah selesai adil dan tasya langsunh pulanh karena memang tasya yang memintanya,tasya berkata bahwa ia letih dan ingin tidur. tapi pas sampai dirumah tasya malah terus bicara sembari memegang foto usg nya tadi.
"ini ajaib dil,gila gue gapernah sebahagia ini!"ucap tasya heboh,adil hanya memandang seneng istrinya itu
"lo udah bilang gitu ke gue 8 kali,sya"ucap adil,tasya mendekatkan tubuhnya ke adil dan mencium pipi kiri suaminya itu.
"gue sayang lo dil"ucap tasya lalu memeluk adil dari samping dan menyender di bahu adil.
"gue juga"ucap adil tersenyum
"dil"panggil tasya
"hm"balas adil"babynya nanti cewe atau cowo ya?"ucap tasya,adil tersenyum lalu menunduk dan mencium perut tasya
"apa aja yang penting sehat"balas adil,tasya mengeratkan pelukan nya
"gue beruntung punya lo dil"ucap tasya sendu,adil mengusap pelan kepala tasya dan mencium dahinya
"gue gak pernah pengen ninggalin lo sya,lo hidup gue,lo rumah gue,lo istri gue"ucap adil,tasya tak mampu lagi menahan tangisnya. adil yang melihat tasya meneteskan air matanya langsung membawa tasya ke dalam pelukan nya. tasya menangis di dada adil."dil,gue jahat ya sama lo?kenapa lo gak bilang lo suka gue hikss. udah lama banget lagi hiks.. gue jahat dil sama lo"ucap tasya tanpa menahan tangisnya,adil mencium puncak kepala tasya.
"iya gue suka sama lo udah lama,lamaaa banget. udah ya jangan nangis mulu"ucap adil,tasya makin mengeratkan pelukan nya.
"dil ke-kenapa lo gak bilang kalo hiks..lo suka sama gua hiks.."balas tasya sembari mengelap air matanya."orang yang gue sayang lagi jatuh cinta,yakali gue ganggu"
***
adil,mita,dan indah sedang bermain ular tangga di handphone adil.
"ih adil curang,lo kan udah jalan tadi!"ucap indah
"idih apaansi indah,liat gak duda gue 6 berarti jalan nya 2 kali ih norak"sewot adil
"enggak dil"
"iya ndah"
"enggak dil"
"IYA!"
"ENGGAK"
"IYA IN-"
"PAK HERI BEGO INDAH!ADIL!"teriak mita tiba tiba,membuat perdebatan adil dan indah berhenti. adil kembali ke tempat duduknya."katanya ada anak baru dil"ucap tatang membuat adil menengok dengan sebelah alisnya terangkat.
"selamat pagi anak anak"ucap pak heri saat memasuki kelas adil
"pagi pak!"jawab seluruh murid
"pagi ini bapak akan memulai pembelajaran tapi,kita kedatangan teman baru. kemari nak"ucap pak heri. setelah mengucapkan itu kelas ips 3 dimasuki oleh anak perempuan dengan seragam press body. dengan rambut sebahu.
"hai,gue naomi indriana. kalian bisa panggil gue naomi"ucapnya,tatang menyikut perut adil.
"iya gue liat"ucap adil."naomi,silahkan duduk dibangku kosong belakang adil. adil angkat tanganmu"ucap pak heri adil dengan suka cita mengangkat tangan nya,naomi melihat adil dengan tatapan memuja. saat berada disamping adil,naomi mengedipkan sebelah matanya. membuat adil bergidik ngeri.
"target pertama"
______________________________________
kalo disekolah author ada cewe model naomi,udah author ajak gelud :'v
vote,comment,and sorry for typo💙

KAMU SEDANG MEMBACA
artasya
Romance"gue selalu iri dengan bulan yang selalu bisa membuat dunia terang,walaupun tidak seterang matahari"ucap tasya "kenapa harus iri,lo bersinar dengan cara lo sendiri sya"ucap adil