tasya pulang dengan wajah yang mengerikan,tasya pulang dengan mata yang sembab. baru saja ia sampai rumah,rambutnya langsung dijambak oleh ronal.
"APA AYAH NGAJARIN KAMU BUAT JADI WANITA MURAHAN HAH!"ucap ronal,tasya yang kaget. kenaa ayah ya bisa bicara sekasar ini
"eng-nggak yah awss sakit a-yah"ucap tasya memegang rambutnya,ronal melepaskan jambakan nya lalu melemparkan alat tes kehamilan itu kewajah tasya.
"SAYA GAK SUDI PUNYA ANAK MURAHAN SEPERTI KAMU!SAYA GAK MAU PUNYA ANAK HAMIL DILUAR NIKAH SEPERTI KAMU!"ucap ronal dengan kasar,tasya hanya bisa menangis
"maafin tasya yah,hikss..tasya gak sengaja"ucap tasya menunduk
"bilang sama kakak siapa yang hamilin kamu"tasya mendongak saat mendengar suara bara,kakak laki lakinya. tasya melihat kesedihan yang terpancar dari mata bara.
"tasya minta maaf kak,tasya-"
"KAKAK BILANG SIAPA YANG BUAT KAMU HAMIL ARTASYA!KAKAK GAK NYURUH KAMU MINTA MAAF!"bentak bara,tangis tasya makin menjadi. entah kenapa rasanya berat mengucapkan nama farhan saat itu."gue yang hamilin tasya kak"
kepala tasya memutar saat mendengar suara adil,bara yang murka langsung mendekati adil dan memukulnya dengan membabi buta.
"SELAMA INI GUE PERCAYA SAMA LO BANGSAT!GUE SELALU PERCAYAIN ADEK GUE SAMA LO ANJING!TAPI KENAPA LO RUSAK ADEK GUE ANJING LO!"adil hanya diam dan memegang ujung bibirnya yang sobek,tasya langsung membantu adil bangkit.
"minggu depan kalian harus menikah,saya tidak perduli adil dengan kamu. saya hanya mau kamu tanggung jawab,dan setelah kalian menikah bawa tasya pergi"ucap ronal lalu pergi bersama bara. tatapan tajam bara belum lepas dari adil."kenapa lo bilang gitu sih dil!ini anak farhan bukan anak lo"ucap tasya kesal,tanpa memberhentikan tangisnya. tapi adil malah tertawa ringan.
"gue atau bukan ayah dia,gue yang akan nikah sama lo. jadi gue ayahnya,berhenti bilang farhan ayahnya. seorang ayah gak akan punya niat membunuh anaknya"ucap farhan,mata tasya berkaca kaca. ia tidak menyangka adil sebegitu baik padanya."terbuat dari apa sih hati lo dil?"
***
hari yang ditunggu tunggu adil sudah tiba,hari ini adalah hari pernikahan mereka. tasya melihat pantulan dirinya dicermin,tiba tiba ia mengingat mendiang ibunya yang meninggal saat ia kelas 1 smp.
"maafin tasya ya bu,tasya gak bisa jaga amanat ibu"ucap tasya pelan
"turun sya,barusan aja adil udah jadi suami lo"tasya memutar kepalanya saat mendengar suara mita. sontak tasya langsung berlari dan memeluk mita
"mit,gue gak bisa jaga persahabatan kita mit. gue jahat sama lo gue nikah sama adil mit hiks.."ucap tasya,mita langsung melepaskan pelukan tasya dan menghapus air mata tasya
"gue,lo,atau adil sekalipun akan menikah. kata tuhan lo nikah sama adil,dan sekarang lo beneran nikah. udah ya,nanti jelek. mahal make up nya hehe"ucap mita,tasya hanya tersenyum lalu mengikuti mita keluar dari kamarnya.tasya turun dan duduk disamping adil,adil langsung memberikan tangan nya untuk dicium oleh tasya. adil langsung memegang kepala tasya dan mencium keningnya. adil merasakan tubuh tasya menengang saat itu juga.
"makasih ya dil"ucap tasya pelan,adil hanya tersenyum lalu mengangguk.***
pagi hari ini tasya sudah bangun pagi pagi,dan mulai saat ini juga. tasya berhenti sekolah."pagi tas-"
"hoekk,hoekk"ucapa adil terhenti saat tasya yang sedang duduk berlari kearah kamar mandi,adil dengan cepat menyusul tasya yang memegang pinggiran wastafel. ia muntah,tapi hanya air yang keluar. adil memijat pelan tengkuk tasya
"dil,udah sana sarapan. jijik gue muntah"ucap tasya mengelap keringat didahi nya.
"masa sama istri sendiri jijik si,enggak dong hehe"ucap adil tertawa."tasya"
terdengar suara ronal dari luar kamar mandi,tasya dan adil segera keluar dan mendekati sumber suara. ternyata ronal sudah duduk di meja makan terlebih dahulu,tasya dan adil pun ikut duduk.
"kenapa yah?"tanya tasya,ronal membenarkan duduknya.
"siang ini kamu dan adil harus pergi dari rumah,lanjutkan hidup kamu. saya gak mau kamu tinggal disini"ucap ronal.adil langsung memegang tangan tasya,adil merasakan tangan tasya bergetar menahan tangis.
"siang ini kami akan pergi"ucap adil,tasya langsung memandang adil seolah berkata gila lo
"baiklah"balas ronal lalu ia banhkit dari duduknya dan pergi."dil,gue gak punya uang. kita mau tinggal dimana"ucap tasya,adil tersenyum
"kemarin si manis gue jual,ganti sama si cantik. sisa banyak kan?gue beli rumah di daerah kemang. yakali kita udah nikah masih tinggal disini,sekarang gue mau ganti baju. bolos sehari kita pindahan sekarang oke"ucap adil dengan santai. si manis adalah mobil kesayangan adil,itu adalah mobil pemberian mama dan papa adil sebelum mereka mengalami kecelakaan dan meninggal tahun lalu."dil"panggil tasya saat adil ingin bangkit,adil langsung memutar badan nya. ia melihat mata tasya berkaca kaca,adil langsung duduk kembali.
"eh woi,kenapa?jan bikin gue panik elah,perut lo sakit?apa pengen muntah lagi?apa kenapa?jawab sya lo-" tasya memeluk adil dengan erat,ia beruntung mempunyai sahabat seperti adil yang sudah menemaninya dari kecil hingga sekarang."gue nyusahin lo terus ya dil?gue jahat ya dil sama lo?gue minta maaf dil hiks..kenapa manis lo jual dil hikss"tangis tasya,adil sudah hafal kalau perempuan hamil lebih bawa perasaan dibanding wanita yang tidak hamil. hormon mereka juga sering berubah. adil memegang bahu tasya
"sya,gue ini suami lo. gue ini kepala rumah tangga sekarang,soal manis mah gampang. nanti kalau anak kita udah gede dan gue udah kerja kita beli lagi. kan masih ada si cantik,jelek banget kalo nangis mulu gini,kasian juga tu yang didalem perut. yuk"ucap adil"buat gue jatuh cinta sama lo ya dil?"

KAMU SEDANG MEMBACA
artasya
Romance"gue selalu iri dengan bulan yang selalu bisa membuat dunia terang,walaupun tidak seterang matahari"ucap tasya "kenapa harus iri,lo bersinar dengan cara lo sendiri sya"ucap adil