"Krystal, apa kau baik-baik saja?"
Sehun menatap Krystal cemas sambil terus berkonsentrasi pada jalanan di depannya yang cukup ramai. Sejak mereka meninggalkan halaman depan rumah Lee Donghae beberapa menit yang lalu, Krystal tampak linglung dan terkesan seperti orang gila. Ia beberapa kali menggumamkan kata-kata mengenai pembunuh dan juga darah yang membuat Sehun semakin khawatir dengan keadaan wanita itu.
"Kau sudah melakukan hal yang benar, kau memang seharusnya membalas perlakuan bejat pria itu padamu. Kau hebat Krystal." Puji Sehun sambil mengelus pelan puncak kepala Krystal. Krystal hanya bergeming di tempatnya dan tak sedikitpun merespon ucapan Sehun. Saat ini ia bagaikan seorang mayat hidup yang terlihat begitu mengerikan. Wajahnya yang biasanya memancarkan aura membunuh yang berbahaya kini telah berubah pucat dan tak berwarna. Percobaan pembunuhan yang ia lakukan beberapa saat yang lalu berhasil membuat jiwa Krystal terguncang entah karena apa. Mungkinkah sesuatu telah terjadi padanya?
"Sehun, aku ingin pulang." Ucap Krystal pelan. Sehun menganggukan kepalanya sambil menghembuskan nafas lega karena setidaknya Krystal masih mau berbicara dengannya. Sempat beberapa saat yang lalu ia berpikir jika Krystal atau Yoona telah berhasil mendapatkan ingatannya kembali karena Krystal tiba-tiba berseru pelan di depannya jika ia bukan Krystal. Tapi ketakutannya itu langsung terhapus seketika setelah ia mengamati gerak-gerik Krystal lebih lanjut. Wanita itu jika memang telah mengingat semuanya, ia pasti tidak akan bersikap bersahabat dengannya seperti saat ini. Krystal atau Yoona yang telah mengingat semua masa lalunya pasti akan langsung menghabisinya tanpa ampun. Karena bagaimanapun juga ia sudah terlibat cukup jauh dalam pemalsuan identitas Yoona hingga pembentukan kepribadian yang sangat mengerikan seperti ini.
"Krystal, apa kau mencintaiku?"
Tiba-tiba Sehun berseru dingin sambil menatap lurus pada pemandangan di depannya yang sebenarnya terlihat sangat membosankan.
"Aku tidak tahu." Jawab Krystal singkat dan dingin. Sehun menalan riak pahit di tenggorakannya dengan susah payah sambil tersenyum masam untuk dirinya sendiri. Tentu saja sampai kapanpun ia tidak akan pernah mendapatkan cinta dari Krystal atau Yoona karena pria yang selalu mengisi hati wanita itu hanyalah Lee Donghae, tidak akan pernah ada yang lain.
"Kita sudah sampai."
Belum sempat Sehun menyelesaikan kalimatnya, Krystal sudah turun terlebihdahulu dari mobilnya sambil membanting pintu itu dengan keras. Dari kejauhan ia dapat melihat beberapa orang yang dibuat kebingungan dengan sikap Krystal yang aneh setelah ia berhasil menjalankan misinya. Dan tak berapa lama Yunho mengetuk pintu kaca mobil Sehun dan meminta Sehun untuk turun dari mobilnya.
"Aku ingin bicara padamu."
"Mengenai apa? Krystal? Ya, hari ini ia memang aneh." Ucap Sehun malas. Yunho tak mempedulikan nada malas Sehun yang terdengar menyebalkan itu, justru ia semakin berhasrat untuk bertanya lebih jauh pada Sehun mengenai keadaan Krystal.
"Apa sesuatu terjadi padanya saat ia sedang menjalankan misinya?"
"Hmm, memangnya apa yang kau harapkan dari seorang ibu yang hampir membunuh anaknya?" Tanya Sehun sakarstik. Sejujurnya ia tidak menyetujui ide gila Park Jaejong yang akan menggunakan Yoona untuk ajang balas dendamnya pada Donghae. Namun bagaimanapun bentuk penolakannya untuk rencana itu, Park Jaejong tidak mempedulikannya. Ia tetap menjalankan rencanaya dan membuat Krystal atau Yoona berakhir seperti orang gila karena baru saja melukai anaknya.
"Jadi anak itu belum mati? Bagaimana bisa? Kupikir Krystal akan membunuh anak itu di depan ayahnya."
"Apa kau pikir mereka tidak memiliki ikatan batin? Meskipun kita berhasil mencuci seluruh isi otaknya, ia tetap akan memiliki ikatan batin dengan anaknya. Apalagi selama ini ia hanya membunuh orang-orang yang terbukti bersalah padanya, dan seorang anak kecil yang sama sekali tidak memiliki salah padanya tidak seharusnya menjadi target. Aku justru khawatir kejadian hari ini akan membuka ingatannya tentan masa lalunya yang sudah coba kita hilangkan dari kepalanya." Jelas Sehun sedikit emosi. Yunho hanya menatap Sehun datar dan tampak tak terlalu ambil pusing dengan masalah Yoona dan anaknya. Lagipula hingga sejauh ini Krystal atau Yoona belum menunjukan tanda-tanda akan kembali mengingat masa lalunya. Untuk saat ini ia hanya perlu menekan Krystal lebih kuat agar wanita itu tidak memiliki belas kasihan sedikitpun di dalam dirinya. Krystal harus tumbuh menjadi seorang yang tangguh dan tak memiliki perasaan.
YOU ARE READING
Bullets Of Justice
FanfictionHidup penuh sandiwara dan pengorbanan itu memang sulit, namun itulah yang harus dijalani Yoona dan suaminya Lee Donghae yang merupakan seorang intel di Korea Selatan. Hubungan pernikahan yang tidak pernah dipublikasikan, membuat mereka tidak pernah...
