FOUR ANGELS BEAUTY

60 1 0
                                        


Kami lebih nyaman menyebutnya dengan FAB. Geng absurd anak-anak SD ini berhasil mengguncang dada. Asli, alay. Paling tidak, hingga sekarang kami masih berkomunikasi sangat baik. Ya, ini tentang kami berempat. Diurutkan sesuai kelahiran ya.

Lindayani; Linda. 21 tahun. Nikah muda. Sudah anak dua. Sudah jarang diajak nongki-nongki karena harus tinggal jauh. Kami mengertilah, karena ada hal yang lebih penting untuk diurus.

Rachayu Ely Anggraeni; Ayu. 21 tahun. Baru masuk kuliah tahun ini. Berbehel. Paling sering mengajak teman-temannya nongkrong di angkringan, cafe dan jajanan di jalan. Sebulan bisa 3 kali ajakan bahkan bisa lebih. Mengertilah, isi dompet jadi tambah suci. Yu, Yu.

Nova Pebriyanti; Nova. 20 tahun. Merantau di tanah Jawa untuk bekerja dan kuliah di sana. Tentu saja jarang nongkrong karena alasan jarak. Tapi lebih sering menelepon. Sebulan bisa 3 kali juga. Bahkan lebih. Mengertilah, memang ponselku selalu sepi pengunjung. Nop, Nop.

Sitti Nurmanihaya; Inuk. 20 tahun. Selalu ikut ajakan Ayu untuk nongkrong. Sekampung sama Linda di kota tapi jarang ketemu. Senasib sama Nova, sama-sama pernah dipusingkan soal asmara. Mengertilah, untuk apa mendeskripsi diri sendiri. Nuk, Nuk.

Dengan bermodal otak udang dan keamburadulan gramatikal, kami berani membentuk nama geng dengan bahasa Inggris. Four Angels Beauty. Aturannya kan Four Beauty Angels ya. Iya, kan? Huft. Tapi apalah arti kesalahan, sudah terlanjur nyaman.

Tidak banyak kenangan yang aku ingat. Itu sudah hampir 10 tahun yang lalu. Yang membekas hanya ketika kita berangkat les sama-sama, dan menyumbangkan tarian ketika perpisahan sekolah. Lagunya Inul Daratista. Luar biasa.

Keadaan jadi sedikit berubah ketika salah satu di antara kita, Linda, memutuskan untuk menikah muda. Ya, waktu itu kami masih duduk kelas 2 SMP. Hingga tahun berganti tahun, komunikasi jadi sangat jarang. Mengingat Linda sudah punya tanggung jawab baru, Ayu dan Nova juga sekolah di luar daerah. Kami terpisah. Hiks.

Sedikit fakta, kami semua bersekolah di kejuruan. Aku, Farmasi. Ayu, Administrasi Perkantoran. Nova, Akuntansi. Bayangkan saja bagaimana sibuknya anak SMK. Mungkin itu juga jadi salah satu alasan kami jarang mengabari satu sama lain. Jangan bersedih, ingat semboyan kita. SMK, Bisa!

Dan sekarang, syukur kepada Allah, Linda sedang mengandung anak keduanya. Ayu sedang fokus dengan kuliah perdananya. Nova sedang tekun dengan studi dan pekerjaannya.

Waktu serasa berjalan begitu cepat, kawan. Kita yang awalnya hanya anak manja yang mengisi waktu kosong dengan bermain karet dan bekel, sekarang punya tanggung jawab yang besar, bahkan di antara kita sudah ada yang menyandang status sebagai ibu dari dua orang anak.

Kudoakan semoga kita yang masih zomblo (zombie jomblo) lekas menyusul Linda menjadi seorang istri dan ibu. Aamiin. Wah, mengkhayal lagi jadinya. Ingat, nikah jangan dijadikan ajang balapan ya. Bukan soal siapa yang cepat, tapi siapa yang tepat. Asik, pesan moral.

Semoga tetap solid sampai anak cucu. Jangan hanya jadi sahabat di dunia. Semoga selalu dilancarkan urusan kita semua ya. Penuh cinta.

Temanmu,
Inuk.

DIBALIK SEBUAH NAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang