Canggung. Aneh. Dan sudah lima menit berlalu sejak Yoongi menginjak pantofel Namjoon ketika pemuda itu justru mengajaknya duduk satu meja dengan mantan kekasihnya, Jung Hoseok.
Disambut ringisan yang dihiasi senyum paksa, Namjoon yang masih setia mengait jemari Yoongi melanjutkan skenario tanpa teks dihadapan sang mantan.
Yoongi sebisa mungkin menahan hasrat untuk memaki Namjoon yang berlaku seenaknya diluar konteks. Tidak, bukan begini perjanjiannya. Harusnya mereka cukup berlalu dan semuanya selesai dalam beberapa detik. Nyatanya, tawaran ngopi Hoseok disambut sukacita oleh si pemuda Kim. Sungguh sialan. Demi segala benda tajam di dunia ini, ingin sekali Yoongi menancapkan semua itu pada Namjoon.
Hoseok memicing aneh pada Namjoon yang terus-terusan meringis kesakitan. Sesekali ia menoleh Yoongi yang menunduk dan mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Aku tidak tau kalau kalian teman sejak kuliah. Namjoon tidak pernah bercerita apapun tentangmu padaku", ucap Hoseok setelah menyesap peppermint tea-nya.
Yoongi terkesiap, "Mungkin karena kau terlalu fokus pada hubungan kalian. Maka hal lain tak dianggap penting."
Namjoon tertegun, jawaban Yoongi sungguh di luar prediksinya. Mungkin karena spontanitas yang cerdas inilah Yoongi bisa menjadi seorang penulis andal. Luar biasa. Namjoon janji akan memberi reward yang banyak untuk Yoongi setelah ini.
"Aahh, benarkah", Hoseok memiringkan kepalanya.
"Hey, ayolah. Kenapa kau justru menanyakan hal yang membuatnya tak nyaman begini? Lagipula-", Namjoon menyeringai tipis, "-segala hal yang sudah berlalu tidak ada artinya lagi sekarang kan?"
Hoseok mencebik kesal, pandangannya kembali lagi pada Yoongi.
"Yoongi-ssi, aku mengenalmu. Bukankah tempo hari kita bertemu di Macau?", celetukan Hoseok sontak membuat Namjoon berjengit kaget. Begitupun Yoongi.
"Ah, kau datang bersama seorang gadis manis. Saat itu kukira kau sedang berlibur dengan kekasihmu. Uhm, tapi ternyataㅡ"
"Bukankah kau juga datang bersama kekasihmu?", sambar Namjoon, dan kini Hoseok yang tersentak. "Hmm, siapa ya namanya? Kim Taehyung, benar?"
Yoongi terhenyak. Mendengar nama Taehyung disebut membuat dadanya sesak. Seketika ia disadarkan oleh satu hal yang sempat ia lewatkan; Taehyung sudah berkencan dengan pemuda manis dihadapannya ini.
Ingatannya kembali pada malam di mana dirinya mabuk dan hal tak terduga sekaligus memalukan baginya terjadi. Ia bahkan tak yakin soal status keperjakaannya saat ini. Meski Taehyung mengatakan bahwa hanya meninggalkan jejak di area leher dan dadanya, tak mudah bagi Yoongi untuk memercayainya seratus persen. Dan tak bisa dipungkiri, ia diliputi rasa tak enak hati saat ini.
Bagaimana kalau Hoseok tau bahwa sang kekasih sudah melakukan sesuatu dengan dirinya?
Yoongi mendengus gusar, sudut matanya memberi kode pada Namjoon yang menyesap kopinya dengan tenang, sebelum siku Yoongi menyentak perutnya hingga pemuda itu tersedak hebat.
"UHUKK!! UHUKK!"
"Aahh, astaga Namjoon kau tak apa?", Hoseok sudah bersiap untuk menghampiri Namjoon tp gerakan Yoongi rupanya lebih cepat. Buru-buru ia mengait lengan Namjoon, menyuruhnya agar segera beranjak dari sana.
"Maaf Hoseok-ssi, sepertinya kami harus pergi sekarang. Terima kasih jamuan kopinya. Permisi."
"Oh? Hey, tunggu! Min Yoongi-ssi!"
Tanpa memedulikan seruan Hoseok, dan erangan Namjoon yang masih terbatuk, Yoongi menarik pemuda pergi dari kafe secepat yang ia bisa. Dan ia tak lupa bahwa harus memberi special reward untuk kawannya setelah ini.
.
"Jangan lakukan hal memalukan seperti tadi lagi atau aku tak segan melemparmu ke kawah gunung berapi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
DDAENG! (Taegi) ✔
Fanfiction"Sepertinya ada yang salah dengan hatiku" "Kau kenapa? Terserang Hepatitis?" "Idiot!" It's Taegi! -AU -Romance -BoyxBoy ©Min Chaera
