Chapter Fourteen

1.7K 180 8
                                        

Hoseok meletakkan cangkir kopi di meja, dia menghela napas dan dahinya berkerut menatap curiga Jaehwan yang juga menyesap kopi dengan tenang di hadapannya. Permainan apa lagi ini? Tipuan apa lagi yang sedang diciptakan oleh para iblis untuk mendapatkan mata Jimin? Ujung jemari Hoseok dengan jelas merasakan aura iblis yang sangat kental di tubuh Jaehwan, pemuda sial yang tubuhnya dipinjam sebagai tempat bersemayam iblis neraka. “Aku yakin tidak ada satupun diantara kalian yang tahu soal kisah ini,” ucap Jaehwan, “bahkan orangtua kalian juga pasti tidak mengetahuinya. Hanya aku...” Jaehwan tersenyum, “...dan pria itu yang tahu.”

Hoseok dengan serius mendengarkan ucapan Jaehwan, mencerna semua tipuan dan kisah palsu yang sebentar lagi akan diucapkannya. “Ini terjadi sebelum kalian semua lahir,” ucap Jaehwan, “saat itu, aku dan sahabatku, Habu sering sekali mengacau di tempat ini, membuat semua manusia ketakutan dan sangat resah. Si Park itu, dia yang selalu menghalangiku.” Jaehwan menyesap kopinya lagi, dia menghela napas dan diam sejenak. “Ah, dia sangat ceroboh,” gumam Jaehwan pelan.

“Apa maksudmu ceroboh?” tanya Hoseok.

“Adik perempuanku,” jawab Jaehwan, “kau pasti tahu dari Hana kalau istri majikannya membunuh seekor ular siluman yang akan membunuhnya saat dia hamil, kan?”

Hoseok mengangguk, dia terkejut mendengar siluman ular itu adik iblis yang sekarang ada di tubuh Jaehwan. “Adik perempuanku berdiri di pihak Habu, dia berusaha menguasai dunia manusia dan membunuh semua cenayang,” Jaehwan bercerita, “aku sudah mengatakan dia tidak perlu melakukan itu, tapi dia tidak mau dengar. Dan aku, untuk pertama kalinya menjatuhkan harga diriku dengan meminta Cenayang Park mengunci kekuatan adik perempuanku.”

“Untuk apa kau melakukannya?” tanya Hoseok, “bukannya kau sendiri iblis?”

“Apa menurutmu semua iblis ingin menguasai dunia?” Jaehwan ganti bertanya.

Hoseok terdiam. Entah kenapa dia merasa Jaehwan tidak sedang berbohong. Tapi tidak, Hoseok tidak boleh percaya begitu saja. “Aku mengacau di dunia manusia hanya untuk bersenang-senang, Nak,” ucap Jaehwan, “aku melihat kalangan cenayang, aku merasa kehidupan mereka juga membosankan. Jadi aku sekalian menguji kemampuan mereka dengan mengacau di dunia manusia.”

“Lalu bagaimana dengan adik perempuanmu?” Hoseok kembali bertanya.

“Ah, soal itu,” ucap Jaehwan, “seperti yang kukatakan, aku meminta bantuan Cenayang Park untuk mengunci kekuatan adikku, aku mengatakan kalau dia bisa melakukannya...” Jaehwan menatap Hoseok, “...aku akan memberikan mata pembunuhku kepadanya.”

Eh.

Hoseok terdiam, dia terkejut mendengar ucapan Jaehwan. Jaehwan tersenyum, dia menjentikkan jarinya dan seketika Hoseok menjerit kaget sampai dia langsung berdiri menabrak kursi. Hoseok sangat terkejut melihat wajah Jaehwan berubah sangat mengerikan, dan mata kirinya berlubang. “Inilah wajahku yang asli,” Jaehwan kembali menjentikkan jarinya, wajahnya kembali seperti semula, “Cenayang Park berhasil mengunci kekuatan adik perempuanku dengan mengubahnya menjadi ular. Tapi dia sangat ceroboh, adikku malah berusaha membalas dendam dan itu membuatnya musnah.”

“Apa hubungannya dengan semua ini?” tanya Hoseok.

Jaehwan tersenyum, perlahan dia tertawa seakan baru saja mendengar sesuatu yang lucu. “Benar kata Hana, sepertinya sia-sia dia menyekolahkanmu selama bertahun-tahun kalau otakmu tetap tidak bekerja,” ucap Jaehwan disela tawanya, dan itu membuat Hoseok kesal sekaligus malu. Hoseok memang masih belum menemukan inti semua cerita Jaehwan, dia juga berusaha tidak termakan tipuan iblis. “Sejak dulu, Habu ingin mata pembunuhku digunakan untuk menguasai manusia,” ucap Jaehwan, “saat dia tahu mata itu ada pada anak-anak Cenayang Park, tentu saja dia berusaha mengambil mata itu.” Jaehwan terdiam, raut wajahnya seketika berubah serius. “Aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” ucap Jaehwan pelan, “aku harus mengambil kembali mata itu sebelum Jungkook mendahuluiku.”

Twins (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang