[ Only You pt.II ]
*baca "Only You" dulu, biar nyambung ❤
-
"Percayakah kamu, bahwa SMA bukanlah satu-satunya masa indah para remaja? Peganglah tanganku, aku akan membuat masa indah mu berkesinambungan."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak smua kisah dapat dilupakan begitu saja. Terkadang ada saat dimana kita harus me- ngingat suatu kisah, mengingat dan merasakan kembali efek dari kisah itu.
🌉🌉🌉
Menikmati hidangan, itulah yang dilakukan kedua remaja itu.
Hidangan simple.
Semangkuk mie ayam dan es teh berhasil mengheningkan suasana karena keduanya saling menikmati cinta rasa dari hidangan tersebut.
Sesudah memakan kira-kira ½, Sara perlahan mendongakkan kepalanya dan menatap Alex. Yang masih hanya mengenakan jaket tanpa pakaian lain didalamnya. Jaket itu terbuka hingga tubuhnya kelihatan. Sara masih mrasa tidak nyaman.
"Kamu tau dari mana rumah Cika, Al?"
Cowok itu mendongak dengan makanan yang masih menggantung di mulutnya. Sesudah mengunyah dan menelan, ia langsung merespon.
"Pas kamu demam kamu ngirim alamat lengkapnya, Lee."
Sara memanggut. "Tapi kan jadwalnya beda. Kamu tau dari mana tiap minggu sore aku ngajar di rumah Cika?"
"Seorang gentleman ga bakal ngasih tau sluruh rahasianya pada gadis kesayangannya sekalipun." dengan nada suara yang sok bijak Alex berucap membuat Sara mendengus.
"Yaudah."
"Kenapa, Lee? Kamu ga suka aku jemput kesana?"
"Kebalikannya, Al. Aku senang kamu jemput. Really. Tapi...."
"Tapi...?"
"..."
"..."
"Tapi aku masih mrasa ga nyaman, Al."
"Ga nyaman kenapa?"
"Karena kamu ga pake baju? Maybe?"
Alex terkekeh. "Udah aku bilang Lee, bagi cowok, ini udah biasa. Asal jangan-jangan kamu ga nyaman karena cemburu kalau bakalan dilirik cewek lain, hm?"
Maybe yes.
Maybe no.
Oh wait.
YES! I DO JEALOUS.
Sara mengedipkan matanya beberapa kali. "Engga. Aku mrasa gaenak karena kamu sampe segitunya..." Sara mengusap lehernya.