33- Oh jadi Alwan itu ( Semua terbongkar mulai dari sini)

160 6 0
                                        


Untuk sesaat Reno tidak ingin bertanya atau menyinggung alasan mengapa temannya itu cepat sekali pulang dari rumah sakit, mungkin menginjak lantai kamarpun belum sempat. Apakah pak Satpam tidak mengizinkan si kunyuk itu masuk, entahlah.

Sambil meregangkan tubuhnya Alwan membuka percakapan, "Gak usah ikut campur sama urusan orang."

Reno bergidik, ditatapnya lelaki itu dengan penuh tanda tanya.

"Maksud lo apaan?"

Tidak mengerti akan maksud dari ucapan temannya, Reno mmenghempaskan tubuh ke sofa.

"Ga usah pura-pura gatau Ren. Gue sebenarnya udah capek, gue mau selesaiin semua sekarang."

Reno menegakkan tubuhnya lalu menatap Alwan yang ada di sebelahnya, "Lo kok tega sih?"

"Udah gue duga, ternyata benar lo udah tau."

Alwan merapikan rambutnya sambil tersenyum menatap temannya itu, "Karena gue pengen balas dendam. Keluarga dia udah ngehancurin perusahaan keluarga gue. Lo tau? Kita ngelewatin masa-masa sulit semenjak itu. Gue ga bisa menyentuh orang tuanya. Ya terpaksa anaknya yang jadi korban, impas kan?"

Reno terkekeh mengejek. Ada yang memanas di dalam dirinya hingga ia spontan mendaratkan pukulan tepat di wajah Alwan. Tidak seharusnya Alwan memainkan perasaan Serta padahal dulu Reno mengira Alwan benar-benar menyayangi Aery namun niat buruk Alwan terbongkar sekarang. Tak terima dipukul, Alwan bangkit dari duduknya dan menarik kerah baju Reno lalu mendorongnya hingga membentur dinding.

"Semua berakhir karena lo Ren, karena udah terlanjur gini gue bisa apa? Lo liat aja apa yang bakalan terjadi."

Reno meremas tangan Alwan yang mencengkram kerahnya, ia sekali lagi memukul sahabatnya itu karena sekarang ia benar-benar tidak percaya kalau itu adalah Alwan yang selama ini dikenalnya.

"Gue ga nyangka lo sebangsat Ini," ujar Reno dengan mata yang kini memerah akibat menahan amarah.

Mendengar hal itu membuat Alwan naik pitam dan memukul sahabatnya hingga jatuh ke lantai.

"Gue penasaran deh, kenapa lo peduli banget sama dia? Lo suka sama dia?"

Reno menarik salah satu ujung bibirnya, "Iya gue suka sama dia."

Mereka saling memukul hingga bg Varo datang lalu memisahkan mereka berdua. Reno mengambil helmnya di atas sofa kemudian meninggalkan kediaman Alwan dengan rasa yang belum puas memukul temannya yang satu itu. Sedangkan Alwan masuk ke dalam kamarnya membuat bg Varo kebingungan akan keadaan saat itu. Apa yang sebenarnya terjadi?

***

Reno duduk di depan cermin sambil mengobati luka di wajahnya. Ia sesekali meringis kesakitan. Sesaat kemudian, ponselnya bergetar. Ada panggilan masuk dan itu dari Rinda.

"Halo Ren, gimana keadaan cewek itu?"

"Apa peduli lo?"

"Gue takut Ren. Kira-kira dia tau ga ya kalau yang ngunci gudang adalah gue? Gue bener-bener nyesel sekarang. Tapi kok lo tenang gitu sih? 'kan lo udah setuju bantuin gue berarti lo ikutan juga dalam masalah ini."

"Gue bantuin lo, karena gue pengen jauhin dia dari Alwan sekaligus gue bisa tau rencana-rencana busuk lo itu. Sekarang lo udah tau 'kan, jadi jangan pernah hubungi gue lagi."

Reno memutuskan panggilan secara sepihak dan melemparkan ponselnya ke atas ranjang. Ia mengacak rambutnya karena berada pada posisi yang seperti ini. Di sisi lain Alwan adalah sahabatnya tapi di sisi lain Alwan adalah orang bangsat yang membuatnya muak.

IMPOSSIBLE [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang