Apologize

10.1K 1.6K 759
                                        

       

.

.

.

"PAPA JAHAT! UWU BENCI PAPA!!!!!"


PAPA!



"PAPA JAHAT! UWU BENCI PAPA!!!!!" Jungwoo berlari keluar ruang sidang diikuti oleh Mark yang mengejarnya. Luna yang awalnya ingin mengejar Jungwoo diberhentikan oleh hakim.

Sedangkan Lucas, ia baru sadar bahwa mulutnya itu benar-benar sudah kelewatan dan tidak bisa di rem. Kemudian ia pun menetralkan napasnya dan kembali duduk ditempatnya.

Jungwoo berlari ke luar ruangan sembari menangis sampai akhirnya lelah dan berhenti di tengah-tengah lorong yang sepi. Jungwoo lalu berjongkok di tengah-tengah lorong dan menelungkupkan kepalanya di kedua lengannya menangis sesegukan. Mark yang sedari tadi mengikuti Jungwoo kemudian ikut berjongkok di sebelahnya.

"Woo.." Jungwoo menoleh. Matanya penuh dengan air mata, kedua sudut bibirnya melengkung ke bawah, dan pipi gembilnya basah akan air mata yang terus mengalir.

"Makkuuuuu!!!! Hueeee.. papa jahat cama uwuuuuu!!!" Begitu Jungwoo melihat Mark ia langsung menghambur ke pelukannya.

—Jungwoo emang manggil Mark itu "Maku" karena Lucas sering manggil Mark dengan sebutan Markeuuu jadi dia pengen ngikutin tapi karena Uwu cadel, jadinya Maku deh—

Mark memeluk Jungwoo karena ia juga turut merasakan perasaan Jungwoo. Mark juga sebenarnya tidak menyangka bahwa Lucas akan sangat kalap sampai akhirnya membentak dan mengatakan hal yang menyakiti Jungwoo.

"Uwu, maafin Lucas ya? Dia ga bermaksud buat marahin kamu kok." UcapMark sambil mengelus punggung Jungwoo.

—Iyabeda emang ngomongnya sama Lucas. Mark masih rada lembut dikit ke Jungwoo jadi jangan disamain sama aa Lucas ya—

"Hiks... tapi papa benci uwu, papa malah cama uwu.. uwu nakay hueeee..."

"Wu, Lucas ga benci sama kamu kok. Percaya deh sama Maku. Tadi itu Lucas cuma kecewa karena Uwu udah bohong. Kenapa Uwu ga jujur aja tadi? Lucas itu berharap banget supaya kamu jujur tadi, Wu. Lucas itu pengen supaya Uwu itu ga di hukum lagi sama mamanya Uwu."

"Makkuuu tapi tadi papa malah cama uwu.. hiks."

"Sshh... Nggak kok, Lucas mungkin cape, Wu. Tau ngga? Lucas itu belum tidur dari kemarin. Uwu kalo belum bobo pasti ngantuk kan? Uwu rewel kan?" Jungwoo mengangguk.

"Nah, sama. Lucas juga gitu, Wu. Lucas itu masih bocah sama kayak kamu."

Jungwoo diam.

"Wu, tapi kenapa tadi uwu bohong? Mama kamu ngancem? Hm?" Jungwoo ngangguk.

"U—uwu takut cama mama, h—hiks."

"Kenapa takut? Uwu kan ga salah."

Di saat yang sama, ponsel Mark berbunyi. Ia pun merogoh kantongnya dan melihat nama Lucas Alay Bin Cabul tertera di layarnya.

"Halo?"

"Mark, ini bunda. Sidangnya ditunda karena bukti-bukti belum cukup kuat buat kedua pihak. IbunyaJungwoo juga jadi tersangka kdrt dan rencananya bakal diadain sidang lagi minggu depan. Ohiya satu lagi, Jungwoo bakal tinggal di komnas perlindungan anak buat sementara."

"Serius, bunda?"

"Dua rius. Emm... kamu lagi sama Jungwoo?"

"Iya. Nih lagi di depan aku sekarang."

Papa! | Caswoo [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang