Confession

13.1K 2K 380
                                        

...

...

...

---bunda, itu si Jungwoo ga mungkin jadi korban kdrt kan?"


PAPA!


Bunda hanya menatap Lucas dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Sepertinya lapor polisi adalah jalan yang tepat, Lucas."

"Jangan bun ah. Nanti Lucas kena kasus penculikan gimana?" Bunda masih bingung. Mereka juga tidak punya bukti kuat akan hal itu.

"Yaudah, kamu rawat Jungwoo sampe dia bener-bener sembuh sambil kumpulin bukti bahwa Jungwoo itu korban kdrt." Lucas mengangguk tapi sepersekian detik dia menganga.

"HAH?! T-tapi bun... itu.. nanti—masa—"

"Kamu yang bawa pulang, kamu yang tanggung jawab Lucas."

"T-tapi Lucas kuliah terus bunda juga kerja, siapa yang ngurus---"

"Kamu bawa aja ke kampus. Ayah kamu dulu sering kan bawa kamu."

"Ya elah bun. Ayah kan dosen jadi wajar kalo bawa anak. Lucas kan mahasiswanya bun masa Lucas bawa Jungwoo? Apa kata temen-temen nanti bun?!"

"Bunda ga peduli Lucas. Belajar untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu perbuat." Tubuh Lucas melemas dengan tiba-tiba.

"Haaahh.... bunda bingung deh, kenapa anak semanis Jungwoo di siksa ya? Orang tuanya mikirin apa sih? Seharusnya kan diumur segini dia sedang membutuhkan kasih sayang lebih." Ucap bunda sembari menghela napas panjang.

Hari sudah pagi. Lucas masih bergelut dengan alam mimpinya. Begitu pula dengan si manis Jungwoo. Tapi, Lucas merasakan sesak seperti ketindihan tapi kok---enteng? Apakah ini yang dinamakan sleep paralyze?

Kalau kata orang sleep paralyze itu sakit, kalian tidak bisa membuka mata walaupun sudah dipaksa. Lucas mencoba untuk membuka matanya.

---eh kok bisa?

Lucas membuka mata dan sesuatu yang pertama kali dilihatnya adalah rambut. Awalnya Lucas takut tapi kalaupun itu hantu tidak mungkin rambutnya pendek. Lucas menoleh untuk melihat ke kaca. Di seberang kanan tempat tidur Lucas ada lemari dengan kaca besar yang menempel pada pintu lemari tersebut.

Dia melihat sesosok anak kecil yang sedang tertidur di atas badannya seperti koala. Siapa lagi kalau bukan si manis Jungwoo? Lucas melihat pantulan wajah Jungwoo yang tenang, polos, dan menggemaskan sedang tertidur.

"Woo, bangun lo berat ih gua gabisa napas." Lucas bohong. Sebenarnya Jungwoo itu tidak berat sama sekali malah sangat ringan. Kalau kata bunda, badannya aja kurus kering gitu.

Lucas akhirnya membiarkan Jungwoo tidur di atasnya. Masih dengan posisi menghadap kaca, Lucas mengelus surai hitam Jungwoo.

"Kasian banget sih lo. Untung yang lo peluk bukan orang yang salah, woo. Bahaya kalo seandainya yang lo peluk om-om cabul. Untung lo ketemu gua." Lucas membayangkan seandainya Jungwoo memeluk orang yang salah. Lucas tidak kuat untuk membayangkannya. Ia pun menggeleng. Tanpa sadar, Lucas pun bermonolog ria.

"Woo, nanti kalo ayah tau lo disini reaksinya apa ya? Kaget? Serangan jantung? Eh jangan sampe."

"Woo, kalo gua ngampus lo gua taro mana ya? Daycare? OIYA DAYCARE LUCAS SANGAT JENIUS!"

"Eh, tapi duit dari mana? Si bunda pasti gamau bantuin nih."

"Ya masa gua harus kerja sambilan? Ogah banget. Lagi juga kerja apaan?"

Papa! | Caswoo [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang