*24*

14 0 0
                                        

Hujan sedang mengguyur seluruh kota, orang-orang banyak yang berteduh dan sebagian berjalan dengan memegang payung. Begitu juga dengan seseorang yang sedang meneduh di sebuah halte berharap hujan akan segera berhenti.

Dalam benaknya, mungkin jika seseorang yang sangat ia kenal masih berada disisinya, disaat hujan seperti ini, ketika dia menghubungi orang itu, pasti langsung melesat menjemput dengan mobil audy hitam kesayangannya.

Sayangnya, ini sudah 6 bulan berlalu semenjak hubungan mereka menjadi tidak baik. Sampai sekarang pun dia masih bingung alasan apa sampai hubungannya dengan orang itu menjadi tidak baik.

Dia sudah berusaha untuk menemuinya, tapi orang itu justru memberikan berita yang harusnya dia bahagia. Karena memang awalnya hal itu yang ia inginkan. Tapi, dia berpikir kenapa setelahnya sudah sesuai dengan keinginannya, malah dia seperti tidak terima. Bukannya dia harusnya bahagia, melihat sahabatnya yang sudah kembali dengan masa lalunya?

Ya, Arva masih belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi.

Dari awal yang dia bahagia karena telah menemukan cintanya, yaitu Lana. Dan mengetahui bahwa sahabatnya, Erka memiliki seorang mantan yang mungkin sebenarnya masih dicintainya. Lalu dengan secara kebetulan, ternyata Lana adalah teman dari mantan kekasih sahabatnya itu, Rey.

Dimana, Arva sebenarnya ingin membantu Erka untuk bisa bertemu dengan Rey. Barangkali itu bisa membuat Erka sedikit lebih baik, dan Arva berpikir, bahwa Erka masih mencintai Rey.

Walaupun awal pertemuan Erka dan Rey, tidak berjalan dengan baik. Dan sekarang Erka sudah kembali pada pelukan Rey, menurut Arva. Bukannya seharusnya, Arva turut bahagia?

Arva pun sudah mengakhiri hubungannya dengan Lana karena dia tidak mau menyakiti Lana lebih jauh karena keegoisannya. Padahal dari awal, Arva berpikir kisah cintanya dengan Lana akan bahagia selamanya. Mengingat Lana adalah pacar pertamanya.

Hujan perlahan mulai mereda, Arva pun kembali berjalan menyusuri jalan untuk menuju apartemennya. Sampai pada akhirnya, ada mobil yang berhenti disebelahnya. Arva pun menghentikan langkah dan melihat seseorang di bangku kemudi.

"Kau..." Arva sedikit terkejut melihat orang tersebut. "Hai Ar, boleh kuantar?" tanya orang itu.

"Tak usah, terima kasih. Apartemenku 'kan di depan sana, jalan sebentar juga sampai," tolak Arva secara halus.

"Kalau begitu, izinkan aku mampir sebentar ke apartemenmu," jeda sebentar, "kita sudah lama tidak mengobrol dan bertemu setelah kau memutus hubungan denganku." Lanjutnya dengan senyum bertengger di wajah tampannya.

Arva sedikit berpikir, sebelum menjawab. "Baiklah." Kemudian dia melangkah ke pintu penumpang sebelah pengemudi dan membukanya, lalu masuk ke dalam. Mobil itu pun melaju perlahan.

Sesampainya mereka di apartemen Arva, dia mempersilahkan tamu dadakannya untuk duduk di sofa sembari menunggu dia mengambilkan minum dan beberapa camilan.

"Kau tunggu disini, aku akan bersih-bersih dulu sebentar. Bajuku sedikit basah kena air hujan tadi." Ucap Arva yang dijawab anggukan oleh orang tersebut.

Beberapa menit kemudian Arva kembali dengan baju rumahannya dan mengusap rambutnya yang basah dengan handuk. Berjalan menghampiri tamunya itu.

"Jadi, kau ingin mengobrol denganku tentang apa, Lana?" tanya Arva seraya duduk berhadapan.

"Tidak ada, aku hanya..." Lana membenarkan posisi duduknya sebelum melanjutkan, "Aku hanya... Sepertinya merindukanmu dan ingin melihatmu." Lanjutnya dengan mata menatap Arva lekat-lekat. Arva menghela nafas sambil mengalungkan handuk dan bersandar.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Give me your love...Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang