BCILY - 25 (Perasaan yang tersembunyi)

288 23 2
                                        

Hari ini pertunangan Shin hye akan di laksanakan. Tepat 2 jam dari sekarang. Kini Shin hye tengah sibuk mempercantik dirinya. Dia tengah memakai gaun cantik yang telah dipilihkan oleh ayah Chanyeol untuk ia pakai. Gaun pink yang di design begitu menawan terlihat sangat elegan bila di kenakan di badan nya yang ramping dan tidak terlalu tinggi. Perias mendadani wajah Shin hye dengan riasan ringan yang membuatnya terlihat natural dan manis, tak lupa mereka juga memakaikan flower crown di kepala Shih Hye agar menambahkan kesan angun di diri Shin hye.

Setelah selesai Shin hye di bawa menuju ruangan dimana keluarga besar Chanyeol dan Shin hye tengah menenggu nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah selesai Shin hye di bawa menuju ruangan dimana keluarga besar Chanyeol dan Shin hye tengah menenggu nya.

Begitu dia memasuki ruangan itu, seluaruh keluarga nereka berdua terlihat begitu terpesona akan kecantikan Shin hye yang begitu menawan.

" Kau terlihat sangat cantik nuna." ucap Jihoon dengan binar mata terpesona.

" Gomawo Jihoon-ah." balas Shin hye.

" Nak, apa kau sudah benar benar siap mengucap janji untuk selalu bersama dengan anak ku hingga hari pernikahan kalian?" tanya ayah Chanyeol.

" Aku siap appa. Hati ku sudah memilih Chanyeol, jadi apapun yang terjadi nantinya aku akan berusaha untuk tetap bersama Chanyeol." jawab Shin hye yakin.

Tuan Park tersenyum mendengar jawaban Shin hye. " Baiklah kalau begitu, appa harap kalian akan terus bertahan hingga hari pernikahan kalian. Appa sangat berharap kau lah yang nanti nya akan menjaga dan mendampingi Chanyeol hingga akhir." ucap ayah Chanyeol.

Shin hye tersenyum " Nde appa." jawab Shin hye.

" Sepetinya saya harus menemui anak saya, appa ke ruangan sebelah dulu ya Shin. Jangan gerogi." ucap tuan Park lalu pergi dari ruangan itu setelah mendapat senyuman dan anggukan kepala dari Shin hye.

Tak lama kemudian kakak Shin hye dan juga teman teman nya datang ke ruangan tempat Shin hye berada.

" Kau sudah siap Shin? " tanya sang kakak.

" Seperti yang oppa lihat, aku sangat siap." jawab Shin hye dengan senyuman indah nya.

" Baguslah kalau begitu. Oppa sudah memasang kamera yang terhubung ke monitor di rumah sakit. Jadi kau tenang saja, eomma dan appa bisa melihat mu dari sana." ucap sang kakak.

" Nde oppa, aku juga sudah siap untuk kepergian mereka. Aku harus merelakan mereka bukan? Seperti yang mereka minta." ucap Shin hye dengan senyum palsu nya.

Ya, bohong kalau Shin hye sudah sepenuhnya merelakan kepergian ibu dan ayah nya. Dia masih sangat terpukul akan hal itu, tapi ayah dan ibu nya tidak boleh melihat nya menangis. Dia harus terlihat bahagia di depan ibu dan ayah nya. Dia ingin memberikan senyuman terakhir nya untuk ibu dan ayah nya, agar mereka bisa pergi dengan tenang.

" Shin hye-ah kau hanya perlu sedikit waktu lagi untuk benar benar merelakan mereka. Jangan sedih, ingat permintaan terakhir mereka, nde?" ucap sang kakak yang seolah mengerti arti senyuman Shin hye.

Because I Love You [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang