Duapuluh[End]

12.2K 791 53
                                        

•••
Everyday everytime.
It won't change forever.
•••

Semuanya sudah berakhir sekarang. Pilihan sudah Hinata tetapkan, dengan keputusan yang sudah bulat. Mungkin sebelumnya terasa begitu sukar saat mejalaninya tanpa rasa tulus. Namun, kali ini dia akan menerima apapun yang terjadi. Tidak peduli itu manis atau pahit. Hinata berjanji akan selalu menghadapinya, berada di samping Sasuke.

Hinata menatap pantulan dirinya di depan cermin. Yukata berwarna lavender dengan aksen bunga sakura putih melekat indah di tubuhnya. Bibir yang diolesi lipstick berwarna merah, rambut panjangnya di gulung ke atas menyisakan anak rambut di kedua sisi wajahnya, tidak lupa poni rata yang menjadi ciri khasnya membuat sulung Hyuuga Hiashi itu terlihat semakin cantik.

Hinata baru saja selesai berdandan tepat ketika seseorang masuk ke dalam ruangannya.

"Acaranya akan segera dimulai." ujar suara di ambang pintu. Hinata tersenyum tipis, lalu mengangguk kecil.

"Aku akan segera turun, Neji-nii." jawabnya lembut. Pemuda dengan rambut panjang itu tidak menjawab dan lebih memilih kembali meninggalkan adik sepupunya itu.

Hinata menghela napas pelan, dia menatap kembali pantulan dirinya di cermin. Memejamkan kedua matanya sejenak, sekelebat bayangan kejadian beberapa waktu lalu kembali hinggap dipikirannya.

"Aku akan mengatakan segalanya asalkan kau berjanji, tidak akan pernah meninggalkan aku."

.

"Aku bukan sekedar mencintaimu, aku membutuhkanmu, Hinata."

.

Perkataan Sasuke terdengar seperti orang yang begitu rapuh dan benar-benar membutuhkan Hinata. Seolah jika gadis itu tidak ada maka ia akan mati. Dia juga tidak akan lupa bagaimana dia begitu marah, saat Sasuke mengatakan semua kebenarannya. Keegoisannya.

"Kau egois Sasuke-kun!"

"Sebut saja aku sesukamu."

"Kita akhiri saja!"

"Kau tidak bisa! Kau sudah berjanji tidak akan meninggalkan aku."

"Aku tidak peduli!"

"Jika yang kau inginkan aku mati, silahkan saja, Hinata."

Hinata mengerjap mengingat bagian itu. Dia masih ingat betul dengan Sasuke yang begitu berantakan saat mereka berpisah dulu, dan dia juga tahu jika dia melakukan hal yang sama dua kali, Sasuke biasa saja melakukan hal yang lebih gila dari sebelumnya.

"Ayo kita menikah."

"A-apa?"

"Kau tidak mau?"

"A-ano.. Kau harus bertemu dengan Tou-sama -ku dulu."

[SasuHina]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang