"Jinseok kau sedang apa?" seorang anak kecil mendatangi seorang anak yang sedang menggambar dibawah pohon besar disamping sebuah taman bermain.
"menggambar" jawab anak ini melihat temannya
"siapa?"
"mama" ia tersenyum dan menunjukkan gambar seoarang wanita berambut panjang dengan senyuman diwajahnya.
"kenapa dia punya banyak plester?" tanya anak tadi duduk disamping anak yang menggambar.
"mama selalu dipukuli oleh papa, papa bilang kalau mama itu gak berguna. Tapi mama bilang dia hanya bohong, dan tetap tersenyum kepadaku. Mama bilang kalau aku itu anak emas, jadi tak usah khawatir" Anak itu menunduk
Anak satunya lagi langsung bangkit dan menggenggap tangan anak tadi "itu benar! Jinseok itu memang anak emas!"
"eh?"
"Tak perlu khawatir Jinseok! Aku pasti melindungimu!!" Anak itu tersenyum dan menunjukkan lesung pipit yang manis.
Anak itu terkejut. "Iya!"
"JINSEOK!!!!"
DOOOR!!!
Jin membuka matanya, Ia melihat sekitar dan sadar ini bukan kamarnya. Jin melihat sebua kalender didinding disamping jendela yang ada dikamar tersebut, Tanggal 15 Juni 2017, lalu menatap Jam yang ada diatasnya , pukul 10 malam. "mimpi buruk?" Jin menengok dan tak menemukan siapa pun. Dia sendirian disana, ia langsung menunduk dan memeluk kedua lututnya. "apa yang kupikirkan.... Namjoon belum mati... iya kan?" Jin mulai teringat detik-detik terakhir Namjoon menatapnya. "kau sudah janji... kau sudah janji... Namjoon..."
Jin mengusap air matanya dan turun dari kasur. Ia hampir kehilangan keseimbangannya, mungkin karena ia hanya memakan sedikit dari semua makanan yang Yoongi berikan. Jin berjalan kearah pintu dan membukanya. Ia melihat Yoongi tertidur disamping pintu, bersandar pada tembok. Jin menunduk dan mengusap kepala Yoongi, "maaf.. Yoongi-ah..."
Tiba-tiba mata Yoongi berkedip dan menatap kabur pada Jin. "-h-hyung!" Yoongi dengan cepat meraih tangan Jin.
"maaf, aku merepotkan kalian" jawab Jin
"ada apa? Kau merasa sakit? Atau ada hal lain yang kau butuhkan" Yoongi bangkit, dan membuat Jin ikut bangkit bersamanya
"itu_" Jin ingin mengatakan sesuatu tapi kakinya terlalu lemas dan membuatnya jatuh kedada Yoongi.
"k-kau tak punya tenaga ya, kita masih punya beberapa makanan" Yoongi merangkulkan tangan Jin pada bahunya dan membawanya masuk kekamar kembali. Yoongi membantu Jin duduk dan segera keluar sebelum sempat Jin mengatakan sesuatu.
Yoongi berjalan menuju dapur, karena rumah Jin sudah sepenuhnya disita, mereka harus tinggal sementara disebuah apartemen. Tempat ini hanya punya dua kamar, satu ruang tengah, satu kamar mandi, dan satu dapur kecil. Yoongi dan Jin tidur bersama, tapi Yoongi tak tahan melihat hyungnya dihantui mimpi buruk, jadi dia putuskan tidur diluar setiap malam. Jimin dan Hoseok mengalah dan mempiarkan Jungkook dan Taehyung tidur dikamar, sedangkan mereka tidur disofa.
Yoongi mulai memanaskan air untuk membuat ramen instan. Mereka hanya punya persediaan makanan istan, mengingat banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi. "Oh... Yoongi hyung" Yoongi menengok dan menemukan Taehyung didepan pintu. "sedang apa malam-malam"
"Taehyung... kau baru kembali? Sedang memasak ramen untuk Jin hyung dia_"
"Jin hyung?!" Taehyung langsung menuju kamar Jin, "Jin hyung!!" Taehyung meletakkan plastic yang ia bawa diatas meja yang ada disana dan memeluk Jin
KAMU SEDANG MEMBACA
Gangsta
أدب الهواةGangster paling berbahaya dan paling diincar diseluruh dunia. Beranggotakan tujuh pria buronan polisi sejak lama, dengan masa lalu kelam yang tak pernah orang tau. Sebuah kisah keluarga kecil kelam yang hanya ada disini, apa kau siap membacanya? [Ca...
