3. Rasi Bintang Ketiga

102 11 128
                                        

Sery berjalan ke kelasnya dan mendapati bahwa apa yang dikatakan Kenzie benar. Gengnya, terutama Bianca sedang mencatok rambutnya ditemani oleh Irene dan Audi yang membantu Bianca mencatok rambut sementara Nabila terlihat sedang fokus membaca.

Sery hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Bianca itu ya, selalu aneh-aneh kalau datang ke sekolah. Membawa alat catokan rambut, setiap ingin makan makanan kantin selalu tinggal telpon minta dianterin ke kelas. Ditemani pengawal yang jumlahnya sepuluh orang dan membariskan para pengawalnya tepat di depan kelasnya. Aduh, Sery melihatnya seperti kelas anak TK saja.

Sekolahan ini memang elit dan dipenuhi oleh siswa-siswi dari kalangan atas. Tapi, di sekolah ini hanya ada dua orang yang membawa pengawalnya. Yaitu, Bianca dan Sery. Kalau Bianca memang memiliki alasan yang tepat, mengapa ia harus membawa pengawal. Mamanya mencalonkan diri menjadi wakil presiden di tahun mendatang. Oleh karenanya, orang tuanya merasa Bianca harus dikawal agar tetap aman meski berada di sekolah papahnya sendiri.

Sedangkan Sery, papahnya menyuruh pengawal menjaganya hingga ia berada di sekolah murni karena papahnya sangat over protective terhadapnya. Padahal ia sudah memohon-mohon agar para pengawal itu cukup menjaganya di luar sekolah. Namun, papahnya tidak mengizinkan dan tetap menyuruh mereka menjaga sampai ke kelasnya. Meski pada akhirnya, Sery menyuruh pengawalnya berada di mushollah saja, tidak sampai di kelasnya.

Sery merasa papahnya sangat tidak masuk akal. Dirinya sudah bukan anak kecil lagi, tapi mengapa papahnya melakukan tindakan sampai sedemikian rupa hanya untuk melindungi Sery? Sery merasa papahnya mengalami paranoid. Menakuti hal-hal yang belum tentu terjadi.

"Hai, gals, sorry gue telat. Kesiangan tadi gue,"ujar Sery seraya tertawa cengengesan melihat teman-temannya menatapnya horor.

"Kebiasaan banget deh lo, Ser. Si Bian udah bawel banget nih nanya lo masuk apa enggak berkali-kali sampai kuping gue hampir budeg rasanya,"sahut Irene seraya membantu Bianca merapikan rambutnya.

"Untung cuma hampir ya, belum budeg beneran. Kasian gue kalau lo budeg, Ren, masa cantik-cantik budeg. Hahaha ...."Sery tertawa kencang diikuti oleh Nabila dan Audi. Sementara Bianca masih diam saja tidak berkomentar malah sibuk merapikan rambut.

"Lagian ngapain sih nyariin gue? Kayak artis aja gue dicariin. Haha ..." Sery tertawa hanya sebentar begitu melihat tatapan jutek Bianca.

"Ngapain kata lo? Ngapain? Lo amnesia? Lo kan gue suruh cariin travel bintang lima buat liburan kita ke Hongkong." Bianca menekankan kata-katanya pada Sery seraya mengambil roll rambut yang berada di poninya.

"Oh itu ... Tenang aja kalau itu mah udah beres sama gue. Jadi nih, kata orang travelnya ... Untuk biaya ke Hongkong paket bintang lima buat tiga hari sebesar dua puluh juta. Kalau paket yang biasa ada, seminggu cuma lima belas juta. Terserah kalian mau pilih yang mana?" kata Sery cuek seraya memainkan game yang ada di ponselnya tanpa melihat ke arah teman-temannya.

Sebenarnya Sery sedikit gelisah. Karena sekarang hari senin, maka sudah tentu menjadi kewajiban siswa untuk upacara bendera. Tapi, Bianca selalu tidak ikut dengan alasan sakit. Irene dan Audi juga biasanya ikut menemani Bianca di dalam kelas. Sedangkan Sery dan Nabila tetap ikut upacara seperti siswa umumnya. Baru kali ini Sery tidak ikut, karena Bianca tentu tidak akan mengizinkannya ikut upacara sebelum ia menjelaskan tentang liburan yang diatur oleh Sery.

"Gue sih terserah juga, sama aja bagi gue. Yang penting kalian jangan ada yang ganggu gue baca novel," jawab Nabila. Ia tipe orang yang cuek dan tidak mau ribet. Apalagi tentang kebiasaannya membaca buku, jangan sampai deh ada yang mengganggunya karena ia akan marah besar.

"Hah? Dua puluh juta? Kita ikutnya yang lima belas aja deh, malah enakan lebih lama. Gue baru dibeliin mobil baru sama nyokap. Kalau minta duit lagi, nggak dianggep anak ntar gue," cerocos Irene dengan ekspresi panik. Selama ini di geng sosialita mereka, memang Irene yang paling boros. Dia yang paling update dan tidak bisa menahan apabila ada new item update. Apapun itu, mau HP, tas, sepatu, aksesori, dan lainnya.

SerenityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang