11.Saatnya Nabila Melabrak

56 6 48
                                        

"Kalau kamu paksain berdiri setelah jatuh, yang ada kamu malah akan jatuh untuk yang kedua kalinya. Dalam hidup, ada fasenya kita untuk berhenti sejenak dan istirahat."

*****
"Lo yakin, Ser?" tanya Ucup ragu. Matanya melirik tubuh Sery keseluruhan dari kepala hingga kaki. Dan setelah melihat pakaian Sery yang berantakan, rambutnya yang masih acak-acakan, Ucup menjadi seratus persen tidak yakin bahwa Sery bisa mandiri.

"Yakin!" jawaban Sery tetap sama. Tanpa memedulikan keraguan yang tercetak jelas di wajah teman-temannya.

"Maksud gue lo bisa ... ngg ... aduh bahasanya gimana ya gue susah jelasinnya. Gini nih, kalau kebanyakan bolos di mata pelajaran bahasa Indonesia." Nabila menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sementara Ucup malah tertawa dengan kencang.

"Dih ... nggak pinter ngaku. Hahaha ...." kali ini Ucup menunjuk-nunjuk Nabila hingga membuat Nabila merengut.

"Ser, kalau kamu paksain berdiri setelah jatuh, yang ada kamu malah akan jatuh untuk kedua kalinya. Jangan menyembunyikan rasa sakit dan perih di dalam hati, kadang ... kita emang harus meluapkannya supaya hati kita lega lagi. Saat terjatuh, nggak cepat-cepat bangkit adakalanya juga bagus, dalam hidup ada satu fase yang memang kita harus berhenti sejenak dan istirahat. Baru setelah itu, kamu mau lari pun untuk mengejar ketinggalan, nggak ada salahnya." Kenzie manatap mata sayu Sery.

Ia tahu, sahabatnya itu hanyalah pura-pura kuat dan tegar. Nyatanya? Sery tidak pernah sekuat itu.

"Nah itu maksud gue, Ser, dari tadi. Lo bisa nangis sekenceng-kencengnya sama gue. Jangan diem aja kayak mayat hidup!" ujar Nabila.

Ia memang melihat sahabatnya itu begitu menyedihkan. Bahkan saat pemakaman, Sery hanya bisa menangis tanpa suara. Sementara Nabila yang menangis meraung-raung menatap kepergian Om Ariadi.

Bukan, bukan... orang yang kuat bukanlah yang menangis diam-diam di kamar seperti Sery. Itu menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang yang lemah. Kalau menunjukkan tangis di depan orang banyak saja Sery tidak mampu, bagaimana ia bisa menunjukkan kalau ia kuat?

.........................

Hari ini Nabila, Kenzie dan Ucup sekolah seperti biasa. Sedangkan Sery tidak masuk sekolah dulu karena masih banyak urusan yang belum ia selesaikan. Seperti bertemu dengan pengacara keluarganya untuk membicarakan hal yang penting dan juga pergi ke travel untuk mengambil uangnya yang dua puluh juta itu.

Sebenarnya Kenzie sangat ingin menemani Sery untuk bertemu pengacara, setidaknya ia bisa membawa pengacara keluarganya untuk berdiskusi dengan pengacara Sery, persoalan ini solusinya bagaimana. Nabila juga tidak ingin masuk sekolah karena ingin menemani Sery ke travel sekaligus mengambil uangnya sendiri karena kalau Sery tidak ikut, Nabila pun jadi tidak bersemangat ke Hongkong.

Tapi tetap saja, Sery menolak bantuan teman-temannya. Ia mengatakan bahwa ia bisa mengurusnya sendiri. Sebentar lagi akan ada UTS, Sery ingin Kenzie dan Nabila tidak tertinggal pelajaran. Akhirnya, mereka bertiga memutuskan untuk masuk sekolah.

Baru saja mobil Nabila yang bermerek range rover itu memasuki parkiran, netranya tidak sengaja menangkap sosok kedua temannya yang sedang menyandar pada salah satu mobil. Ya.. ia melihat Kenzie dan Ucup sedang berbicara dan kelihatannya penting. Ia cepat-cepat berbicara pada drivernya untuk memarkirkan mobilnya di dekat Kenzie dan Ucup yang sedang berdiri.

Setelah turun, Nabila berlari-lari kecil menuju Kenzie dan Ucup yang berhenti berdiskusi ketika Nabila datang.

"Woy, kalian berdua kok ada di parkiran mobil? Kalian berdua kan nggak punya mobil?" tanya Nabila sekenanya.

SerenityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang