Aku meyakini bahwa setiap orang memang butuh seseorang lain untuk bisa bertahan hidup. Entah untuk saling berbagi, saling mencintai dan dicintai, atau hanya sekedar untuk menandakan entitas diri. Tidak ada orang yang benar-benar bisa hidup sendiri, hanya mengandalkan dirinya sendiri untuk melangkah di dunia yang kejam dan penuh misteri, sekuat dan sehebat apapun dia. Semua orang membutuhkan setidaknya satu, atau beberapa orang mungkin butuh lebih banyak, teman hidup yang dapat ia jadikan sandaran. Sekedar untuk melepas lelah atau bersembunyi dari hingar bingar dunia dengan segala kegelapannya.
Dalam kasusku, aku membutuhkan Jungkook untuk ketiga alasan tersebut. Untuk saling berbagi, untuk mencintai dan dicintai, juga untuk sekedar mengetahui bahwa dia ada bersamaku. Melangkah disisiku, menemani dalam gelap, dan menjadi bintang diantara malamku yang kelam.
Aku hanya butuh Jungkook untuk sebuah alasan yang sederhana, untuk menjadi semestaku dan berjanji takkan pernah pergi. Karena tanpanya, aku merasa kosong. Hampa, seolah tak ingin hidup. Kehilangan rumah untuk pulang manakala semesta itu hilang.
Aku jelas merasa ada bagian yang hilang ketika di suatu malam aku tidak mendapati Jungkook disisiku. Tidak ada pelukan hangat yang mengiringi temaram, tidak ada teh hijau hangat kuku yang biasa disuguhkan sebelum aku terlelap tidur, juga tidak ada dia yang dengan segala keangkuhannya, berulang kali kuberi pujian indah bak pujangga cinta.
Seperti malam ini, saat aku tidak menemukan Jungkook yang menyambutku di penghujung hari.
Hening bergema menyambutku saat pulang. Mansionku gelap, tidak ada lampu yang menyala karena Jungkook tidak ada disana. Lantas aku menghela nafas sambil membuka jas kantorku dan melemparnya asal, merebahkan diriku diatas kasur karena terlalu lelah, lalu melirik sekilas kearah jam dinding. Pukul delapan lebih lima belas, seharusnya Jungkook sudah pulang sejak dua jam sebelumnya, menungguku pulang dan membuatkan kopi hangat setelah aku selesai mandi. Ya, aturan kami memang begitu. Dia boleh pergi kemanapun yang dia mau dan menghabiskan uangku sesuai dengan keinginannya, asalkan dia pulang sebelum petang berganti malam. Jungkook juga ingin diberi kebebasan, setidaknya diizinkan untuk melayani para pembelinya yang lain saat pagi hingga petang, karena menurutnya, aku tidak bisa sepenuhnya menaruh hak kepemilikan atas dirinya. Alasan lainnya sih memenuhi kebutuhan biologis, katanya.
Tidak ada pilihan lain bagiku selain menyetujuinya, karena jika aku menolak, aku takut dia lebih memilih pergi. Dia tidak ingin diperlakukan seperti anak anjing yang dikurung dalam sangkar. Meskipun dirawat dengan penuh kasih sayang, dia tidak sepenuhnya merasa hidup jika tidak diberi kebebasan. Setidaknya, itu yang Jungkook katakan kepadaku saat aku melarangnya. Ia juga tidak pernah melarangku untuk meniduri wanita lain, meskipun aku memang tidak ingin lagi melakukannya setelah memiliki Jungkook.
Jungkook bukan haus akan kebutuhan biologis, bukan begitu. Yang kupahami darinya adalah, ia hanya ingin merasa hidup, mengerti bagaimana arti dari kebebasan yang seutuhnya ditengah keputusasaan dalam diri. Jungkook hanya ingin mengerti bagaimana rasanya dicintai, namun ia tidak mengerti bagaimana cara menemukannya. Langkahnya terlanjur kacau, hatinya membeku, dingin tanpa emosi layaknya boneka kaca yang sesungguhnya. Hidupnya porak-poranda, namun meski begitu, ia bukan rusak. Tidak, Jungkook tidak pantas dikatakan rusak. Ia hanya sakit, terlampau sakit hingga tak bisa merasa lagi.
Jungkook seperti anak anjing yang kehilangan rumah. Tidak memiliki tenpat berpulang, resah dan putus asa dalam setiap jejak langkah. Mencoba terlihat tangguh, namun ternyata begitu lemah. Ingin berhenti namun ia tak ingin mati, mencoba bertahan hidup namun tak tahu kemana harus singgah. Ya, Jungkook itu anak anjing yang liar, tapi ia bisa berubah manis jika saja ia dapat merasa dicintai.
KAMU SEDANG MEMBACA
CLICHÉ ㅡ VKOOK
Fan-FictionMaka, apa lagi yang bisa kau lakukan jika semestamu telah pergi? BxB fanfiction. TAEKOOK. Top!Tae with Bottom!Kook. 🔞 for Mature Content (contain explicit sex scene and harsh words), Drugs, Mental Illness, and Self-Harm. [On Going] Start : 10/10/20...
