Sore ini Taehyung pulang lebih awal dari kantornya. Biasanya dia akan pulang setelah petang, atau sekitar jam tujuh malam jika ia sedikit telat, tapi hari ini Taehyung bahkan sudah muncul dibalik pintu mansion sejak jam lima sore. Mengetuk pintu dengan senyum manisnya yang selalu terlihat menawan, lalu menghadiahiku sebuah pelukan tepat saat aku membukakan pintu.
"Kok sudah pulang?"
Gurat senyumnya masih ada bahkan saat ia mencium sekilas di pipiku. Penampilannya masih secerah tadi pagi, terlihat begitu menawan dan elegan padahal hanya dengan balutan setelan kantor sederhana seperti biasanya. Kemeja hitam beraksen khas Gucci yang dibalut dengan tuxedo berwarna senada bertuliskan Christian Dior, dipadukan dengan celana bahan dari brand yang sama dan sepatu pantofel hitam yang mengkilap angkuh. Leher jenjangnya dihiasi scarf choker hitam yang melingkar manis, membuatnya semakin terlihat atraktif dan mempesona. Indah, seperti pahatan seni tanpa cacat, juga terlampau sempurna dalam setiap detailnya.
"Membolos lagi ya?"
Kemudian Taehyung menggeleng sembari menarik pinggangku kedalam rengkuhnya. Masih di ambang pintu, ia bahkan tidak membiarkanku mengajaknya masuk. Oh, akhir-akhir ini Taehyung sering bersikap manis. Tidak, ia memang selalu bersikap manis, tapi kali ini jauh lebih manis dari biasanya. Memberikanku pelukan setelah pulang kerja seperti saat ini, bukankah itu sesuatu yang manis?
"Tidak kok, memang ingin pulang lebih cepat. Aku merindukanmu,"
Implikasi.
Bodohnya, aku malah mengulas senyum. Membuatnya balas menyeringai tipis saat ia mengikis jarak. Sekedar menjamah sebatas pandang, namun membuatku seolah ditelanjangi lewat tatap matanya yang mencumbu.
"Kau terlihat bahagia, apa ada sesuatu yang menyenangkan untuk kudengar?"
"Mm-hm, masih ingat proyek besar yang kuceritakan minggu lalu?"
Aku mengangguk afirmatif dan Taehyung melanjutkan ceritanya lagi. "Investor setuju untuk mendanai proyeknya, dan kita juga berhasil mengajak dua kontraktor besar untuk bergabung. Jika pencairan dananya lancar, proyek akan dimulai minggu depan."
"Seperti yang kuketahui, kau memang selalu hebat." Kemudian aku mencium pipinya sekilas sebagai ucapan selamat. "Jadi, si casanova brengsek ini akan menjadi lebih kaya, begitu?"
"Yeah, cukup kaya untuk membelikanmu Porsche baru."
"Apa aku terlihat semurah mobil Porsche untukmu?"
Taehyung terkekeh sarkastik. Sebelah lengannya beralih menyampir di bahuku, sekedar untuk bermain-main diantara helai rambutku yang teracak. Menggelitik penuh afeksi, juga sesekali turun mengelus tengkuk.
"Tidak sih, tapi kau bisa mengambil semua uangku kalau mau. Aku kan hanya membutuhkanmu,"
"Klise sekali. Jual mahal sedikit, Kim."
Dia menggeleng lagi, "Aku tidak bisa jual mahal jika ingin mendapatkan boneka cantik sepertimu. Kau satu-satunya, dan hanya aku yang boleh memilikimu."
Frasa terakhirnya diucap penuh penekanan, bersamaan dengan tatapnya yang mengintimidasi. Sebelah lengannya saja bahkan sudah cukup untuk membuatku tersudut diantara ceruk dinding yang kaku, lalu mengungkung dalam rengkuhnya. Sunggingan senyumnya terlihat semakin menawan, meskipun terkesan lebih berbahaya. Dominan, angkuh, dengan kontrol diri yang dingin dan penuh otoritas. Segala bentuk adikara tersimpan begitu apik dalam sosok sempurna seorang Kim Taehyung, mendekam segala keberanian yang tersisa dalam diri, dan menjadikanku seolah begitu submisif hanya untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CLICHÉ ㅡ VKOOK
FanfictionMaka, apa lagi yang bisa kau lakukan jika semestamu telah pergi? BxB fanfiction. TAEKOOK. Top!Tae with Bottom!Kook. 🔞 for Mature Content (contain explicit sex scene and harsh words), Drugs, Mental Illness, and Self-Harm. [On Going] Start : 10/10/20...
