[WARNING!]
Strong language. Male Slash. Mature Content. You can skip if you can't read.
Waktu terus berjalan meski kau harus merintih hanya untuk mengejarnya.
Waktu terus berlalu meski kau berusaha untuk meraihnya.
Dan waktu, tidak pernah berbelas kasihan pada siapapun.
Ia mempertemukan, namun juga memisahkan. Jika ia telah merenggut apa yang menjadi milikmu, sekeras apapun kau menangis, sebanyak apapun kau berteriak, waktu takkan pernah mengembalikannya. Dan hal yang sama berlaku juga kepadaku.
Waktu itu bukan jahat, sayang. Dia hanya tidak peduli mana bahagia atau tangis, tidak tahu mana sedih atau senang. Pun tidak mengerti, mana yang disebut sebagai benci, mana yang pantas dianugerahkan sebagai cinta.
***
Jeon Jungkook adalah matahari, yang sinarnya selalu hangat memeluk raga, namun kini terlalu menyilaukan bahkan untuk ditatap telanjang mata.
Jeon Jungkook adalah pelangi, yang keindahannya luar biasa agung, lalu pergi tanpa pernah bisa kau raih.
Jeon Jungkook adalah wujud nyata dari gemerlap binar cahaya gemintang, juga keindahan ciuman sang rembulan yang melebur menjadi satu; semesta. Dalam gelap langit malam yang merindu, dalam tidur sang mentari yang mendamba, dan dalam bayang diri yang nyaris pudar, Jeon Jungkook selalu menjadi semesta yang menawarkan tempat untukku singgah.
Jungkook adalah muara atas segala rasa, akhir dari segala yang kucari, dan penghujung langkah tempatku pulang. Maka setelah kehilangannya, aku tak tahu lagi kemana langkah akan membawaku pergi. Kemana angin akan menuntunku pulang, dan sejauh mana aku harus mencari yang namanya bahagia selain bukan bersama Jungkook.
Sedang langkahku terus berjalan, aku sendiri tidak sadar kenapa aku justru kembali lagi kesini; rumah, dalam arti yang sesungguhnya. Aku pulang, dan pandanganku bermuara pada satu titik dimana bercak darah mengaliri lantai. Merah, mengkilat, penuh rasa sakit. Dan aku seolah benar-benar mati ketika mendapati ibuku yang terbaring di salah satu sudut ruangan. Terbujur kaku diatas lantai yang dingin, dengan darah yang mengalir disekitarnya. Berhadapan dengannya ada ayahku, si bajingan pongah yang sialnya masih bernafas dengan sempurna, menatapku dengan pandangan yang biasa, seolah semuanya baik-baik saja. Tanganku terkepal kuat, namun kakiku sebegitu lemas bahkan untuk sekedar menghampiri dan memberikannya beberapa pukulan hingga aku tak sengaja membunuhnya. Yang bisa kulakukan disana hanya berdiam diri, mematung pucat diambang pintu, memandangi sosok ibuku dari jauh. Aku bahkan tidak menangis, sudah tidak bisa lagi, lebih tepatnya. Air mataku sudah habis, mengering diantara luka yang menghujam dalam hati. Tidak ada kalimat yang terucap, hanya kelu yang merambat sepanjang nadi. Membekukan hati, dan menghancurkan raga. Hingga baru kusadari bahwa ayahku menggenggam sesuatu, benda hitam yang ia gunakan untuk membuat ibuku terbaring kaku, yang kuyakini bahwa salah satu pelurunya telah bersarang di tubuh ibuku. Membuatnya berlumuran darah, hingga merenggut nyawanya dengan begitu mengenaskan.
Ayahkuㅡ membunuhnya?
Tatapku nanar membalas pandangannya, nyalang seraya mencari jawaban dari pertanyaan kenapa, namun yang kudapati hanya seringaian tipis yang tergurat angkuh di wajahnya. Menjijikkan, sama seperti biasa. Kalau saja bisa aku ingin meludahinya saat ini juga, atau mencabik-cabiknya hingga ia tak bisa lagi menggurat seringaian angkuh yang sama. Dia melangkah mendekatiku, menyembunyikan pistolnya dengan tenang didalam salah satu saku jasnya, lalu tersenyum lagi.
"Aku tahu kau pasti datang kemari, sayang. Sungguh anak penurut, setidaknya kau masih mengerti kemana kau harus pulang."
Tangannya yang dingin membelai lembut pipiku, mengulas jejas bening yang tercetak samar disana. Apa katanya barusan? Pulang? Rasanya aku ingin tertawa didepan wajahnya, lalu menendangnya kuat-kuat. Pulang, katanya. Apakah tempatmu melihat kakak dan ibumu mati didepan matamu sendiri adalah suatu hal yang pantas disebut rumah?
KAMU SEDANG MEMBACA
CLICHÉ ㅡ VKOOK
Hayran KurguMaka, apa lagi yang bisa kau lakukan jika semestamu telah pergi? BxB fanfiction. TAEKOOK. Top!Tae with Bottom!Kook. 🔞 for Mature Content (contain explicit sex scene and harsh words), Drugs, Mental Illness, and Self-Harm. [On Going] Start : 10/10/20...
