06. no!

2.9K 612 18
                                        

"Ayah pengen lihat Felix bahagia kan? Tapi kenapa ayah malah ngehancurin kebahagiaan Felix, kenapa!"

Felix menunjuk muka ayah tirinya itu dengan kemarahan luar biasa. Masa bodo dengan dosa yang akan ditanggungnya. Dia hanya ingin changbin.

"Siapa? Changbin itu? Kamu nggak pantes sama dia Felix. Dia itu kotor! Berandalan! Kasar!" gantian ayahnya berteriak di depan muka Felix dengan wajah garang.

Ibu felix yang sedari tadi terdiam di samping sofa ruang tamu berusaha mendekat ke arah Felix lalu meraih tangan pemuda itu dan diusapnya pelan.

"Ayah egois! Ayah mentingin diri sendiri! Kalau tau akhirnya bakal kayak gini, aku gak restuin ibu buat menikah lagi sama ayah!" bentak felix kemudian menepis tangan ibu nya.

Pemuda itu menatap kedua orang tua nya secara bergantian "aku pindah ke apartemen jisung. Kalau aku butuh uang, aku bisa minta papa. Finally, aku nggak akan ngerepotin kalian lagi" pungkas felix kemudian berjalan menuju ke kamarnya dengan langkah lebar.

Lee Felix tidak pernah main-main dengan ucapannya. Dia serius dalam semua hal. Termasuk pergi dari rumahnya sendiri.

***

Felix memencet bel sebuah apartemen bernomor 220 itu. Rumah sahabatnya, Han Jisung.

Cklek!

"Felix? Ku pikir kamu cuma bercanda?" tanya jisung saat menyadari ada dua koper besar di samping Felix.

Pemuda itu mengendikkan bahu "jadi bagaimana? Aku bisa tinggal disini tidak?"

Jisung mengangguk mantap "tentu! Aku sudah siapkan kamar untuk kamu. Kita bisa party malam ini!" seru jisung sambil membantu felix membawa kopernya ke dalam.

Lebih baik. Tinggal sementara di apartemen jisung tidak buruk juga.

"Kenapa pindah lagi? Kamu bisa tinggal disini sepuas kamu Felix," jawab Jisung

"Aku pikir tidak. Aku bisa tinggal dengan ayah kandung kan? Lagian beliau juga sangat menyayangiku" elak felix dengan cepat.

Jisung memutar bola matanya malas "Hey, i know. Tapi masalahnya, ayahmu ada di australia. Apa kamu mau pindah kesana? Changbin bagaimana? Kuliahmu yang tidak jelas itu?"

Felix berdecak, sedetik kemudian dia tertawa renyah "iya juga ya, changbin bagaimana. Aku pasti akan mati kaku karena begitu merindukan dia" Jisung hanya memandang Felix dengan datar.

"Dasar Sinting"ㅡHan Jisung, membatin.

[]

ENOUGH | CHANGLIX ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang