Beberapa jam sebelum purnama ke tujuh.
Jaehwan dan daniel berjalan menyusuri jalan di sekitar rumahnya menuju halte.
Jaehwan menikmati nafas terakhirnya di tempat kelahiranya.
Sesekali jaehwan tersenyum mengingat kenangan -kenangan teakhirnya.
Langkahnya terhenti ketika melihat sebuah lapangan di daerahnya. Melihat segerombolan anak yang tengah bermain bola. Jaehwan kembali tersenyum
Sekarang jaehwan bersama daniel tengah menggunakan bus untuk sampai ke daerah yang secara acak terpilih. Sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan apapun.
Mereka turun pada sebuah halte.
Jaehwan melangkahkan kakinya menuju penginapan terdekat.
"Berhenti.... Kubilang berhenti saem.
Jaehwan memutar arah memandang muridnya.
"Ada apa?
Daniel mendekati.
"Ayoo ketaman dulu.
Daniel menarik tanggan jaehwan sepihak menuju taman.
"Aku mau segera sampai kepenginapan. Aku tidak mau ketaman. Kang daniel.
"Ayoo duduk.
"Tidak mau... Kubilang tidak mau...
Kali ini tidak peduli statusnya sebagai seorang guru toh orang juga tidak akan tau. jaehwan bersih kukuh tidak mau menunda waktu lagi.
Semakin menunda waktu, semakin membuatnya takut untuk mati. Semakin tidak ingin melepaskan kehidupanya.
Terutama... Dia...
Daniel memeluk gurunya sekali lagi. Hatinya tergerak untuk selalu memeluk gurunya. Tak tau mengapa daniel tidak pernah merasakan seperti ini.
Liontin itu menyala. Melihat itu jaehwan menangis sesak..
Jaehwan memegang dadanya. Jaehwan menangis semakin menangis
Mereka cukup menjadi perhatian pengunjung taman.
Mungkin orang pikir mereka adalah pasangan kekasih yang tengah bertengkar. Tapi tidak mereka bukan kekasih. Dan masalahnya lebih pelik dari banyangan orang-orang
30menit cukup membuat mereka berpelukan.
"Aku.... Tidak ingin mati hari ini...
*aku tidak ingin kehilangan perasaanku dan rasa sukaku niel... Batin jaehwan.
Daniel hanya diam.
Daniel mendengar semua segala isi hati jaehwan gurunya itu. Bagaimanapun juga dia adalah seorang vampire. Salah satu kelebihan yang dia punya adalah membaca isi hati seseorang.
12.00 KST
Mereka mendapatkan hotel cukup dibilang berkelas. Tidak usah bertanya uang siapa iti. Yang jelas adalah uang putra kedua kerajaan vampire.
Mereka pelarian. Ani pelarian tapi sebuah perjanjian. Hanys Daniel yang tau. Daniel tidak akan pernah terbatasi.
"Aku akan bersiap niel... Tunggulah...
Jaehwan membersihkan dirinya melakukan persiapan.
Dibawah guyuran shower yang dipasang dengan mode dingin jaehwan membasahi kepalanya. Memejamkan matanya. Menguatkan hatinya di waktu terakhirnya.
Daniel..
Daniel tengah memainkan ponselnya. Bukan berarti tidak bertujuan.
Ia mengambil wine. Menyesapnya sedikit..
KAMU SEDANG MEMBACA
Moon Sapphire
Mystery / Thriller[VamFic] -aku menghilangkannya, tapi aku tidak tau apa yang ku hilangkan... Dan tiba-tiba aku seperti dikejar-kejar, pintu gerbang yang orang lain tidak bisa lihat bermunculan. aku berusahan menutupnya dengan tirai emas itu. Tapi Sial... -ck...
