Portal

522 55 6
                                        

Daniel membawa Jaehwan ke kamarnya.  Tidak taukah jika liontin itu menyalakan warna merah yang berbeda. 

"Maaf aku tidak bisa mengantarmu sampai dalam...

Daniel melihat portal yang sama seperti milikknya,  portal yang sama setiap hari dia lihat.

Flashback.

"Mengapa aku ditempatkan bersebelahan dengan kamar ini? Batin daniel.

Daniel selalu ingin membukanya.  Tapi kekuatan portal ini begitu besar.  Seolah melindungi apapapun yang berada di dalamnya. 

Portal yang dia lihat seperti tirai transparan berwarna merah menyala. 

"Tapi mengapa?  Semua bisa memasukinya hanya dialah yang tidak bisa.

Daniel berupaya membukanya setiap ada kesempatan.  Yang ada tanganya akan melepuh ketika bersentuhan dengan portal tersebut.

Flashback off.

Daniel melepaskan Guru nya.

Mungkin Jaehwan terlalu lemah.  Membuatnya merosot kebawah. 

Daniel hanya bisa melihat,  itu karena jaehwan telah memasuki portal yang selama ini menjadi pelindung dari ruanganya. 

*apakah tidak membantu?  Batin jaehwan memandang muridnya ini.

Baiklah,  jaehwan berusaha bangkit memengeluarkan kartu emas miliknya untuk membuka.

Brakk....

Jaehwan tak sadarkan diri lagi.

Daniel terkejut.  Ragu atas apa yang dia lihat.  Tangannya terulur menolong Jaehwan.  Iris birunya berubah merah ketika bersentuhan dengan portal merah itu.

"Arghhhhh...

Daniel berteriak kesakitan saat tubuhnya mencoba menembus portal itu.

Tapi anehnya dia tidak terbakar seperti biasa. 

"Umhhhhh....

Daniel mencoba menutup hidungnya.

Deg.... Daniel teringat akan sesuatu.

*Aroma ini kembali lagi.

Padahal seharian ini aku tidak merasakan lagi. - batin daniel

"Umhhhh....  Perut daniel kembali bergejolak. Melawan aroma yang ia tau milik gurunya satu ini.

Sebenarnya aroma darah yang daniel baui bukanlah aroma busuk darah orang-orang yang dikorbankan untuk semua hyungnya seperti biasa.  Tapi aroma ini seperti aroma kelopak bunga lily.   Jika kita mampu membauinya mungkin kita akan suka jenis aroma ini.  Tapi ini seperti kutukan untuk daniel.  Daniel seperti menolak aroma ini. 

"Umhhh.... 

Sambil menahan untuk tidak menghirup aroma jaehwan.  Daniel kembali membopong jaehwan yang tak sadarkan diri ini.  Daniel mengambil kartu emas itu dan membuka pintu kamar.

Sangat terkejut memang ruangan ini tidak lebih besar dari kamarnya. 

Pertama yang dia cium aroma.

"Siall....  Rutuk daniel.  Sesegera mungkin ia harus membawa jaehwan di kasur dan meninggalkannya. 

Aroma dalam kamar ini begitu kuat.  Aroma  soft tapi membuat libido orang-orang yang berada disini memuncah kuat. 

*pantas seongwoo hyung akan suka berada disini.  Ck...  Tapi tidak akan ku biarkan kali ini...

Mata daniel memerah semakin merah...

Moon SapphireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang