Note: ada ah eh mh nya/you know what i mean😏
Dosa tanggung sendiri👌👅
Seminggu adalah waktu yang cukup bagi Jimin untuk melakukan pemulihan, baik fisik maupun mental. Tentunya dengan banyak istirahat dan mengurangi aktivitas. Walau sangat Jimin akui ia bosan. Hei! Ia bahkan tidak diizinkan keluar rumah, bung! Salahkan Soonyoung dan Kyungsoo yang mengurungnya tanpa belas kasihan.
"Aku gak mau kamu di keroyok lagi sampe memar-memar, sampe jalan kamu jadi pincang, sampe kamu pingsan dipinggir jalan kayak kemaren itu, aku gak mau."
Dan kalimat polos Soonyoung lah yang berhasil mengubur kembali protesnya. Gila saja kalau diladeni. Bisa terbongkar aibnya di depan dua sahabat tercinta. Ralat; hanya oleh Kyungsoo. Soonyoung? Hmm..
Blok goblok. Bekas cipok dikira memar. Terajaiblah sahabat gue ini 😏
Soonyoung memang kelewat polos. Saat ia pulang dari rumah Taehyung, Soonyoung lah yang menemukannya tergeletak di jalanan, membawanya ke rumah dan merawatnya. Hingga saat Jimin sadar, ia langsung disambut oleh tangisan Soonyoung yang awet sampai berjam-jam.
"Tapi aku masih gak ngerti deh. Kenapa memarnya cuma dari leher sampe paha?"
Eh?!!
Jimin diam dengan wajah pucat berkeringat. Lehernya terasa kaku walau hanya untuk sedikit mengintip reaksi Kyungsoo. Lidahnya pun mendadak kelu. Otak buntu.
"Jimin jawab dong~!!"
Kampret! Gue musti jawab apa?! Soonyoung kampret kutu kupret!
Mata sipitnya memelototi Soonyoung. Yang dipelototi hanya menatap polos. Kemudian Jimin melirik Kyungsoo dari ekor mata.
Kok gak ngasih respon?
Padahal suara cempreng Soonyoung itu terdengar sangat jelas.
"Jimin?!"
"Diem!"
.
.
"Hei, kamu yang rambutnya pirang. Berenti!"
"Berenti!!"
"Berentiii!!!"
"Woy, budeg, berenti!"
Teriakan itu berhenti saat ia menghentikan langkah kaki. Lalu suara langkah cepat-cepat terdengar makin dekat.
"Hai"
Begitu menoleh, senyuman yang memamerkan gigi kelinci itu menyambutnya. Ya, Jimin tentu tidak lupa siapa lelaki didepannya ini.
"Jungkook?"
Senyuman di wajah Jungkook makin melebar. Matanya tampak berbinar.
"Aku tau kamu pasti gak bakal lupa sama cowo ganteng kayak aku."
Pede banget anjir!
Jimin tersenyum, terpaksa.
"Kamu kemana aja? Aku nyari-nyari kamu tapi gak ketemu. Aku sampe ngubek-ngubek semua fakultas buat nyari kamu tapi tetep gak ketemu."
Blank, adalah reaksi pertama yang Jimin tunjukan. Antara percaya dan tidak-sebenarnya lebih tidak percaya-mendengar penuturan Jungkook barusan. Kampus mereka ini cukup luas, bung! Satu fakultas saja bisa terdiri dari 3 sampai 4 kelas. Apalagi semua fakultas. FYI, di kampus ini ada 4 fakultas. Dan Jungkook bilang dia keliling semua fakultas hanya untuk mencarinya? WTH?!
