"Gak apa-apa~" ucapnya, berusaha terdengar normal.
"Tuh, kan. Katanya gak apa-apa, tapi kayak kesel gitu."
Alis mengernyit, mata sedikit memicing dengan hati berkedut menahan dongkol.
"Udah tau gue kesel. Masih aja bacot. Bego!"
Kalau saja keberaniannya bisa sebesar dan setinggi pohon beringin, sudah dari tadi ia menyuarakan isi hati. Sayangnya, ia terlalu takut untuk melakukannya secara nyata. Salah-salah, ia malah bisa celaka.
"Kamu manis banget sih?!! Jadi gemes tau gak?"
Ia sedikit meringis saat kedua tangan besar itu mencubit dan menarik pipinya, kanan-kiri. Bibirnya mengerucut lucu. Sedang si tersangka penganiayaan hanya tertawa.
Jimin terdiam. Matanya memandang gigi kelinci itu tanpa kedipan. Lucu, pikirnya.
"Oh, ya. Nama aku Jungkook. Tapi kalo kamu mau manggil sayang juga boleh kok."
Kerlingan Jimin dapati dan ia hanya mengernyit, balas tersenyum kikuk karena cengiran kelinci milik Jungkook masih enggan menyurut.
"Aku harus ke kelas. Maaf, ya."
Belum genap tiga langkah, lengannya sudah digenggam erat-sedikit ditarik-sehingga kakinya berhenti melangkah.
"Temuin aku di kantin jam 2."
"Tapi-"
"Gak bakal aku lepasin sebelum kamu bilang iya."
Jimin gusar. 5 menit lagi kelasnya-yang ada di ujung koridor-dimulai. Ia harus cepat jika tidak mau ketinggalan. Tapi genggaman Jungkook benar-benar sulit dilepaskan. Ah, tidak ada pilihan. Akhirnya ia hanya mengangguk cepat tanpa pikir panjang.
"Yang penting gue bisa buru-buru ke kelas."
Lengan kurus Jimin dilepas. Sebagai gantinya, senyuman Jungkook kembali terbit.
"Oke. Jangan telat ya."
.
.
"Aww" pekiknya saat cubitan di pipi ia terima.
Jimin menoleh dan menemukan Soonyoung-yang telah mencubitnya barusan-dengan cengiran lucu di wajah.
Belum sempat berucap, Soonyoung lebih dulu buka suara.
"Sama siapa tadi?"
Alis bertaut, dahi berkerut. Wajah bingung Jimin begitu kentara.
"Ish! Cowo yang tadi. Yang tinggi. Yang ganteng. Yang tabrakan sama kamu itu loh."
Oh, Jimin mengerti sekarang.
"Jungkook." Ucapnya memastikan.
Sekarang giliran Soonyoung yang bingung. Matanya yang memang sipit makin menyipit, menatap Jimin curiga.
"Pacar ya?" Tanyanya penuh selidik.
Yang ditanya hanya tertawa.
"Ngaco kamu. Kenal aja nggak."
"Tapi kamu bilang namanya Jungkook."
"Iya. Dia sendiri yang bilang. Tapi kita gak saling kenal. Ketemu juga baru tadi doang."
Respon Soonyoung masih sama, menatapnya curiga. Sampai Jimin sendiri jengah dan menghembus nafas lelah.
"Hehe"
"Kenapa haha hehe?"
"Gak apa-apa. Cuma kepikiran aja, ternyata aku ini jago ramal juga ya."
Jimin tidak menjawab. Tapi juga tidak sepenuhnya mengabaikan.
"Apa aku bilang. Pirang tuh cocok buat kamu. Liat, kpamu manis gini. Pasti cowo tadi kepincut."
Mendadak pipinya memanas, dentuman didada begitu jelas.
"A-apa sih, Young. Ngawur aja kamu."
"Cie malu~ cie pipinya merah cieee~"
"Soonyoung, iiiiihh~"
.
.
"Kenapa lu?"
Mingyu adalah orang pertama yang menyadari eksistensi seorang Jeon Jungkook, serta cengirannya yang masih terpampang awet.
"Gue baru aja ketemu bidadari."
Mata Mingyu melebar, menatap Jungkook tak percaya.
"Serius, lu?!"
Jungkook mengangguk.
"Iya. Cantik banget anjir. Rambutnya pirang, matanya sipit, hidungnya kecil, bibirnya cipok-able banget, body nya juga, beeeeuuuhh, aduhai. Perfect pokoknya. "
"Lu udah berubah haluan, Kook? Lu normal?"
Eh?
Keduanya saling menatap horor. Tentu Jungkook tidak lupa akan phobia-nya yang takut pada lawan jenis. Para sahabatnya juga tahu. Keluarga, kerabat, bahkan orang-orang terdekat maupun yang tidak dekat sudah sangat tahu akan fakta itu. Lalu kenapa Mingyu-yang notaben adalah salah satu sahabatnya-malah mengira ia menyukai wanita? Benar, kan? Normal yang dimaksud Mingyu memang begitu?
"Kampret lu! Gue masih belok anjir!" bentaknya tidak terima.
"Berisik!!"
Sontak keduanya terdiam. Disana, di atas sofa panjang itu, Kim Taehyung berbaring-terlihat-tidak nyaman.
"Kenapa?" tanya Jungkook berbisik.
"Anaknya ilang."
Mendengar jawaban Mingyu, ia hanya mengangguk-walau sebenarnya tidak-paham.
TBC
Hello everybody!!! Ada yg kangen ga? Masih ingt ga? Engga? Yaudah aku mau ke korea aja 😔
Maaf banget buat late post yg emng bener2 lateeeeeeee
Aku tuh lg sibuk sama tugas. Doain aja ya smoga dilncarkan smuanya amiin🙏🙏
Dan klo smpet aku psti bkal up lg. Itupun klo masih ada yg minat😢
Segitu aja keknya ya
Pai pai👋💋
