12

1.7K 202 17
                                        


Siang itu matahari sedang terik-teriknya. Badannya lengket dengan keringat saking panasnya. Ah, Jimin jadi menyesal sudah menuruti instruksi Soonyoung untuk memakai sweater  tadi pagi.

"Jim, hari ini pasti ujan gede banget. Mending kamu pake sweater. Nih liat, aku juga pake."

"Ujan pantat ayam! Yang ada nih keringet keluarnya gede-gede." Jimin misuh-misuh. Bibir tebalnya kembali meraup minuman kaleng yang dibelinya beberapa menit lalu.

Di tengah acara minumnya yang sangat khidmat, sesosok perempuan asing berdiri didepan Jimin. Wajah perempuan itu cantik, mirip Megan Fox. Tapi badannya tinggi sekali. Bahkan Jimin yakin ia kalah tinggi.

"Park Jimin?" Tanya perempuan itu, dengan aksen yang terdengar asing.

Fiks. Ni orang pasti bule nyasar. Jimin membatin.

Tapi kok tau nama gue? Pikirnya heran. Celingak-celinguk, Jimin melihat sekitar. Tidak ada orang lain selain ia dan perempuan asing di hadapannya ini. Kyungsoo dan Soonyoung juga belum kembali dari kafe di seberang.

"Anda manggil saya?" Tanyanya hati-hati.

Bukannya menjawab, perempuan itu justru menarik Jimin cepat. Jimin tentu saja berontak. Tapi jangankan untuk menahan kakinya untuk tetap diam, tubuhnya malah tertarik kencang.

Anjrit! Ni cewek, manusia apa robot. Kuat banget jiiir!

"Lepas! Kamu ini siapa?! Mau ngapain?! Ka Kyungsoo, Soonyoung, tolongiiiiiiiinn!!!"

Jimin berteriak, meronta. Tapi apa daya, tubuhnya memang jauh lebih kecil ketimbang perempuan yang menggusurnya.

Hanya dalam kedipan mata, Jimin sudah ada di jok penumpang. Ia berusaha membuka pintu, menggedor-gedor kaca mobil agar bisa keluar. Sampai mobil melaju membelah jalanan pun, Jimin tidak henti berteriak. Sebenarnya, tenggerokannya sudah kering. Tapi dua orang di jok depan sama sekali tidak bergeming. Seakan kehadiran Jimin bukanlah sesuatu yang penting.

Baiklah. Jimin menyerah. Cape juga teriak-teriak. Tidak ada gunanya. -_-

Akhirnya Jimin diam saja. Memilih memandangi jalanan yang ramai kendaraan.

"Hoaaamm" Ia menguap dibalik telapak tangan. Matanya terasa berat. Pikiran yang mengawang dan suasana dalam mobil yang tenang membuat kantuknya bertambah. Dan tanpa Jimin sadari, ia pun jatuh terlelap ke dalam mimpi.

.

Jimin mengernyit, merasa geli saat tubuhnya dijilati seekor anjing Pomeranian bernama Yeontan. Tangan mungilnya bergerak, berusaha menjauhkan anjing itu dari tubuhnya.

Matanya perlahan terbuka, mengerjap-ngerjap karena cahaya yang masuk retina cukup banyak.

Ah, mimpi rupanya.

"Mmmmhh~"

Ia cukup terkejut mendengar geramannya sendiri. Saat kesadarannya belum sempurna terkumpul, ia memekik merasakan dadanya dihisap begitu kuat.

"Ahh"

Desahannya lolos begitu saja. Dengan kesadaran seadanya, Jimin berusaha bangun dari rebahnya.

Hal pertama yang Jimin lihat adalah Kim Taehyung-dengan bibir yang mengulum pucuk dadanya-menatap Jimin tepat di mata.



TBC


mimpi apa gue ya lord?!! 1K ini 1K plis!!!! emak babeh kawinin gue sama babang jungkook abis lebaran maaaakk!! Makasih banyak makasih banyak kalian yg setia dan baiqs krna masih stay sama cerita gaje gue ini. Cium satu satu uhuu😗😗😗

oke gue seneng pake banget ini. jadi gue apdet lagi biar cuma seuprit ehe sing penting apdet toh😌

sengaja sih. soalnya pikiran gue yg udah tercemar lg on gile. jadi buat keamanan kita semua yg masih berada di bulan suci ramadhan, gue skip dulu segini😏😚

oiya gue ada project baru. isinya tuh vmin semua dan mature content nya on ya. taulah otak gue ini emang ga sesuci cinta gue ke babang jungkook eaak. so buat yg minat, komen aja. kalo sekiranya komen cukup banyak bakal gue up malem ini jg. Suwer berani di kawini babang jungkook detik ini gue😇

oke sekian dulu aja, selamat malam jumat👅

salam cinta,

kei💋💋



BULLY || VMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang