Permintaan kiyai Ahkam untuk membawa tiga orang saksi membuat Zulaikha kw kelabakan mencari siapa orang yang harus dia bawa untuk bersaksi tentang kesalahan Zulla dan ustadz Zamzam, dihadapan semua santri nurul qodim, saat sidang besok pagi. Zulaikha kw merasa bingung dicampur sdikit rasa takut.
"Kamu serius bilang seperti itu pada kiyai ahkam ?" Tanya seseorang setelah mendengarkan cerita Zulaikha kw tentang sidang barusan.
"Yaiiyalah mel, kamu pikir aku bercanda" jawab Zulaikha kw.
"Tapi Zahra yang kamu lakukan itu sungguh keterlaluan, sama aja kamu dengan memfitnah Zulla dan ustdz Zamzam, teruss bagaimana jika kamu gak berhasil bawa tiga saksi itu ?.. Memangnya kamu siap dikeluarin dari pondok?" Ucap seseorang yang disapa mell.
Zahra adalah nama panggilan Zulaikha Az_Zahra yang diambil dari ujung namanya.
"Masabodo dengan mereka mell, lebih baik sekarang kamu bantu aku mikir, gimana caranya aku bisa dapatin orang buat jadi saksi, biar aku ngga dikeluarkan dari sini" ucap zahra sambil mondar mandir.
"Kenapa kamu gak bujuk Azmi, katamu dia juga melihat pas kejadian itu, Dia pasti mau.. Secarakan setahu Azmi kamu adalah Zulaika As_syifa" usul Amel.
" tumben pinter" ucap Zahra tersenyum.
" dari dulu aku juga pinter kali ra, kamunya aja yang selalu memandang aku rendah" ucap Amel menghilangkan garis senyum diwajahnya.
"Sudahlah.... jangan baper, sini aku bisikin" ucap Zahra, kemudian membisikan sesuatu mengenai rencana selanjutnya, Amel mengangguk faham atas apa yang dibisikan oleh sahabatnya Zahra.
"Parah.. Kamu nyampe rela ngelakuin apapun, agar Zulla.dikeluarkan dari sini.. Apa kamu ngga takut ketahuan ?" Tanya Amel setelah Zahra menyelesaikan bicaranya.
"Ngga, cepetan sana pergi "
"Tapi Ra " jawab Amel ragu dengan rencana Zahra.
"Sudah jangan terlalu banyak tapi, cepetan sana pergi" pinta Zahra, sedikit mendorong Amel.
"Iyaa iyaa" ucap Amel kemudian pergi untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Zahra tadi.
@skip.
"Aku mohon tolong dia akhy jangan sampai dia dikeluarin dari pondok karena kesalahan Zulla dan ustadz Zamzam" ucap Amel menunjuk yang Zahra sedang duduk membelakngi mereka di perbatasan santriawan dan santriawati. Batas terbuat itu bambu yang disusun rapi menjadi sebuah pagar yang hanya berukuran satu meter.
"Apa benar dia Zulaikha As_syifa ?" Tanya Azmi melihat kearah Zahra yang berjarak beberapa meter darinya.
"Benar akhy, dia yang mengirim surat buat akhy" ucap amel.
"Mengirim ?... Bukankah kertas itu didapat Azmi secara tidak sengaja ?, dan itupun bukan surat lebih tepatnya kata kata " Sangkal hafidz, yang merasa sedikit janggal dengan perkataan Amel.
Amel gelagapan, menyadari dirinya salah berbicara.
"Eh.. Itu maksud aku .. Menulis kata kata dikertas itu, iya gitu pokonya" dalih Amel, cengengesan ngga jelas.
Hafidz mulai curiga dan tak percaya mengenai gadis yang mengaku jadi Zulaikha As_syifa itu. Namun tidak dengan Azmi, dia sangat berharap gadis cantik itu memang benar benar Zulaikha As_syifa.
"aku minta akhy buat jadi saksi karena aku tahu akhy juga melihat kejadian ustdz zamzam dan Zulla beberapa hari yang lalu, jadi apa salahnya kalo akhy jadi saksi, ini kan demi kebenaran" ucap Amel.
Azmi hany diam mempertimbangkan perkatan Amel barusan."Kasihan dia, dia sampai tidak makan dan melamun seharian, jika dia dikeluarkan dari pondok apa yang harus dia katakan pada kedua orang tuanya nanti. " sambung Amel meyakinkan Azmi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Zulaikha As_Syifa
SpiritualGus Muhammad Ulul azmi askandar al abshor, kamu tahu bagaimana pungguk merindukan rembulan ? Ya seperti itulah aku yang mengagumimu dari kejauhan, Mencintaimu diam-diam dan memperhatikanmu tanpa ingin ketahuan. menyedihkan bukan ? Tapi tenang ak...