15. Sweden

4.1K 202 25
                                        

Third Person's Point of View

Penerbangan 34 jam lima belas menit dengan tiga kali transit membuat Elena lelah dan langsung tidur pulas begitu tiba di salah satu hotel bintang lima yang berada di dekat Arlanda Airport, Stockholm. Wajah menggemaskan Lena yang sedang tertidur pulas membuat Jeff tak tahan hanya dengan mengamatinya. Jeff mengecupi seluruh wajah Lena dengan kecupan - kecupan ringan tanpa berniat membangunkannya dari tidur karena Lena baru tidur sekitar tiga jam. Tak urung Lena terbangun dari tidurnya karena merasa kegelian saat Jeff meluncurkan kecupan - kecupannya hingga leher.

"Eemmhh..." Lena menggeliat dalam posisi tidur meringkuknya.

"Ssshhh... tidurlah, love. Makan malam masih satu jam lagi." Jeff mengecup pelipis Lena lembut kemudian mengelus alis Lena dengan jempolnya. Gadisnya itu sangat menggemaskan, pikirnya.

"Ummmh Jeff..." Mata Lena mengerjap pelan, kemudian mendongak menatap Jeff.

"Ada apa? Tidurlah lagi Lena." Jeff menatapnya tajam, pasalnya ia merasa bersalah karena ulahnya Lena terbangun.

"Tidak bisa, mmm aku lapar." Wajah Lena yang telah semerah tomat saat mengatakan itu membuat Jeff tidak bisa menahan tawanya. Lena semakin tersipu dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Jeff.

"Baiklah, aku akan menghubungi pihak hotel untuk mengantarkan makanan kesini. Jadi kita dinner lebih cepat, huh?" Jeff masih tersenyum melihat Lena yang malu - malu dan masih menyembunyikan diri kedalam dada bidangnya. Jeff mengusap pipi tembam Lena lembut dengan punggung tangannya kemudian mengangkat dagu Lena agar gadisnya itu menatap matanya dan tidak menyembunyikan wajah cantiknya yang memerah.

"Bangun, love. Aku tidak bisa menghubungi receptionist bila tangan kiriku masih kamu jadikan bantal." Jeff tersenyum semakin lebar melihat Lena yang semakin malu dan gugup merutuki kebodohannya.

"Ma-maaf." Lena bangun dari tidurnya dan berlari kecil menuju kamar mandi.

Jeff tidak bisa menghilangkan senyumnya saat menyaksikan betapa menggemaskan tingkah gadisnya itu. Gadisnya yang besok pagi akan berubah status menjadi istrinya.

Jeff menelepon receptionist hotel dan memesan semua makanan yang sekiranya disukai Lena dan sehat untuk calon istrinya itu. Dan dengan kata andalannya yaitu "cepat, aku tidak ingin menunggu"

Setibanya makanan di kamar mereka, Lena langsung makan dengan lahap. Yang tentunya semua itu tak lepas dari pandangan Jeff.

Jeff yang gemas kemudian berdiri dari duduknya dan menghampiri Lena.

"Bisa berdiri sebentar, love?" Jeff bertanya dengan senyum manisnya yang membuatnya terlihat semakin tampan.

"Umm tapi....." Lena yang bingung dengan maksud Jeff akhirnya berdiri meskipun dengan wajah bingungnya sambil mengunyah makanan.

Jeff duduk di kursi yang tadinya diduduki oleh Lena kemudian menarik pinggang Lena hingga gadisnya itu duduk dipangkuannya, menghadapnya.

Jeff menyuapi Lena, awalnya Lena menolak tapi setelah mendapat tatapan tajam dari Jeff, ia langsung membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Jeff. Jeff selalu menatapnya lekat saat Lena sedang mengunyah makanan, membuat Lena gugup dan melampiaskannya dengan memainkan kerah kemeja Jeff dan kancing kemeja pertama yang terletak didekat kerah seraya mengayunkan kakinya yang menjuntai kebawah tapi tidak menapak lantai karena tubuh Lena yang mungil berada dalam pangkuan Jeff.

Mungkin menurut Lena semua itu hanya kegiatan kecil untuk melampiaskan rasa gugupnya. Tapi tidak bagi Jeff, tindakan kecil Lena itu justru berdampak besar bagi dirinya dan juniornya dibawah sana. Semua tindakan Lena yang polos dan menggemaskan itu membuat Jeff menelan ludahnya ingin segera memakan Lena.

To Love Too MuchTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang