Keesokan harinya, Alif kini tengah berada di kamarnya bersama jack yang sedang tertidur pulas. Sedangkan dirinya mondar-mandir tak jelas sambil Tangan kanannya memegang handphone yang di tempelkan di telinganya.
Alif nampak sedang berusah menghubungi seseorang, namun hasilnya nihil.
Dia terlihat sedang berpikir keras. Memikirkan cara agar istrinya dapat segera memaafkannya.
"Halo Assalamualaikum," ucap Alif tidak sabaran.
"....."
"Tolong carikan tiket pesawat ke jakarata jam sepuluh pagi, istri ane sedang butuh ane sekarang."
"......"
"Antum usahakan yah, ane sangat berharap sekali pada ente."
"...."
"Ini nomornya handphonenya jack, handphone ane hilang. Entahlah raib dimana tuh hp sekarang."
"...."
"Yaudah, ane tutup dulu. Assalamualaikum."
Setelah Alif berhasil mendapatkan tiket pesawat yang diinginkannya, dirinya segera berkemas.
Dan kini Alif sudah bersiap untuk pergi, dia juga sudah pamitan kepada Jack. Namun, jack masih belum yakin dengan keputusan sahabatnya ini.
"Lo yakin lif, bini loh bakal maafin lo?" Tanyanya setelah Alif berpamitan kepada jack.
"In syaa allah aku yakin jack, aku tau sifat dan tabiat istri ane. Semoga aja hatinya akan luluh."
"Kok gue ngerasa gak yakin aja yah."
Alif menatap jack keheranan.
"Kau ini kenapa?"
Jack menghela napas.
"Gue juga tidak tahu, hanya saja perasaanku tidak enak."
"Itu hanya perasaanmu saja, tenang Jack allah bersama dengan hambanya yang sedang mengalami kesulitan."
"Yah semoga saja"
Lalu, Alif dan jack berpelukan sebagai tanda perpisahan. Mereka berdua saling mendukung satu sama lain. Dan berbeda keyakinan tidaklah menjadi suatu masalah bagi persahabatan mereka.
**********
Berita kepulangan Alif sudah diketahui oleh Abi dan Umminya Maria, mereka berdua ikut senang. Mungkin setidaknya dengan kehadiran Alif di samping Maria dapat mengurangi kesedihannya.
Hari ini, pak min supir pribadi keluarga Maria menjemput Alif di bandara. Tidak ada satupun sanak keluarga dari Alif yang mengetahui tentang kepulangannya, karena Alif akan membuat kejutan untuk umminya tercinta.
Ummi maria sedang menunggu kabar kepulangan menantu kesayangannya dengan raut muka cemas. Ponselnya berbunyi ketika ummi hendak mengambil minuman di dapur.
"Halo, pak min."
Tak ada jawaban dari seberang sana, yang terdengar hanyalah sebuah isakan. Dan itu sukses membuat membuat jantungnya berdetak tak karuan.
Pikiran negatif mulai memenuhi kepalanya.
"Halo, halo pak min. Apa yang terjadi?" Tanya ummi maria mulai cemas.
"Anu bu, itu sekareng pesawat yang di tumpangi den Alif terbakar di udara karena terkena petir." Jelas pak min sambil terus menangis.
Ummi maria yang mendengarnya begitu shock berat. Kedua kakinya lemas seperti tak bertulang. Tubuhnya menyandar pada dinding. Entah musibah apa lagi yang tengah menimpa keluarganya saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menggapai Surga Bersamamu (ON GOING)
EspiritualRomance - Spiritual Kisah tentang apa itu makna kesabaran yang sebenarnya. Seorang puteri dari kiai. Siti Maryam wanita yang hampir sempurna. Banyak ikhwan yang ingin mengkhitbah Maria. Maria dengan ketaqwaannya menyerahkan segala hidupnya kepada A...
