Nayeon mengeringkan rambut Jeongyeon sambil tersenyum kearah Jeongyeon yg terus menatapnya.
"Kenapa melihat ku seperti itu?" Tanya Nayeon
"Maafkan aku" ucap Jeongyeon menggenggam tangan Nayeon
"Aku sudah memaafkan mu, aku lelah dengan pekerjaan ku" ucap Nayeon berbohong, perasaannya menjadi tidak karuan setelah melihat Jeongyeon dan Mina waktu itu
"Kau akan terus mencintai ku meskipun aku menyebalkan?"
Nayeon tertawa kecil mendengar pertanyaan bodoh Jeongyeon
"Apa perlu ku jawab?"
"Nay teruslah seperti ini, tanpa mu aku tidak akan pernah baik"
"Apa kau sedang menggoda ku?"
"Tidak aku serius"
Nayeon mengecup singkat bibir Jeongyeon yg terasa dingin dengan suhu yg sedang dilanda hujan
"Baiklah aku akan selalu memaafkan mu"
Jeongyeon yg diberi kecupan tiba tiba terdiam dibuat Nayeon.
"Paboo" ucap Nayeon mengeringkan rambut Jeongyeon.
"Kau lelah?"
"Sedikit, tapi karna aku merindukanmu aku langsung menemui mu kesini" Nayeon tersenyum kearah Jeongyeon
Jeongyeon tau kekasihnya sedang berbohong, melihat sorot mata Nayeon yg begitu lemah, memaksakan senyum terukir di bibirnya.
"Kita pulang" tarik Jeongyeon menuju mobil Nayeon
Nayeon hanya menurut masuk kedalam mobilnya. Nayeon terus memperhatikan Jeongyeon yg tengah fokus menyetir. Nayeon tersenyum kearah Jeongyeon, tidak bisa ia pungkiri betapa ia merindukan orang dingin nan cuek disampingnya itu.
"Kau mengganggu fokus ku, senyum mu menyilaukan ku" ucap Jeongyeon tanpa mengalihkan pandangannya ke jalan
"Aku ingin makan ramen" ucap Nayeon mengalihkan pembicaraan
"Ini masih hujan, dimana kita bisa mendapatkan kedai didekat sini"
"Berhenti disuper market itu"
Jeongyeon memarkirkan mobil tepat didepan super market. Tanpa pikir panjang Nayeon berlari menuju super market tidak perduli dengan derasnya hujan.
"Apa kau bodoh" ucap Jeongyeon memayungi Nayeon dengan jaketnya
"Tidak kau yg paboo" ucap Nayeon membawa Jeongyeon untuk memakai jaket itu sebagi payung mereka.
Nayeon masuk mencari ramen instan, sedangkan Jeongyeon menunggunya diluar tidak berniat untuk masuk.
"Cuma satu? Untuk apa payung itu?" Tanya Jeongyeon heran
Nayeon keluar hanya membawa satu ramen instan yg sudah ia seduh dan sebuah payung yg baru ia beli. Nayeon hanya membalas pertanyaan Jeongyeon dengan senyumannya. Langkah menuntun Jeongyeon duduk di bangku danau dekat super market.
Dibawah derasnya hujan mereka habiskan waktu bersama tanpa perduli dinginnya sore. Jeongyeon dengan setia memegangi payung besar itu, sementara Nayeon sibuk dengan ramennya.
"Aaa buka mulut mu" Jeongyeon dengan patuhnya membuka mulutnya
"Kau juga harus makan, kau yg lapar" ucap Jeongyeon mulut penuhnya
Nayeon malah tertawa kecil melihat ulah Jeongyeon. Nayeon mendekatkan bibirnya pada bibir Jeongyeon, mengecupnya sekilas
"Aku mencintai mu" ucap Nayeon bergetar
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay By My Side (End)
Fiksi Penggemar"Bukan kah cinta tak harus memiliki. Bukan kah cinta dalam diam jauh lebih baik. Kebahagian akan datang pada ku jika kau pun bahagia meski bukan karna ku" semua kata kata itu hanya omong kosong aku bahkan buruk tanpa mu, aku ingin memiliki mu selam...
